bendera
bendera

Polisi Bangladesh Amankan Influencer Menari Di Masjid

DHAKA – Media sosial telah menjadi satu kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dunia. Dengan media sosial berbagai hal dapat dilakukan, namun media sosial yang berdampak positif juga dapat berdampak negatif, terlebih digunakan tanpa memikirkan akibat dari apa yang dilakukan di media sosial.

Maraknya penggunaan aplikasi seperti tik tok di Indonesia dan likee di Bangladesh telah menyebabkan perilaku yang tidak baik disebabkan hanya ingin kontenya viral dan di like banyak orang. Seperti yang sedang terjadi di Bangladesh seorang pria menari di masjid bersama seorang perempuan.

Kelakuan pria berusia 20 tahun tersebut dianggap telah melecehkan masjid, Polisi bangladesh kemudian bergerak mengamankan influencer tersebut untuk dimintai pertanggungjawabanya

Klip yang diunggah Yasin ke media sosial langsung memicu kemarahan warganet di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu. Yasin pun diamankan di rumahnya di Daudkandi, sekitar 60 kilometer dari Dhaka.

Pihak kepolisian mengatakan, mereka juga akan menangkap sosok perempuan dalam video tersebut. Yasin merekam klip bulan lalu dan mengunggahnya ke akunnya di situs berbagi video Likee.

Dalam video, mereka menari di tangga Masjid Model Daudkandi, salah satu dari 50 tempat ibadah Muslim yang baru-baru ini dibangun pemerintah. Polisi melaporkan, akun Likee milik Yasin telah ditangguhkan.

“Dia ditangkap di bawah undang-undang keamanan digital karena menyakiti sentimen keagamaan khalayak,” ujar Kepala Polisi Daudkandi, Aminul Islam, seperti dikutip dari laman The New Arab dan republika.co.id

Aminul menambahkan, tarian itu juga dinilai telah menodai masjid. Kepolisian Bangladesh sebelum ini menangkap sejumlah orang yang dituding menyinggung sentimen agama, termasuk mencemarkan nama baik Alquran.

Begitu pula warganet yang mengunggah komentar buruk soal agama di media sosial. Pada September 2020, seorang pria Hindu dipenjara selama tujuh tahun karena menghina Nabi Muhammad di Facebook.

Pihak lain yang dituduh melakukan penistaan agama di Bangladesh termasuk beberapa blogger sekuler. Mereka dipenjara atau menghadapi serangan oleh kelompok Islam radikal dalam beberapa tahun terakhir.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad SAW, Guru di Belgia Dipecat

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. …