menyambut ramadhan
menyambut ramadhan

Puasa Sebentar Lagi, Inilah Amalan dan Doa Menyambut Ramadhan 1441 H

Ramadhan sebentar lagi menjemput seluruh umat Islam di berbagai negara. Walaupun dengan nuansa yang akan berbeda pada tahun ini di tengah pandemi corona, tetapi Ramadhan tetaplah menjadi bulan mulia dan harus disambut dengan keimanan dan amalan ibadah yang meriah.

Sebagai bulan yang mulia Ramadhan memiliki keutamaan-keutamaan dibanding bulan-bulan yang lain. Keutamaan bulan Ramadhan banyak dimuat dalam hadis-hadis Nabi. Salah satunya, dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda:

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah telah mewajibkan kepada kalian berpuasa di dalamnya. Di bulan itu, pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu neraka akan ditutup, setan-setan diikat, di bulan itu ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang terhalang mendapat kebaikannya, maka sungguh ia telah terhalang. (HR. Nasai).

Dalam hadis yang lain Rasulullah bersabda: “Siapa saja yang puasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan hanya karena Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni. Dan siapa yang bangun di malam lailatul Qadar dengan iman dan hanya karena Allah, diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari Muslim).

Tentang keutamaan bulan ramadhan ini Nabi juga bersabda, “Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah”. (HR. Muslim).

Untuk itu umat Islam perlu melakukan persiapan untuk menyambut bulan suci ini dengan melakukan amalan-amalan sebagai upaya persiapan fisik dan mental. Apa yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan dan menyambut bulan ini.

Belajar Hukum Islam Terkait Puasa Ramadhan

Untuk kesempurnaan ibadah wajib mengetahui ilmunya. Sebagaimana sabda Nabi, “Menuntut ilmu kewajiban umat Islam”. Kewajiban itu menjadi fardhu ‘ain di saat kita akan melakukan ibadah tertentu. Demikian juga disaat akan berpuasa Ramadhan, wajib untuk mengetahui ilmunya. Yakni hukum-hukum fiqih terkait puasa dan ibadah yang akan dilaksanakan di bulan ini.

Berdoa Bertemu Bulan Ramadhan

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, ketika bulan Rajab telah tiba Rasulullah selalu berdoa:

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

“Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukan kami dengan bulan Ramadhan”. (HR. Baihaqi, Thabrani dan lainnya)

Inilah doa sebagai permohonan kepada Allah untuk dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Walaupun menurut ulama ahli hadis status hadis di atas dipandang dhaif karena ada cacat pada perawinya. Namun tetap saja boleh untuk diamalkan dalam rangka penyambutan terhadap bulan yang mulia. Menurut Imam Nawawi dalam kitabnya al Majmu’ semua ahli ilmu sepakat bolehnya mengamalkan hadis dha’if selain sebagai dalil hukum dan dalil tauhid.

Manfaat doa ini sebagai bukti semangat dan keinginan besar untuk bertemu bulan ramadhan.

Memperbanyak Puasa Sunnah

Sebelum memasuki bulan Ramadhan dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah seperti puasa hari senin dan kamis dan puasa ayyamul bidh, yakni puasa sunnah pertengahan bulan pada tanggal 13, 14 dan 15. Di samping ada pahala yang menanti juga sebagai media latihan untuk puasa di bulan Ramadhan. Karena bagaimanapun, dengan besarnya kemuliaan puasa ramadhan, tentu besar dan berat pula godaannya.

Membayar Hutang Puasa Ramadhan

Bagi yang masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan, baik karena disengaja atau karena udzur syar’I, harus segera menggantinya dengan berpuasa di bulan Sya’ban supaya tidak sampai masuk ramadhan berikutnya.

Hal ini sebagaimana firman Allah, “Barang siapa yang sakit atau dalam perjalanan, boleh tidak puasa namun harus mengganti di hari yang lain”. (QS. al Baqarah: 185).

Berdoa dan Komitmen Ramadhan Kali ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Bila kita merujuk pada al Qur’an, ada tiga tingkatan umat Islam dalam hal semangatnya dalam ibadah. Buruk (dzalim), sedang (khas) dan istimewa (khawashil khas). Allah berfirman:

“Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar”. (QS. al Fatir:32)

Dalam konteks puasa, menganiaya diri sendiri senada dengan pesan hadis Nabi bahwa banyak orang-orang yang berpuasa hanya mendapat haus dan dahaga saja. Puasanya tidak membuktikan ibadah yang sesungguhnya. Untuk itu, minimal dalam menjalankan puasa kita berada pada level pertengahan, namun harus tetap berusaha beribadah secara baik sampai derajat khawashil khas.

Jika pada Ramadhan sebelumnya kita hanya pada level buruk, tingkatkan Ramadhan kali ini pada level khas. Apabila bulan Ramadhan yang lalu berada di tingkat khas, semoga tahun ini kita berpuasa dnegan level khawasil khas.

Mari sambut Ramadhan dengan amalan mulia dan semoga umur kita selalu berkah untuk menikmati Ramadhan tahun ini dan tahun berikutnya. Amin.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

sirah nabi

Pesan Nabi Menyambut Ramadan

Bulan Ramadan, atau di Indonesia familiar dengan sebutan Bulan Puasa, merupakan anugerah yang diberikan Allah …

imam ahmad bin hanbal

Teladan Imam Ahmad bin Hanbal; Menasehati dengan Bijak, Bukan Menginjak

Sumpah, “demi masa”, manusia berada dalam kerugian. Begitulah Allah mengingatkan dalam al Qur’an. Kecuali mereka …