manfaat shalat

Shalatlah secara Kaffah, Bukan Sekedar Rutinitas Kewajiban Tanpa Makna

Sungguh istimewa ibadah shalat. Ia didapatkan oleh Rasulullah melalui proses bersejarah Mi’rajnya Nabi bertemu langsung menghadap Allah. Tidak melalui perantara Jibril, tetapi shalat dititahkan secara langsung sebagai wujud komunikasi hamba dengan Allah.

Shalat bukan sekedar pergerakan badan, apalagi sekedar aktifitas rutin. Shalat adalah suatu proses komunikasi manusia dengan Allah secara langsung. Karena itulah, kaum sufi memaknai shalat sebagai mi’rajnya kaum-kaum yang beriman. Isltilah mi’raj sendiri merujuk pada pengalaman Rasulullah ketika melakukan perjalanan melewati tujuh lapis langit. Dalam khazanah kaum sufi dikatakan seseorang yang melakukan shalat maka ia berada di dimensi manusia bersama Allah.

Jalaluddin Rumi yang merupakan seorang sufi dan penyair muslim terbesar merumuskan rahasia shalat dalam puisinya yang berbunyi, “shalatnya tubuh terbatas, shalatnya ruh tak terbatas, ia tenggelam dan tak sadarnya ruh, hingga segenap bentuk tetap berada diluar, ketika itu tidak adalagi ruang yang memisahkan, meski bagi Jibril sang ruh suci itu.”

Dari puisi tersebut tergambarkan bahwa shalat merupakan sesuatu hal yang sangat indah. Keindahan ini di dapat karena manusia tidak berfikir shalat merupakan rutinitas saja, akan tetapi saat di mana ruhnya akan bertemu dengan sang penciptanya. Shalat merupakan kegiatan yang dapat mencegah kemungkaran dan penyebarkan rahmat dan penabur benih kedamaian dan keadilan jiwa.

Banyak orang yang kita jumpai seseorang yang rajin shalat namun perilakunya tetap buruk. Seseorang memiliki karakter buruk seperti itu karena menganggap shalat hanyalah sebatas rutinitas saja, ia berfikir kewajibannya yang mampu gugur kewajiban, tanpa sebuah upaya untuk melihat kembali apa yang sudah diperbuat selama ini.

Lebih parahnya lagi ia tidak berusaha keras untuk mengingat, berhadapan dan berdialog kepada Sang Pencipta dalam shalatnya. Dengan begitu, shalat tidak lebih dari sekedar aktifitas pergerakan badan tak memiliki makna. Pemahaman yang jelas tentang hubungan manusia dengan Allah memiliki pengaruh bagaimana manusia bersikap di dunia ini.

Baca Juga:  Panduan Keluarga Sakinah : Kewajiban Suami Terhadap Istri (Bagian 2)

Shalat merupakan sebuah kegiatan yang mampu membangun karakter seseorang. Beberapa karakter yang bisa dibangun ketika seorang muslim menjalankan shalat dengan khusyuk. Pertama, membangun kedisiplinan. Tak ada media dan strategi yang bisa diandalkan untuk membentuk kedisiplinan se-sistematis shalat.

Dalam al-Quran dijelaskan bahwa, “Sesungguhnya shalat bagi orang-orang Mukmin adalah kewajiban yang waktunya ditentukan (terjadwal).” (Surata an-Nisaa’: 103). Penentuan waktu shalat ini jelas menunjukkan ajaran kedisiplinan yang berperan penting dalam kesuksesan seseorang. Ternyata konsep shalat sejak jauh hari telah mengenalkan konsep penjadwalan sebelum kemunculan konsep-konsep manajeman dan self development modern.

Kedua, membangun motivasi. Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Di sinilah shalat hadir sebagai salah satu tujuannya.

Tujuan dalam seorang muslim menjalankan shalat ialah dengan mendapatkan pahala, masuk surga, dekat dengan Allah. Manfaat dalam shalat ini memang tidak langsung bisa kita rasakan. Oleh karenanya, bila untuk kegiatan yang manfaatnya tidak bisa diketahui secara langsung kita bisa memotivasi diri untuk segera melakukannya, seharusnya kita lebih mampu memotivasi diri untuk melakukan hal-hal yang memberikan manfaat langsung.

Ketiga, melatih fokus. Shalat melibatkan aktivitas lisan, badan, dan pikiran secara bersamaan dalam rangka menghadap ilahi. Ketika lisan mengucapkan Allahu Akbar, secara serentak tangan diangkat ke atas sebagai lambang memuliakan dan membesarkan, bersamaan dengan itu pula di dalam pikiran diniatkan akan shalat.

Maka setiap mengerjakan shalat, lakukan saja setiap langkahnya. Fokuslah pada setiap satu gerakan dan satu bacaan saja, lalu nikmati prosesnya. Cara ini bisa kita lakukan untuk kegiatan lain dalam kehidupan sehari-hari. Memfokuskan pada setiap langkahnya kemudian nikmati prosesnya sampai tujuan yang diinginkan tercapai. 

Baca Juga:  Hari, Bulan dan Amalan yang Paling Baik menurut Abdullah bin Abbas dan Ali bin Abi Thalib

Shalat adalah suatu media untuk membangun kekuatan afirmasi dan dapat meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual. Inilah yang dimaksudkan dengan shalat kaffah. Terdapat muatan moral yang dapat membekas di kalbu dan membentuk kecerdasan rohani yang tajam dan juga mampu mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Ernawati

Avatar