Penjaga Kamar Mayat Ini Cium Bau Harum Marbot Masjid

0
97

Cirebon – Penjaga kamar mayat adalah profesi yang sangat langka dan tidak semua orang bisa melakoni. Pasalnya, pekerjaan itu tidak hanya membutuhkan nyali kelas wahid, tetapi tiap hari ia harus bergelut melawan rasa jijik.

Tapi itu tidak berlaku bagi Suhadai (27), penjaga kamar mayat RSD Gunung Jati, Cirebon, yang sudah bekerjadi Instalasi Forensik dan Pengurusan Jenazah RSD Gunung Jati sejak tahun 1993. Dari sekian banyak pengalamannya bergelut dengan mayat, Suhadai mengaku ada satu pengalamannya yang paling menarik yaitu saat mengurus mayat seorang marbot (penjaga masjid) yang menjadi korban pembunuhan.

Saat itu, Suhadai tengah membongkar kuburan marbot tersebut karena akan dilakukan otopsi. Ketika diangkat, bau harum langsung tercium oleh Suhadai dari jenazah marbot tersebut. Padahal marbot itu sudah dimakamkan lebih dari satu bulan.

“Mungkin ini rahasia illahi. Waktu saya bongkar kuburan marbot masjid di salah satu pesantren di Tegal, saya mencium bau harum dari jenazahnya. Tidak ada bau busuk sama sekali, ” tutur Suhadai dikutip dari laman okezone.com.

Itu menjadi pengalaman paling berkesan selama ia menjalani profesinya. Yang pasti, selama ini Suhadai yang menjadi asisten dokter forensik ini sering tidur dan membantu mengurus mayat di kamar mayat.

Sebagai asisten, dia selalu membantu dokter itu untuk membedah dan mengautopsi mayat manusia. Dirinya belajar membedah mayat secara otodidak. Ia sering mengikuti pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kemampuannya. Bahkan ia sudah mengetahui cara untuk menghilangkan rasa ‘jijik’ saat membedah mayat.

Suhadai megatakan, tidak ada beban berarti selama ia bekerja di Instalasi Forensik dan Pengurusan Jenazah RSD Gunung Jati. Meskipun masih banyak orang yang menganggap rendah pekerjaannya itu.

Baca Juga:  Kelola Toleransi & Harmoni Beragama, Indonesia dan UEA Perkuat Moderasi Beragama

Bahkan ia merasa banyak banyak pelajaran yang ia ambil dari pekerjaannya. Salah satunya adalah ia bisa memperbaiki diri agar hidup lebih baik lagi.

“Karena sering berurusan dengan mayat jadi saya bisa intropeksi diri saya agar hidup saya lebih baik lagi. Saya anggap pekerjaan saya itu ibadah, ” ucap dia.

Tinggalkan Balasan