Muslimah berhijab
Muslimah berhijab

Pernyataan Resmi Al-Azhar: Hijab Wajib Bagi Muslimah Baligh dan Berakal

Kairo – Hijab bagi wanita muslim atau muslimah yang telah baligh dan berakal hukumnya wajib berdasarkan sumber-sumber hukum dalam Alquran dan kesepakatan ulama.

Pernyataan itu dikeluarkan resmi oleh Al-Azhar Mesir. Pernyataan itu sekaligus merupakan bantahan terhadap sebagian kalangan yang menyebut hijab sebagai budaya, atau tradisi yang tersebar di masa Nabi Muhammad SAW.

“Al-Azhar menolak pernyataan yang menyatakan demikian (sebagai budaya dan tradisi). Itu merupakan pendapat pribadi. Pendapat yang menyatakan hijab tidak wajib bertentangan dengan kesepakatan kaum Muslimin pada 15 abad yang lalu,” bunyi pernyataan Al-Azhar.

Ketua Jurusan Fiqih Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Al-Azhar Kairo, Dr Abu Bakar Yahy,  menjelaskan, perkara hijab dan kewajiban untuk mengenakannya bagi Muslimah telah ditetapkan dalam Alquran, sunnah, dan kesepakatan atau ijma ulama yang sifatnya sharih (jelas dan tidak mengandung makna lain).

Dia menjelaskan, ada tiga derajat atau tingkatan pada ijma ulama. Pertama adalah ijma sharih, ijma sukuti (hanya terdiri dari satu atau sebagian ulama), dan ijma mukhtalaf, yang di dalamnya masih terdapat perbedaan pandangan sehingga dibutuhkan pembahasan dan penelitian lebih lanjut.

“Jika yang dibahas adalah terkait ijma sukuti dan ijma mukhtalaf, tentu itu bisa dilakukan. Tetapi ini berbeda dengan ijma sharih, yang disampaikan langsung dari lisan para ulama dan tidak lagi menerima perbedaan pendapat,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, perbedaan pendapat soal hijab bagi perempuan hanya pada terlihatnya wajah, tangan dan kaki. Para ulama selalu berusaha untuk memfasilitasi dan mempertimbangkan kebutuhan zaman.

“Islam menjaga dan melindungi perempuan. Kesopanan seorang wanita, seperti yang telah disepakati para ulama, membawa kehormatan dan rasa hormat kepada sang perempuan,” jelas Abu Bakar Yahya.

Baca Juga:  PBNU Tidak Terima Cuitan Dubes Arab Bahwa Ansor Organisasi Sesat

Terkait pendapat berbeda yang menyebut hijab tidak wajib, dia menekankan, budaya memang merupakan salah satu sumber hukum Islam dan menjadi landasan dalam mengurai hukum-hukum tersebut. Namun, ketergantungan hukum-hukum syar’i pada budaya itu diatur dan dibatasi. Juga tidak benar bila budaya dianggap bertentangan dengan Alquran dan sunnah.

“Ketika nash (soal wajibnya menutup aurat) itu turun, tidak ada ‘ibrah atau pelajaran yang dapat dipetik dari budaya ini. Karena budaya pada waktu itu adalah budaya yang rusak yang tidak bisa berguna di segala hal,” paparnya.

Mufti Mesir Syekh Syauqi Alam menegaskan, seorang Muslimah wajib, berhijab ketika sudah mencapai usia yang telah dikenai kewajiban tersebut, atau baligh. Perempuan dikatakan telah mencapai baligh yaitu ketika menginjak usia yang membuatnya merasakan menstruasi atau keluar darah haid dari kemaluannya.

Di saat itulah, seorang perempuan diwajibkan menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya.

“Mengenai kewajiban berhijab ini, tidak ada seorang Muslim selama berabad-abad yang bertentangan dengan generasi salaf dan penerusnya. Ini (kewajiban hijab) adalah hukum yang ditetapkan dalam dua wahyu yang jelas, yaitu Alquran dan sunnah, serta kesepakatan umat juga telah ada di atasnya,” tutur Syekh Syauqi Alam.

Al-Azhar juga menyampaikan, pendapat yang membantah wajibnya mengenakan hijab merupakan pintu masuk yang melemahkan ketetapan agama dan menjauhi ketentuan syariat serta kesepakatan para ulama. Dalih kebebasan dalam memahami nash justru merusak pendekatan ilmiah.

Kontroversi tentang tidak wajibnya hijab muncul setelah pernyataan yang disampaikan guru besar Ilmu Perbandingan Fiqih Universitas Al-Azhar, Dr Saad El-Din El-Hilali, mengenai hijab. Dia berpandangan bahwa hukum yang berkaitan dengan aurat adalah hukum adat.

“Hukum perihal aurat adalah hukum adat. Dan hukum adat ini diakhiri oleh para ulama fiqih dengan menyatakan bahwa menutup aurat adalah wajib. Lantas apakah hijab itu wajib? Frasa wajib menutup aurat jadi menyimpang maknanya karena berubah menjadi wajib berhijab,” jelas El-Hilali dikutip dari laman Republika.co.id.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT di UIN Serang

Perguruan Tinggi Islam Berperan Penting Sebarkan Moderasi Beragama Kepada Mahasiswa

Serang – Perguruan Tinggi Islam berperan penting dalam menyebarkan moderasi beragama kepada para mahasiswa. Hal …

menko polhukam mahfud md memberikan keterangan kepada wartawan terkait

Buka Kongres IPNU dan IPPNU, Menko Mahfud MD: Minta Jaga Wasthiyah Islam

JAKARTA – Islam wasathiyah (moderat) menjadi salah satu jalan untuk menjaga kebersamaan setiap elemen bangsa, …