jemaah khilafatul muslimin deklarasikan setiap pada pancasila dan nkri
jemaah khilafatul muslimin deklarasikan setiap pada pancasila dan nkri

Nyatakan Setia Pada Pancasila dan NKRI, 53 Anggota Khilafatul Muslimin di Jatim Deklarasi Dihadapan Kapolda, NU dan Muhammadiyah

Surabaya – Pasca penangkapan pemimpin Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja di Lampung, beberapa ketua wilayah Khilafatul Muslimin yang berada di daerah masing-masing, ramai-ramai menolak dikatakan anti-Pancasila, kelompok khilafatul muslimin mengaku taat pada pemerintah. Meski pada realitasnya, kelompok khilafatul muslimin melakukan kampanye untuk menegakkan khilafah sebagai penganti ideologi bangsa.

 

Khilafatul Muslimin sempat melakukan konvoi menggunakan kendaraan di Jakarta Selatan untuk mengkampanyekan ideologi Khilafah, hal inilah yang kemudian memicu reaksi masyarakat bahwa kelompok khilafatul muslimini harus segera ditindak karena ada upaya makar terhadap negara.

 

Pihak aparat kemanan di Jawa Timur, bersama Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah melakukan pendekatan secara baik, sehingga anggota khilafatul muslimin di Jawa Timur berikrar untuk kembali kepangkuan Indonesia dan menyatakan setia kepada Pancasila dan NKRI.

 

Di Provinsi Jawa Timur, sebanyak 53 menyakan kesetiaan kepada Pancasila dan NKRI. Kesetiaan itu diwujudkan dalam deklarasi yang langsung dihadiri oleh Kapolda Jatim, Pangdam, Wali Kota Surabaya, Ketua MUI Jatim, perwakilan Muhammadiyah, NU dan tokoh agama.

“Saudara-saudara Khilafatul Muslimin dari seluruh Jatim hadir 53 orang. Acara ini adalah deklarasi saudara-saudara kita Khilafatul Muslimin untuk setia kepada Pancasila dan NKRI,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta di Balai Pemuda, seperti dikutip dari laman detik.com Kamis (30/6/2022).

Ia berterima kasih kepada seluruh jajaran atas kekompakan Forkopimda Jatim dan tokoh ulama yang melakukan komunikasi dan menyampaikan pencerahan, sehingga warga Khilafatul Muslimin bisa tetap setia pada Pancasila dan NKRI.

Nico berharap hal ini menjadi hal positif kepada masyarakat. Bahwa musyawarah, mufakat, dan gotong royong yang telah disepakati, bahwa UUD 45 sebagai Filosofi Dasar Negara harus menjadi pegangan.

“Berbeda-beda yang ada sudah kita bungkus dengan nama Pancasila yang bawahnya diikat oleh tulisan Bhinneka Tunggal Ika. Itu banyak hal yang telah disepakati seluruh bangsa kita. Termasuk Khilafatul Muslimin yang sudah menyepakati juga bahwa Pancasila menjadi Dasar Negara. Mudahan-mudahan ke depan gotong-royong yang dilaksanakan bisa membawahi bangsa negara ini khususnya di Jawa Timur,” jelasnya.

Untuk jumlah warga Khilafatul Muslimin di Jatim, Nico menyebutkan jumlahnya sekitar 70-an orang. “Terkait dengan data anggota di Indonesia sekitar 41 ribu. Kami sudah mendeteksi kurang lebih 0,002 persen (di Jatim), sekitar 70-an, ya,” katanya.

Nico mengatakan warga Khilafatul Muslimin sudah mendapatkan pencerahan sebagai keluarga, di mana ada anak-anak. Tentunya harus memberikan pendidikan yang baik sehingga tahu langkahnya ke mana.

“Begitu juga dengan anggota kami, apabila mereka hilang arah dalam melaksanakan tugas dan kewajiban kami sebagai orang tua mengarahkan anak kami supaya (kembali) di jalan yang benar. Kami akan koordinasi terkait keputusan pengadilan masalah HPI. Nanti ada surat edaran tentang hal itu, nanti kita tunggu saja. Pimpinannya masih proses,” urainya.

Khoiri Hidayat warga Khilafatul Muslimin Surabaya Raya mengatakan bahwa deklarasi ini digagas Intelkam Polda Jatim untuk menepis tudingan yang beredar ke masyarakat. Ia sendiri mengaku ingin meluruskan tudingan kepada Khilafatul Muslimin.

“Kami bersyukur deklarasi bisa memfasilitasi kami untuk membuktikan bahwa Khifalaful Muslimin ini bukan negara tetapi jemaah. Kedua, ini bukan ideologi tapi ajaran. Khilafatul Muslimin ini sejak dimaklumatkan Kekhalifahan 18 Juli 1997 kami menjunjung tinggi asas pancasila dan Undang-Undang Dasar, itu karena kami hidup di sini,” kata Khoiri.

“Kami tak bisa memaksa sampean semua untuk menyampaikan kebenaran ini. Karena yang ada di luar kan berbeda. Tuduhan-tuduhan yang ini kan semuanya 100 persen bohong. Maka karena ada deklarasi ini kami terima kasih kepada bapak Intelkam Polda telah memfasilitasi ini,” tambahnya.

Ia menyebut, warga Khilafatul Muslimin di Surabaya Raya sebanyak 300 orang. Mereka warga yang setuju akan melaksanakan ajaran Islam.

“Kurang lebih ada 300 di Surabaya Raya, termasuk Pulau Sebuku yang ada di Kalimantan. Khilafatul Muslimin ini bukan negara, binaan warga. Warga dibina untuk melaksanakan ibadah dengan benar,” ujarnya.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin

Ini Lembaga Lembaga Amil Zakat yang Berizin dan Tidak Berizin yang Diliris Kemenag RI

Jakarta –  Kasus penyelewengan dana sumbangan termasuk zakat yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuat …

manajer maher zain rini

Maher Zein Akan Turut Meriahkan 1 Abad NU

Jakarta – Menyambut Harlah 1 Abad kelahiran Nahdlatul Ulama (NU) berbagai persiapan telah dilaksanakan, diantaranya …

escortescort