Adab Orang Sakit

Sakitmu adalah Anugerah dan Ingatlah Adab Ini Ketika Sakit

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya” (HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).

Tanpa disadari, banyak kenikmatan yang dirasakan oleh manusia salah satunya adalah hidup yang sehat. Manusia akan menyadari besarnya nikmat sehat ketika mereka merasakan sakit, terlebih sakit yang susah untuk disembuhkan. Mereka menyadari betapa kondisi tidak sakit sebenarnya anuegrah yang jarang disyukuri oleh siapapun kecuali dia merasakan sakit.

Ketika sudah mengalami sakit, tentu tidak perlu ada penyesalan kenapa tidak mensyukuri nikmat ketika sehat. Sesungguh sakit menjadi momentum untuk refleksi diri untuk menjadikan hidup yang lebih bermanfaat ketika sembuh.

Karena itulah, sangat penting menjadikan momentum sakit lebih berharga bukan sekedar rapatan, keluhan, apalagi sampai berasumsi negatif tentang Tuhan. Jadikan sakitmu adalah anugerah yang mampu mendatangkan manfaat dan hikmah.

Dalam kitab “al-Adab fid Din” Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali mencatat beberapa adab yang harus dilakukan oleh seseorang ketika menderita sakit.

  1. Selalu mengingat kematian

Sakit bisa digunakan manusia sebagai alarm pengingat bahwa setelah kehidupan akan ada kematian. Mukmin sejati akan senantiasa mengingat kematian. Sebab, hal itu akan mendorongnya pada kesadaran bahwa hidup tak boleh disia-siakan, sedetik pun, kecuali untuk kebaikan.

Ketika merasakan sakit, semestinya manusia mampu menumbuhkan kesadaran bahwa sebelum menemui ajal, manusia harus memiliki persiapan bekal yang matang. Mengingat kematian diibaratkan seperti layaknya kita akan tidur, terpisah dari unsur duniawi.

Saat terbangun dan diberi waktu hidup kembali, bergegaslah memperbanyak amal baik dengan ikhlas dan tanpa pamrih sebagai refleksi totalitas ibadah kepada Allah.

  1. Bertaubat atas segala kesalahan yang dilakukan ketika sehat.
Baca Juga:  Pentingnya Hidup Bersih dan Sehat dalam Islam

Disadari setiap manusia pasti pernah melakukan dosa yang dilakukan sengaja maupun tidak sengaja. Dan sakit merupakan moment yang tepat untuk meng intropeksi diri dan membenahi segala kekurangan yang banyak di perbuat ketika sehat. Ketika sakit Allah akan menggugurkan berbagai dosa dan inilah menjadi momentum untuk selalu memohon ampun dan bertaubat.

  1. Senantiasa memuji Allah dengan kerendahan hati.

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS al-A’raf: 55-56).

Ucapkanlah pujian (tahmid) dengan penuh keikhlasan karena dengan memuji Allah, manusia memosisikan diri dengan kerendahan diri. Dengan demikian, tiada lagi kesombongan dan keangkuhan yang bersemayam dalam diri manusia tatkala mencurahkan segala isi hati melalui doa.

  1. menyadari bahwasanya manusia merupakan mahluk yang lemah yang membutuhkan pertolongan Allah.

Sakit merupakan tanda bahwa manusia mahluk yang lemah. Allah berfirman mengenai fitrah manusia. “Wahai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah dan Allah, Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS Fathir: 15).

Manusia harusnya menyadari bahwa Allah merupakan pemilik segalanya, dan manusialah yang membutuhkan pertolongan Allah. Allah sama sekali tidak membutuhkan keberadaan ciptaannya. Maka sangat wajar bagi mahluk yang diciptakannya selalu memuji kehadirat Allah.

  1. Berobat untuk kesembuhan.

Setiap manusia diwajibkan untuk terus berikhtiar  untuk mencapai kesembuhannya. Senantiasa berusaha mencari obat dibarengi dengan berdoa kepada Allah, karena pada hakikatnya kesembuhan merupakan milik Allah yang diturunkan pada manusia yang dikehendakinya.

  1. Menampakkan rasa syukur ketika sedang kuat.
Baca Juga:  Tanda Cinta Kepada Nabi selalu Menyayangi Fakir Miskin

Di tengah sakit yang dirasa manusia masih dikaruniai energy maka hendaknya kita mensyukuri anugrah tersebut, mengingat banyaknya manusia yang di berikan sakit hingga tak sadarkan diri. Terlebih jika telah diberikan kesembuhan hendaknya manusia mensyukuri atas nikmat yang Allah karuniakan kepadanya.

  1. Sedikit mengeluh

Mengeluh sebenarnya memang sikap yang manusiawi, terlebih jika manusia tersebut menderita sakit. Namun perlu diingat, manusia juga tidak diperbolehkan mengeluh secara terus menerus, karena hal itu bisa dianggap sebagai sikap yang kurang mensyukuri.

Keluhan yang berlebihan akan merusak kejiwaan bagi penderita sakit maupun orang-orang disekitarnya. Keluhan dirasa akan memperkeruh kondisi dan mambuat badan semakin merasa sakit.

  1. Menghindari jabat tangan

Disadari, orang sakit mampu menularkan penyakitnya, terlbih ketika ia berjabat tangan. Maka potensi penularannya tinggi. Maka orang sakit mestinya menjaga supaya orang sehat tidak tertular oleh penyakitnya tersebut.

Bagikan Artikel

About Ernawati

Avatar