badan nasional penanggulangan terorisme bnpt menjalin kerjasama dengan al azhar
badan nasional penanggulangan terorisme bnpt menjalin kerjasama dengan al azhar

Perkuat Narasi Islam Moderat, BNPT Kerjasama dengan Al-Azhar Mesir

JAKARTA – Universitas Al-Azhar, Mesir merupakan universitas tertua di dunia dan telah menjadi rujukan para pencari ilmu dari berbagai belahan dunia, tidak terkecuali Indonesia. Ratusan tokoh lahir dari Universitas Al-Azhar, sebutlah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Prof. Dr. Quraish Shihab, KH. Musthofa Bisri, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi hingga Rektor UIN Syarief Hidayatullah, Prof. Dr. Amany Lubis.

Al-Azhar dikenal sebagai universitas yang mencetak ulama moderat, sehingga selalu mengedepankan konsep pendidikan Islam Rahmatan Li’alamin sehingga setiap fatwa dari Al-Azhar selalu menjadi rujukan. Kuatnya koneksivitas Al-Azhar dan keistiqomahnya dalam mencetak generasi ulama yang moderat menjadi landasan bagi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menjalin kerjasama dengan Al-Azhar dalam memperkuat moderatisme pelaksanaan ajaran Islam di Indonesia.

Langkah BNPT menggandeng Al-Azhar diapresiasi Dr. Robi Nurhadi, selaku Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, yang juga pengajar Hubungan Internasional FISIP Universitas Nasional.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Pascasarjana tersebut, Al Azhar Mesir termasuk lembaga Islam yang memiliki pengaruh kuat terhadap jaringan Islam di Indonesia, baik di kalangan para sarjana, penceramah, da’i, pimpinan pesantren serta aktivis Islam lainnya.

“Memperkuat narasi Islam yang moderat dengan Al Azhar Kairo merupakan langkah tepat. Banyak kalangan Islam berpengaruh di Indonesia yang terkoneksi ke Al Azhar. Bagus itu, perkuat saja,” ujar Robi Nurhadi, seperti dilansir dari laman republika.co.id Kamis (23/6/2022).

Robi mengakui, Al Azhar Kairo merupakan sentra kajian Islam yang berpengaruh di dunia. Ia menambahkan, Al Azhar Kairo juga punya pengalaman yang panjang dalam melakukan kontra narasi terhadap penyalahgunaan narasi agama dalam terorisme yang menciptakan stigma buruk terhadap agama Islam dan pemeluknya.

Baca Juga:  Begini Kisah 7 Kisah Artis Wanita Mualaf di Indonesia

“Saya mengapresiasi tindakan strategis Kepala BNPT Pak Boy Rafli Amar yang memberi perhatian terhadap hal itu. Mudah-mudahan efektif mencegah WNI untuk tidak menjadi foreign terrorist fighter,” kata Robi Nurhadi yang juga Sekretaris Lakpesdam Nahdlatul (NU) Ulama, Jakarta, tersebut.

Robi optimistis digandengnya Al Azhar Kairo oleh BNPT bisa memberi dampak signifikan terhadap pelaksanaan Islam yang rahmatan lil alamin.

“Pak Boy kan selalu menegaskan, aksi terorisme tidak distigmakan dengan Muslim atau ajaran Islam, ternyata padangan ini sama dan didukung oleh delegasi Al Azhar Mesir tersebut, mudah- mudahan pertemuan ini mendapatkan momentumnya,” kata Robi.

Sekjen Hay’at Kibar Ulama Al-Azhar, Prof. Dr. Hasan Shalah Al-Shagir, menjelaskan insitiusi pendidikan di bawah Al-Azhar melakukan kontra radikalisasi melalui kurikulum moderasi beragama sejak usia dini hingga perguruan tinggi. Al-Azhar juga melatih dan membekali khatib dengan moderasi agama khusus untuk melakukan kontra narasi yang bersifat keras dalam rangka mencegah pemikiran radikal terorisme kalangan anak muda.

Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi selaku Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia yang turut hadir dalam pertemuan tersebut pun mendukung kerja sama antara BNPT dan Al-Azhar. Menurutnya, penyebaran narasi moderat yang dilakukan Al-Azhar bisa diadopsi Indonesia.

Pemutusan stigma buruk ini tidak mudah untuk dilakukan sendiri. Oleh karena itu, perlu kerja sama antara pemerintah dan ulama untuk meyakinkan masyarakat bahwa aksi teror tidak ada hubungannya dengan agama.

“Agama tidak mengajarkan kekerasan dan terorisme, sangat dibutuhkan kerja sama antara ulama, pemikir muslim, dengan pemerintah dan instasi lain karena gerakan teror seperti ini semakin banyak dan tidak mudah untuk dihadapi,” kata dia.

 

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

PMII

ACT Terindikasi Pendanaan Terorisme, PMII Sarankan Kader Lebih Selektif Memilih Lembaga Filantropi

Jakarta —  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi yang diduga berkaitan dengan …

menko pmk muhadjir effendy

Resmi Cabut Izin PUB ACT, Pemerintah Sisir Izin Lembaga Pengumpul Donasi Lain

Jakarta – Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sedang dalam sorotan karena terindikasi menyelewengkan dana umat, …