Istanbul – Pemerintah Turki memperingati 567 penaklukan Ottoman di kota Konstantinopel yang kini bernama Istanbul dengan doa agama Islam di Hagia Sophia, sebuah situs warisan dunia UNESCO dari abad keenam. Hagia Sophia adalah bangunan museum yang juga situs warisan dunia UNESCO dari abad keenam, yang dulunya pernah jadi masjid dan  gereja.

Erdogan bergabung dengan pembacaan ayat-ayat Alquran melalui konferensi video dan berpidato di hadapan masyarakat.

“Saya berharap dari Allah Subhanahu wa ta’ala agar bangsa ini diberkahi dengan lebih banyak penaklukan, kemenangan, dan kesuksesan. Saya menyampaikan terima kasih kepada semua yang belum meninggalkan Hagia Sophia sendirian di hari yang penuh makna ini. Sangat penting untuk peringatan 567 penaklukan (Istanbul) ditandai dengan pembacaan Surah Penaklukan dan doa di Hagia Sophia, yang telah dipercayakan kepada kami oleh Fatih (Sultan Mehmed),” kata Erdogan, dikutip dari Duvarenglish, Sabtu (30/5/2020).

Selain di Hagia Sophia, peringatan itu juga diwarnai dengan pesta kembang api di semenanjung Istanbul. Hagia Sophia yang merupakan katedral utama Kekaisaran Bizantium diubah menjadi masjid dengan penaklukan Kota Utsmaniyah, yang kemudian dikenal sebagai Konstantinopel, pada 1453.

Pada 1935, pendiri Republik Turki modern yakni Mustafa Kemal Atatürk mengubah bangunan itu menjadi museum yang menarik jutaan turis, tetapi beberapa kelompok Islam menginginkannya diubah menjadi masjid.

Erdogan, yang sebelumnya mengucapkan doa-doa di dalam Hagia Sophia, telah bertahun-tahun menyarankan untuk mengubah kompleks kubah kembali menjadi tempat ibadah. Sementara Yunani di masa lalu memprotes penggunaan Hagia Sophia untuk tujuan keagamaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.