Screen Shot 2021 05 30 at 11.27.00 AM
Screen Shot 2021 05 30 at 11.27.00 AM

Respon Kemenag atas Polemik Ustaz Basalamah, Ingatkan Dai Tebar Nilai Kebangsaan

Jakarta – Viralnya potongan video Ustadz Khalid Basalamah yang mengatakan tidak usah ikut nyanyi (lagu kebangsaan) membuat Kementerian Agama turut berkomentar. Kemenag mengingatkan agar para dai dan mubalig untuk selalu menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

“Secara umum, seorang mubalig, dia punya kewajiban menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Penguatan terhadap nilai agama dan kebangsaan harus ditanamkan bersama,” ujar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin, seperti dikutip dari laman detikcom. Sabtu (29/5/2021).

Kamaruddin menegaskan, Islam tidak melarang nyanyian Indonesia Raya. Malah, lanjutnya, lagu Indonesia Raya adalah upaya penanaman nilai-nilai kebangsaan.

“Lagu Indonesia Raya kan upaya untuk internalisasi Pancasila, yang harus dilakukan dan menjadi salah satu ikhtiar upaya untuk menginternalisasi nilai Pancasila,” katanya.

“Penghayatan, pengamalan Pancasila harus terus menerus disampaikan kepada masyarakat. Agar, tidak terjadi pemahaman yang salah atau tidak dipahami Pancasila ini,” ucapnya.

Klarifikasi Ustaz Khalid Basalamah

Ustaz Khalid Basalamah mengklarifikasi soal potongan video ceramah dirinya pada 2017 yang viral di media sosial dan menuai kontroversi. Potongan video ceramah itu mengenai larangan menyanyikan lagu wajib nasional Indonesia Raya.

Dalam video yang beredar viral, Khalid Basalamah membacakan pertanyaan dari salah seorang penanya. Sang penanya saat itu menanyakan agenda rutin di sekolah anaknya, yakni menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sang penanya khawatir anaknya ditegur guru bila tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kala itu, Ustaz Basalamah menjawab:

“Saran saya, nggak usah ikut! Nggak usah ikut (menyanyikan Indonesia Raya),” kata Ustaz Khalid Basalamah dalam potongan video tersebut.

Dalam klarifikasinya, Ustaz Khalid mengaku saat itu tengah membahas keluhan si penanya, bukan membahas syair Indonesia Raya. Ia memahami bahwa lagu Indonesia Raya diciptakan para pahlawan untuk memberikan motivasi kepada setiap generasi bangsa agar siap berjuang.

“Saya pribadi sangat memahami masalah itu dan kalau bukan karena mencintai dan memperjuangkan negeri tercinta Indonesia, maka mungkin kami tidak akan selalu mengadakan live setiap hari menyampaikan agama Allah dan agama Allah itu isinya kebaikan,” kata Ustaz Khalid dalam akun YouTube Khalid Basalamah Official, seperti dilihat detikcom, Sabtu (29/5).

“Dengan cuplikan ini, saya berharap isu yang sedang tersebar yang menyatakan bahwasanya kesannya ‘saya ini melarang mengikuti nyanyian atau lantunan syair Indonesia Raya’ ini bisa dipahami dengan akal yang sehat,” lanjutnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Masjid Al Ikhlas PIK 2 ok copy

Kehadiran Masjid Al Ikhlas PIK 2 Simbol Penguatan Toleransi dan Rekatkan Harmoni dalam Keberagaman

Jakarta – Kehadiran Masjid Al-Ikhlas PIK 2 di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dinilai …

Menag Nasaruddin Umar di peringatan Isra Miraj Kenegaraan 2026 copy

Isra  Mi’raj Kenegaraan Momentum Penguatan Pesan Keagamaan Berpadu dengan Kepedulian Lingkungan

Jakarta — Peringatan Isra Mi’raj Kenegaraan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/1/2026) malam, …