ka'bah
Haji

Ka’bah sebagai Pusat Bumi dan Aktifitas Energi Manusia, Inilah Faktanya!

Ka’bah merupakan tempat paling sakral dan paling suci bagi umat muslim. Dalam menjalankan ibadah shalat, umat muslim diwajibkan untuk menghadap ke arah kiblat (ka’bah) sebagai salah satu syarat sahnya. Selain itu ka’bah juga merupakan tempat umat muslim menjalankan ibadah haji dan umrah.

Tidak ada hentinya, siang dan malam tempat ini dikelilingi umat Islam dari seluruh dunia. Mengelilingi Ka’bah seolah menjadi perputaran dunia. Ia seolah menjadi pusat dari aktifitas manusia. Jika aktifitas mengelilingi Ka’bah sudah tidak ada lagi, seolah dunia ini sudah tidak bergerak lagi.

Allah SWT dalam al-Quran menjelaskan bahwa ka’bah adalah pusat bumi. Tertulis dalam surat al-Maidah ayat 97 yang berbunyi, “Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Kemudian oleh ilmuwan muslim mencari pembenaran dan bukti dari ayat tersebut. Para ilmuwan muslim terus mencari pembenaran dari ayat tersebut, pada akhirnya NASA memberangkatkan astronot yang pertama kali melakukan pendaratan di bulan, yakni Neil Armstrong dan kawan-kawannya. Mereka menemukan bahwa di bumi terdapat tempat yang mengeluarkan cahaya atau semacam radiasi. Radiasi bersifat infinite (tidak berujung).

NASA sempat secara resmi mengumumkannya di internet. Namun sayangnya berita tersebut hilang, bahkan website di mana berita dimuat juga raib. Oleh Profesor Hussain Kamel yang kala itu menjabat sebagai Kepala Bagian Ilmu Ukur Bumi di Universitas Riyadh, Saudi Arabia, menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menemukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Baca Juga:  Doa dengan Air Mata Menembus Batas Dimensi: Yang Mustahil Menjadi Berhasil

Profesor Hussain menarik garis pada peta, dan setelah itu ia mengamati posisi ke tujuh benua terhadap Mekkah dan jarak masing-masing. Lantas kemudian beliau memulai untuk menggambar garis-garis sejajar untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Dalam kurun waktu dua tahun, Profesor Hussain berhasil menarik kesimpulan yang ditilik dari sudut ilmu geografi (ilmu bumi) dan ilmu geologi (ilmu tanah) bahwa Mekkah merupakan pusat bumi. Inilah alasannya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi.

Ditinjau dari segi sains, ka’bah merupakan wilayah yang memiliki gravitasi paling stabil di dunia. Tekanan gravitasinya tinggi dan berdampak langsung pada sistem imun tubuh untuk bertindak sebagai pertahanan dari segala serangan penyakit.

Dengan gravitasi yang tinggi itu artinya, electron ion negative banyak berkumpul di wilayah ka’bah, sehingga doa-doa akan terkabul karena ka’bah merupakan tempat gema dimana ruang dalam waktu bersamaan. Maksudnya, apa yang telah diniatkan di hati adalah gema yang tidak bisa didengar tapi bisa terdeteksi frekuensinya.

Pengaruh elektron menyebabkan kekuatan internal kembali tinggi, penuh semangat untuk melakukan ibadah, tidak ada sifat putus asa, mau terus hidup, penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Dan kerena alasan inilah, apabila manusia mengelilingi Ka’bah, seolah-olah kita seperti di-charge ulang oleh suatu energi misterius entah darimana asalnya dan hal ini adalah merupakan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Dengan demikian, banyak pembuktian secara sains dan modern atas apa yang telah di ucapkan oleh Allah dan para Nabinya dengan banyaknya wahyu-wahyu yang telah diturunkan untuk umatnya. Allah merupakan Dzat yang Maha Mengetahui apa yang tidak diketahui oleh ciptaannya. Wallahutaala alam.

Baca Juga:  Inilah Anjuran dan Larangan pada Shalat Jum’at yang Jarang Diketahui

 

Bagikan Artikel ini:

About Rufi Tauritsia

Avatar of Rufi Tauritsia

Check Also

mandi bersama anak

Mandi Bersama Anak Menambah Keakraban, Tapi Tutup Auratmu!

Di Indonessia, banyak orang tua yang terbiasa mengajak anak-anak mereka yang masih kecil untuk mandi …

makanan

Tanpa Disadari Doa Tidak Terkabul karena Salah Makan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Persoalan konsumsi dalam Islam bukan sekedar murni tentang Kesehatan. Umat Islam harus berhati-hati dalam menyeleksi …