anak nakal
anak nakal

Solusi Pendidikan Islam untuk Anak yang Nakal

Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan peristiwa yang menyayat hati nurani. Kali ini peristiwanya terjadi di Kab. Temanggung, Jawa Tengah. Seorang bocah perempuan berumur 7 tahun meninggal dunia secara tidak lazim, Mayatnya disimpan selama 4 bulan dalam rumah. Ironi semakin mendalam manakala polisi mengungkap bahwa pelaku pembunuhan tersebut adalah orang tuanya sendiri.

Dikutip detiknews (20/5), peristiwa keji tersebut dilakukan dengan dalih ritual atau ruwatan atau ruqyah untuk menghilangkan sifat nakal korban. Hal ini sebagaimana diungkapkan polisi daat jumpa pers di Mapolres Temanggung, Rabu (19/5/2020). Bocah perempuan (korban) dianiaya oleh kedua orang tuanya atas arahan dukun sebagai bentuk salah satu rentetan ruwatan.

Solusi Pendidikan Islam

Berkaitan dengan peristiwa yang viral di jagad Indonesia sebagaimana disebutkan di atas, ada hikmah yang dapat kita ambil bersama, khususnya para orang tua, yakni tentang metode mendidik anak yang benar agar anak yang kita didik menjadi generasi yang cerdas, unggul dan berakhlak karimah. Pada titik inilah, Islam menawarkan metode mendidik anak yang baik dan efektif.

Dalam buku Tarbiyatul Aulad karya Abdullah Nashih Ulwan, disebutkan beberapa metode pendidikan anak yang efektif. Metode ini diambil dari informasi yang terdapat dalam ajaran Islam.

Pertama, pendidikan dengan teladan.

Keteladanan menjadi hal utama dalam pendidikan anak dalam Islam. Karena itulah, Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah sebagai teladan yang baik dan ideal bagi seluruh umat manusia (QS. Al-Ahzab: 21).

Mengapa pendidikan anak dalam Islam mengutamakan keteladanan. Anak, secara biologis-psikologis, akan meniru segala hal yang ia lihat dan dengar. Sehingga, keteladanan menjadi suatu keharusan. Selain itu, banyak guru atau orang yang cerdik; pandai berbicara dan menguasai ilmu pengetahuan, namun tidak bisa mengamalkan ilmu yang ia miliki. Padahal, puncak suatu pengetahuan adalah pengamalan yang akan menjadi teladan bagi orang lain.

Baca Juga:  Pentingnya Ikhlas dalam Ibadah, Inilah Tingkatannya

Keteladanan Rasulullah tidak sekedar dalam ibadah saja, melainkan semua kehidupan, seperti akhlak dan masalah kehidupan lainnya. Misalnya keteladanan Rasulullah dalam bidang politik, beliau menjadi contoh bagi seluruh manusia hingga detik ini. Mampu menyatukan penduduk Madinah dan menjadikannya sebagai negara yang maju pada saat itu adalah contoh keteladanan beliau dalam bidang politik.

Oleh sebab itu, generasi muslim saat ini hendaknya memahami dan mendalami hakikat keteladanan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad serta para sahabat Nabi sehingga mampu memberikan teladan yang baik kepada orang lain; akhlak mulia, nama baik, keteguhan, pengorbanan, kasih-sayang dan lain sebagainya, agar mereka (anak-anak) senantiasa berjalan sesuai dengan nilai-nilai luhur Islam.

Dengan demikian, keteladanan dalam Islam merupakan sarana pendidikan yang terpenting dan paling kuat pengaruhnya (Ulwan, hlm. 380). Mari perhatikan dengan seksama, bahwa seorang anak yang mendapati keteladanan kesalehan dalam segala hal pada kedua orang tua dan pendidiknya, niscaya ia akan mampu menyerap prinsip-prinsip kebaikan tersebut sehingga ia akan dengan mudah beradaptasi dengan akhlak Islam.

Kedua, pendidikan dengan nasihat yang baik.

Nasihat yang baik merupakan metode pendidikan yang efektif untuk membentuk iman, jiwa dan akhlak seorang anak. Dan yang seperti ini sesuai dengan Alquran. Artinya, banyak ayat yang memberikan penegasan bahwa Allah menggunakan nasihat yang baik sebagai dasar dari pendidikan dan dakwah serta untuk memperbaiki individu dan masyarakat.

Nashih Ulwan kemudian merinci metode Alquran dalam memberi nasihat yang baik mempunyai ciri-ciri, diantaranya adalah seruannya menyadarkan, yang dibarengi dengan simpati atau penolakan. Hal ini bisa dilihat, salah satunya, firman Allah dalam QS. Luqman ayat 13.

وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ 

Baca Juga:  Kisah Nabi Musa Bertanya Kepada Allah Cara Silaturahmi Jarak Jauh

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Bahwa ayat di atas menyerukan yang menyadarkan yang dibarengi dengan penolakan atau larang untuk menyekutukan Allah karena sikap demikian itu merupakan suatu keburukan sehingga metode seperti itu akan mengundang simpati pada individu.

Ketiga, pendidikan dengan perhatian dan pemantauan.

Yaitu memberi perhatian penuh dan memantau anak dalam berbagai aspek, seperti akidah, akhlak dan memantau kesiapan mental serta rasa sosialnya. Pendidikan dengan metode ini merupakan dasar yang kokoh dalam menciptakan manusia yang ideal atau berkualitas.

Pendidikan Islam mengharuskan para orang tua dan pendidik untuk memperhatikan dan memantau anak-anak mereka dalam seluruh aspek kehidupan. Dalil model pendidikan ini adalah QS. At-Tahrim ayat 6;

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Ayat di atas menegaskan bahwa orang tua dan para pendidik harus memperhatikan dan memantau anak-anak mereka agar menjaganya dari api neraka. Artinya, orang tua atau pendidik harus benar-benar memperhatikan untuk kemudian memerintahkan kepada anak-anak untuk berbuat kebajikan dan menjauhi segala larangan-Nya.

Bagikan Artikel ini:

About Muhammad Najib, S.Th.I., M.Ag

Avatar of Muhammad Najib, S.Th.I., M.Ag
Penulis Buku Konsep Khilafah dalam Alquran Perspektif Ahmadiyah dan Hizb Tahrir

Check Also

perusakan masjid ahmadiyah

Perusakan Masjid Ahmadiyah Tak Sesuai dengan Syariat Islam!

Miris memang menyimak berita terkini terkait sejumlah massa yang merusak masjid milik jamaah Ahmadiyah di …

persatuan

Tafsir Kebangsaan [2]: Inilah Cara Islam Membangun Persatuan dalam Keberagaman

Realitas historis dan sosiologis menunjukkan bahwa umat Islam terdiri dari berbagai macam golongan (firqah), madzhab, …