rindu
rindu

Berikut Cara Menyikapi Rindu dalam Islam

Rindu merupakan harapan kepada sesuatu, seperti perasaan ingin bertemu seseorang. Ini muncul ketika kita sedang berada dalam posisi jauh dari orang tersayang. Yang saya maksud bukan hanya kekasih, namun rindu kepada orangtua, suami, istri, teman, dll. Wajar sebenarnya ketika perasaan rindu itu menghampiri, tidak ada salahnya. Tapi kembali lagi pada diri masing-masing, bagaimana rindu itu disikapi dengan benar.

Rindu terbesar bagi umat Islam ialah pertemuan dengan Sang Khaliq dan Baginda Rasulullah SAW. Ketika rindu, maka kita dianjurkan untuk berdoa. Sebab, manusia sesungguhnya adalah makhluk lemah, perlu pertolongan dari-Nya.

Yang dimaksud adalah rindu kepada orang-orang yang telah disebutkan diatas, yakni kepada saudara, orangtua, kerabat, ataupun Rasul. Bukan untuk kekasih hati. Karena jelas, ini dilarang dalam agama. Tidak dibenarkan ketika kemudian mengatasinya dengan hal-hal yang mengantarkan kepada zina. Doakan saja yang terbaik. Karena doa merupakan senjata ampuh bagi umat Islam.

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al-Mukmin : 60)

“Berdo’alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-A’raaf : 55)

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya. Dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.  (QS. Al-A’raaf : 56)

Berdoalah setelah shalat lima waktu, disepertiga malam, diantara adzan dan Iqamah, dan waktu-waktu mustajab untuk berdoa lainnya. Dengan berharap agar rasa rindu akan segera terobati. Apalagi ketika rindu kepada orangtua disaat jauh, selain memberi kabar, kita juga mendoakannya. Karena itu merupakan bagian dari bentuk kasih sayang kepadanya.

Baca Juga:  Beratnya Istiqamah di Zaman Penuh Fitnah

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Artinya, “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”

Dan untuk para jomblo di manapun berada, yang juga merindukan pujaan hati, doakanlah ketika dia memang yang terbaik. Semoga Allah mendekatkan. Tak lupa, tugas kita adalah senantiasa memperbaiki diri.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengobati rindu. Pertama, melakukan hal-hal positif. Banyak yang bisa kita lakukan untuk menyibukkan diri, misalnya menuntut ilmu, memperdalam ilmu agama, bekerja, menghadiri kajian dakwah Islam.

Kemudian rindu dengan orang tua, sebisa mungkin untuk menemuinya. Apabila sedang jauh, atau dalam masa perantauan, cukup dengan meluangkan waktu untuk menelpon, sampaikan kabar, dan tidak lupa untuk mendoakan, bukan hanya minta doa.

Untuk orang yang rindu dengan kekasih hati, juga perbanyak doa. Lebih baik lagi kalau langsung menikah. Dengan syarat telah siap secara lahir dan batin, fisik dan materi. Karena dengan begitu, sesuai janji Allah, bahwa rezeki akan mengalir pada kita. Untuk yang belum siap, bersabarlah, persiapkan diri dengan baik dengan terus memanfaatkan diri juga berdoa:

اَللَّهُـمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

Ya Allah, sungguh aku memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu (HR. Tirmidzi no. 3235).

Itulah beberapa pembahasan mengenai rindu, semoga kita bisa mengatasi rasa rindu dan segera bertemu. Islam tentu tidak melarang rindu, karena merupakan fitrah yang dimiliki oleh manusia. Perlu diingat bahwa jangan sampai berlebihan dan melanggar syariat. Dan apa saja yang kita lakukan sesuai dengan ajaran agama. Aamiin

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Emi Indah Lestari T

Avatar