TUNIS – Masjid selain menjadi tempat ibadah, namun juga membawa ketenangan batin bagi jamaah, karena di masjid segala doa serta ketundukan kepada Sang Pencipta tercurahkan, maka pembangunan masjid yang baik dan nyaman mutlak menjadi perhatian.
Namun berbeda dengan pandangan seorang Profesor di Tunisia yang mengatakan bahwa pembangunan masjid merupakan sebuah pemborosan, terlebih masjid yang dibangun oleh negara.
Dia adalah Amin Mahfoudh seorang profesor hukum tata negara. Dia mengecam keras negara atas anggaran yang dikucurkan untuk membangun masjid di Tunisia. Dia menilai dana tersebut termasuk pendanaan untuk melengkapi kebutuhan masjid, seperti pendingin ruangan, hanya menguras kas negara.
“Bayangkan jumlah air yang digunakan masjid. Bukankah lebih tepat menggunakan jumlah ini di negara yang kekurangan air? Bukankah lebih tepat menggunakannya untuk irigasi?” kata Mahfoudh dalam unggahan dalam akun Facebook pribadinya, seperti dilansir the New Arab dan republika.co.id pada Kamis (27/5).
Dia menambahkan, hal yang sama terjadi pada penggunaan listrik yang berlebihan. “Setiap pembangunan masjid baru adalah serangan terang-terangan terhadap semua prinsip konstitusi dan pemborosan dana publik,” kata Mahfoudh.
Pernyataan Mahfoudh itu menjadi bahan ejekan dan kritik di media sosial. Banyak Muslim Tunisia terprovokasi komentarnya yang mereka anggap sebagai serangan terhadap keyakinan mereka.
Mantan menteri Munji Marzouq menganggap kata-kata Mahfoudh sebagai absurditas intelektual yang sakit. “Apa tujuan mulia manusia, jika bukan kehidupan yang lebih baik, di mana seseorang menemukan kebahagiaan, ketenangan, dan keseimbangannya?” kata Marzouq.
Beberapa orang menilai komentar Mahfoudh memiliki motif politik lain di belakangnya. Karena, dia dianggap dekat dengan Presiden Tunisia Kais Saied. Partai sekuler Tunisia yang berafiliasi dengan Saied telah berselisih dengan faksi politik Muslim yang lebih konservatif di negara itu, yang menyebabkan kebuntuan politik.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah