Baraa Bolat
Baraa Bolat

Pakai Jilbab, Muslimah di Wina Diserang Wanita Penganut Islamofobia

Wina – Bukti Islamofobia masih menjadi ancaman nyata bagi umat Muslim di Eropa terjadi di Austria. Seorang Muslimah bernama Baraa Bolat yang tinggal di Wina, Austria diserang karena mengenakan jilbab.

“Ini sangat mengecewakan. Saya tidak tahu harus merespons apa karena ini adalah pertama kali saya berada di dalam situasi seperti ini,” kata Baraa Bolat kepada Anadolu Agency via laman republika.co.id, Selasa (28/9/2021).

Ia mengungkapkan serangan itu terjadi di dalam bus kota. Tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampirinya dan menyuruhnya untuk kembali ke Turki karena Bolat mengenakan jilbab padahal dia bukan orang Turki.

Bolat mengabaikan wanita itu dan terus bergerak menuju ke depan bus. Namun, wanita itu tidak diam dan melanjutkan aksinya dengan melontarkan komentar rasialis dan menghinanya.

“Saya mengabaikannya sampai dia meludahi saya. Kemudian saya turun dan dia mengikuti saya. Dia malah menyerang jilbab saya, menariknya dengan sangat keras. Saya sampai terluka dan saya berteriak tetapi dia tidak berhenti,” ujar dia.

Bolat mengeluarkan ponselnya dan mulai mengambil gambar pelaku. Setelah beberapa saat, pelaku menyebrang ke sisi lain jalan. Bolat membagikan kejadian tersebut di media sosial. Menurut dia, serangan ini harus didokumentasikan agar semua orang bisa mempelajarinya.

Setelah kejadian itu diunggah di media sosial, banyak orang menghubungi Bolat. Ia punmelaporkan insiden itu ke polisi setempat dan proses hukum dilakukan. Ternyata, pelaku dikenal sebagai sosok rasialis. Bolat bukanlah korban pertama yang mengalami serangan rasial ini.

“Saya bukan orang pertama yang diserang dan diludahi orang ini. Banyak wanita berjilbab lain yang menjadi sasaran serangan serupa oleh individu yang sama. Jadi, dia harus membayar harganya. Jika dia secara psikologis terganggu, maka dia harus dirawat di rumah sakit atau solusi lain harus ditemukan,” ucap dia.

Baca Juga:  Ulama Harus Aktif Sosialisasikan Wakaf Uang Melalui Dakwah dan Ceramah

Selain itu, dia menyesali tidak ada penumpang lain di bus yang memilih untuk membantunya. Mereka hanya berdiri sebagai penonton. Padahal seharusnya ada sesuatu yang harus mereka lakukan demi membantu orang lain, terlepas dari latar belakang mereka.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Pengumuman Muktamar ke NU kembali digelar ke jadwal awal Desember

PPKM Level 3 Nataru Batal, Muktamar ke-34 NU Digelar Sesuai Jadwal Semula

Jakarta – Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya akan digelar sesuai jadwal semula, 23-25 Desember …

3 1

Mualaf Koh Asen, Hidayah Hadir Melalui Buku Seputar Alam Gaib

Jakarta — Allah SWT memberikan hidayah berupa Islam kepada siapa saja yang dikehendaki, karena Allah …