Lomba Baca Kitab Di Ponpes Ummil Muminin Mojokerto
Lomba Baca Kitab Di Ponpes Ummil Muminin Mojokerto

Semarak Hari Santri, Ponpes Ummil Mu’minin Mojokerto Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

ISLAMKAFFAH  – Gegap gempita perayaan Hari Santri 2021 dengan tema “Santri Siaga Sehat Jiwa Dan Raga” menggema diberbagai daerah di Indonesia, berbagai perayaan dilaksanakan untuk mengenang perjuangan para santri yang ikut andil dalam mempertahankan kemerdekaan, melalui Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim As’ary pada 1945 untuk melawan penjajah.

Pondok Pesantren Ummil Mu’minin, Kutorejo, Mojokerto, turut menyemarakkan Hari Santri, pihak Ponpes Mengelar lomba muhadhoroh (lomba pidato) dan baca kitab kuning diantaranya kitab Mabadi’ Figh dan Fathul Qorib untuk para santri yang terbagi dalam 2 kategori.

Pengasuh Pondok Pesantren Ummil Mu’minin KH. Abdillah Murtadhlo Zubaidi, Lc mengatakan bahwa resolusi Jihad Hadratus Syekh KH Hasyim As’ary akan selalu tertanam dalam sanubari para santri untuk dijadikan sebagai pelecut semangat dalam belajar dan menjadi manusia yang bermanfaat untuk bangsa dan agama.

“perlombaan muhadhoroh dan baca kitab kuning sebagai bagian untuk terus merawat tradisi keilmuan yang tidak boleh tercerabut dari pesantren ditengah arus globalisasi yang semakin terbuka, dan Hari Santri menjadi momentum untuk membumikan kembali ajaran islam yang wasathy”. Ujar Gus Abdillah saat ditemui dilokasi lomba, Minggu (24/10).

Hari Santri menjadi momen spesial bukan hari untuk kalangan pesantren namun juga bagi bangsa Indonesia karena pada tanggal 22 Oktober 1945 umat Islam dibawah komando KH Hasyim As’ary yang memfatwakan fardhu Ain bagi muslim yang berjarak 94 KM untuk angkat senjata dan diluar radius tersebut menjadi fardhu Kifayah sehingga keluarlah para santri dari bilik-bilik kamar dan gerbang pesantren untuk angkat senjata bambu runcing melawan para penjajah.

Pada masa sekarang, santri diharapkan tidak tercerabut akar kesantrianya dimanapun tempatnya dan apapun jabatanya sehingga kehadiran santri bukan semata pada persoalan agama namun juga turut berkontribusi dalam membangun bangsa.

Baca Juga:  Ini Pernyataan Darmono soal Pendidikan Agama tak Perlu Diajarkan di Sekolah

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Menko PMK Muhadjir Effendy

Organisasi Keagamaan Dapat Berperan Sebagai Pusat Pengembangan Narasi Moderasi Beragama

Surabaya – Moderasi beragama adalah jalan terbaik untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan kuat ditengah …

Brigjen Ahmad Nurwakhid pada Tabligh Akbar JATMAN DIY dan Jawa Tengah

JATMAN Mitra Strategis BNPT Jalankan Kebijakan Pentahelix

Sleman – Badan Nasional Pdnanggulangan Terorisme (BNPT) terus berupaya menjalankan program kebijakan Pentahelix dalam penanggulangan …