Jakarta – Pilot Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Kapten Afwan dikenal dikenal sebagai pilot yang rajin salat, selalu membawa surat Alquran dalam kokpit, dan identik dengan memakai kopiah putih.
Hal itu diungkapkan mantan rekannya melalui akun Eattillbadegg atau @rizkianoob. Ia pengalamannya terbang bersama Kapten Afwan saat mengudara bersama. Dia mengunggah video saat Kapten Afwan sedang berada di kokpit pilot.
“Captain Afwan salah satu captain terbaik yang pernah saya kenal. Tidak pernah rewel walaupun pesawat ada rusak dia bilang ke teknik dengan baik dan sabar, dermawan banget lagi orangnya dan selalu identik dengan kopiah putihnya. Safeflight to jannah capt,” tulisnya memberikan keterangan pada video tersebut.
Dikutip dari Okezone, Minggu (10/1/2020) pemilik akun Eattillbadegg menjelaskan bahwa dia pernah bekerja bareng dengan Kapten Afwan selama kurang lebih 3,5 tahun. Pemiliki akun mengaku dia bekerja sebagai teknisi pesawat di Sriwijaya Airlines.
“Semasa saya bekerja bersama beliau banyak orang yang terinspirasi dengan beliau. Kalau ada porter, ramp, foo tau capt Afwan mau landing di Surabaya selalu respect (menghormati) dengan beliau,” ujarnya.
“Beliau sosok pilot yang baik penyabar, saat pesawat terkendala pun beliau tidak pernah marah selalu disambut dengan senyuman. Saya ingat betul setiap Jumat kalau landing (mendarat). Saat landing pun kalau sempat salat 5 waktu beliau menyempatkan turun dari pesawat untuk salat kadang mengajak teman-teman untuk salat jamaah,” tambahnya
Eattillbadegg menjelaskan setiap Kapten Afwan turun dari pesawat dan dia melihat kondisi di kokpit selalu ada tulisan surah Alquran.
“Setiap beliau turun dari pesawat dan saya posisi mengecek kondisi pesawat, di kokpit selalu ada tulisan surah Alquran. Saat terbang beliau menyempatkan untuk selalu berdoa,” lanjut dia.
“Pokoknya beliau sangat menginspirasi. Pilot satu-satunya yang saya kenal dan identik selalu memakai peci warna putih,” ungkapnya.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sore, sekitar pukul 14.40 WIB. Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut sebanyak 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi, ditambah 12 kru.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah