KH Miftahul Akhyar
KH Miftahul Akhyar

Pandemi Covid-19, MUI: Momentum Tunjukkan Keindahan Ajaran islam

Jakarta – Penyebaran virus corona atau Covid-19 tengah naik tajam di Indonesia. Pemerintah pun telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, 3-20 Juli 2021, untuk mengendalikan penyebaran sekaligus memberangus virus tersebut dari Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, Majelis Ulama Indonesian (MUI) telah mengeluarkan Tausiyah MUI yang berisi tentang petunjuk dan imbauan kepada umat Islam untuk menyikapi mengganasnya Covid-19.

“MUI mengajak umat menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum menunjukkan keindahan ajaran Islam. MUI mendorong ulama menjadikan masjid sebagai lokomotif penyadaran masyarakat, tentang pentingnya gerakan bersama menanggulangi pandemi ini,” bunyi tausiyah MUI, Sabtu (3/7/2021).

Tausiyah tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar, serta Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan. Dalam lanjutan tausiyah itu, MUI mengimbau umat untuk menegakkan disiplin penegakan secara ketat protokol kesehatan di Masjid, seperti memakai masker, menjaga jarak antar jamaah, mencuci tangan dan rutin tes suhu tubuh sebelum masuk masjid, membawa alat ibadah dari rumah, dan mempersingkat setiap amalan ibadah di Masjid.

Dalam tausiyah juga disebutkan, MUI juga ingin masjid menjadi pelopor lahirnya solidaritas umat untuk saling menjaga dan membantu. Misalnya, masjid digunakan untuk melakukan koordinasi donasi ke lingkungan sekitar yang terdampak Covid-19.

Dengan cara ini, kebutuhan harian anggota masyarakat yang terkena Covid-19 bisa terpenuhi. Termasuk bagi masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri.

“Melalui masjid, kita gerakkan semangat saling bantu memenuhi kebutuhan pokok untuk yang kurang mampu.”

Tak hanya itu, MUI meminta para ulama di daerah yang tingkat persebaran Covid-19 tinggi untuk menghentikan sementara (tawaqquf) aktivitas peribadatan massal di masjid. Penghentian aktivitas ini dilakukan sampai situasi dan kondisi betul-betul terkendali.

Baca Juga:  MUI: Kecam Aksi Vandalisme Mushala Darussalam Sebagai Tindakan Tidak Beradab

Ajakan itu disebut sejalan dengan isi Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 Penyelenggaraan Ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19. Jika instansi yang berwenang menetapkan suatu kawasan sebagai daerah yang tinggi penyebaran Covid-19 dan dirasa perlu untuk diberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat secara ketat, para ulama dan pengurus masjid setempat dapat menganjurkan umat Islam mengambil rukhshah (dispensasi). Rukhshah yang dimaksud adalah melaksanakan ibadah bersama keluarga inti di rumah masing-masing.

MUI juga mengajak umat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan keimanan, ketaqwaan, keikhlasan serta berdzikir, serta bermunajat kepada Allah SWT agar pandemi lekas berakhir.

Tausiyah ini ditutup dengan seruan MUI kepada pemerintah agar tidak ragu dan harus tegas menghentikan Covid-19. Ketegasan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga kepatuhan masyarakat sehingga pandemi Covid-19 cepat berakhir.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

AC Milan ucapkan Selamat Maulid Nabi Muhammad

AC Milan Ucapkan Selamat Maulid Nabi Muhammad Kepada Fans Beragama Islam

Milan – Klub sepakbola AC Milan memberi ucapan selamat Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. …

Ken Setiawan di UM Metro

Ken Setiawan: Ribuan Kelompok Radikal yang Mengatasnamakan Agama di Lampung Masih Gentayangan

Lampung – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengaku prihatin terhadap fenomena …