mencintai al-quran

Memahami Makna Kebaikan dalam Qur’an : Hasanah dan Khair

Di kehidupan dunia kita diperintahkan untuk bekerja dan beramal sebagai bekal di akhirat kelak. Banyak ayat di dalam al-Qur’an yang menerangkan pentingnya bekerja, seperti pada at-Taubah:105, ash-Shaffat:61, az-Zumar:39, Fushilat:5. Maka, sebelum sampai pada kehidupan akhirat yang sifatnya kekal, dunia menjadi ladang untuk beramal. Kelak balasan yang akan kita dapatkan di akhirat—sesuai dengan apa yang kita lakukan di dunia.

Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, dan keburukan akan di balas dengan keburukan. Untuk itu, sebisa mungkin kita harus senantiasa berbuat baik dan meninggalkan apapun yang tidak diperbolehkan oleh agama. Atau dalam istilah taqwa, yakni, menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Berbicara tentang kebaikan, sebagaimana yang dijelaskan di dalam al-Qur’an, disebutkan dengan dua kata, yaitu hasanah dan khair.

Nah, khair ini juga diartikan sebagai harta kekayaan. Sebagaimana di dalam surah al-Baqarah ayat 272:

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).

Juga dalam surah al-Baqarah: 273

(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.

Untuk memperoleh kebaikan dan kekayaan, dibutuhkan amal dan kerja keras. Usaha tiada henti terus dilakukan dengan niat ibadah mengharap ridlo Allah. Sebab, akan dicatat sebagai pahala yang berlipat ganda. Dengan mengerahkan segala potensi yang ada, juga dilandasi kesungguhan, maka akan ada balasan yang diberikan oleh Allah kepada hambanya.

Baca Juga:  Terancam Krisis, Konsep Tawakal Perlu Dihadirkan

Tindakan atau usaha inilah yang dikenal dengan sebutan Ikhtiar. Sebagaimana pengertian ikhtiar yaitu usaha untuk mendapatkan yang terbaik (khair). Meskipun kata ikhtiar di dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara langsung, namun makna yang terkandung di dalamnya menunjukkan pentingnya usaha manusia, dan akan mendapatkan sesuai dengan apa yang telah ia usahakan.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah Keadaan (nasib) sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan (perilaku) yang ada pada diri mereka sendiri” (al-Ra’d:11)

Kerja keras harus diiringi dengan do’a. Sebab, sekuat apapun kerja, yang menentukan akhirnya adalah Tuhan yang Maha Kuasa. Kerja keras yang dimaksud dalam konteks ini, diistilahkan al-Qur’an dengan sabar (M.Nasih:2020).

Ketika hamba sudah berusaha, mengerahkan segala potensi yang ada, yakinlah ia akan mendapatkan atas apa yang ia usahakan. Hasil takkan pernah menghianati proses. Namun, tetap Allah yang berkuasa atas segalanya. Ketika yang kita dapatkan nantinya adalah sesuatu yang tidak kita harapkan, sebisa mungkin harus menerima. Dia yang lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Bahwa yang memberikan hasil atas kerja manusia adalah Allah. Karena itulah, dari sini muncul konsep tawakkal.

فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ          

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Ali Imran: 159). Berhasil atau tidaknya sesuatu yang kita inginkan, kita harus berterima kasih kepada Allah (besyukur). Pertanyaannya, kenapa kita harus berterima kasih meskipun ketika tidak sesuai dengan keinginan? Sebab Allah memberikan sesuatu yang yang pastinya lebih baik. In Sya’a Allah

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Emi Indah Lestari T

Avatar