Buku pelajaran agama Islam di Jerman
Buku pelajaran agama Islam di Jerman

Sempat Dilarang, Pengadilan Jerman Izinkan Kelompok Muslim Turki Kembali Ajarkan Agama

Berlin – Islamofobia yang berwujud diskriminasi banyak dialami kelompok Muslim di negara-negara Eropa dan Amerika. Salah satunya di Jerman, dimana kelompok payung Muslim Turki (DITIB) sempat dilarang mengajarkan agama Islam di negara bagian Hessen.

Namun larangan itu akhirnya dicabut setelah Pengadilan Jerman memutuskan DITIB bisa kembali melanjutkan kegiatan belajar mengajar agama Islam. DITIB Hessen State Union pun menyatakan kepuasannya dengan keputusan tersebut.

“Pelajaran agama Islam akan diberikan lagi kepada siswa, guru, dan orang tua Muslim Hessen, termasuk hak-hak dasar konstitusional mereka, dengan keunggulan pedagogis dan didaktiknya,” kata pejabat DITIB Hessen seperti dilansir Anadolu Agency via laman republika.co.id, Minggu (4/7/2021).

“Dalam kerangka kurikulum, sekolah pendampingan dan kesempatan akan diberikan kepada mereka untuk menerima pendidikan ilmiah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pengadilan Administratif Wiesbaden menjatuhkan putusan bahwa Persatuan Islam-Turki untuk Urusan Agama dilarang mengajarkan agama pada 28 April 2020 lalu oleh Kementerian Kebudayaan Hessen.

Namun putusan itu akhirnya dicabut setelah Pengadilan Administratif Wiesbaden mengatakan DITIB dapat kembali memberikan pelajaran di Hessen seperti yang terjadi pada 2013 – 2014 dan 2019-2020.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Perlunya Gerakan Bersama dan Teladan Tokoh Agama Untuk Perangi Covid-19

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

UIN Suka Akan Berikan Gelar HC Kepada Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

Jakarta –  Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta akan memberikan gelar Honoris Causa …

ibadah umrah di masa pandemi

Persiapkan Haji dan Umrah Sejak Dini, Kemenag Susun Skema Vaksin & Booster Untuk Calon Jemaah Umrah

Jakarta – Pelaksanaan ibadah haji telah dua kali ditunda akibat adanya pandemi Covid- 19. Terakhir …