sirah nabi
nabi

Pemuda Nakal Menjadi Wali karena Mengagungkan Kelahiran Nabi Muhammad Saw

Pada zaman Khalifah Harun Ar Rasyid di kota Bashrah terdapat pemuda yang menyia-nyiakan hidupnya. Para penduduk setempat memandang pemuda itu sebagai orang yang hina karena suka melakukan perbuatan-perbuatan buruk. hanya saja, jika bulan Rabi’ul Awwal sudah tiba, ia membersihkan baju-bajunya dan pakaian lainnya, menggunakan wangi-wangian, merawat tubuhnya, melakukan amal shalih serta melakukan pesta. Hal ini dilakukan karena semata-mata bulan Rabi’ul Awwal adalah kelahiran Nabi Muhammad saw. Ia menamppak kecintaannya kepada Nabi saw dengan perbuatan-perbuatan baik di bulan ini.

Hal itu ia lakukan terus menerus setiap tahunnya hingga dalam jangka waktu yang cukup lama. Tahun demi tahun berlalu hingga pada tiba saatnya ia dipanggil oleh Allah swt. Pada saat ia meninggal dunia penduduk tidak peduli dengan jenazah pemuda itu. Jenazah dibiarkan tanpa diurus. Hingga datang suara tanpa wujud:

اِحْضِرُوْا يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ وَاشْهَدُوْا جَنَازَةَ وَلِيٍّ مِنْ أَوْلِيَاءِ اللهِ فَإِنَّهُ عَزِيْزٌ عِنْدِيْ

Artinya: “Datanglah wahai penduduk Bashrah, lihatlah jenazahnya orang wali dari wali-walinya Allah ini. Dia terhormat di sisiku”

Penduduk Bashrah pun mendatanginya dan merawat jenazah tersebut kemudian menguburkannya.

Kemudian di malam harinya, semua penduduk Bashrah bermimpi pemuda tersebut berjalan dengan berpakaian panjang terbuat dari sutra yang halus dan juga yang tebal. kemudian ia ditanya: Dengan apa engkau memperoleh semua ini ?, pemuda itu menjawab: Dengan mengagungkan kelahiran Nabi saw.

Syaikh Umar Syatho Ad Dimyati menceritakan kisah ini di dalam kitabnya I’anatut Thalibin ketika membahas amaliyah di bulan Maulid.

Ada makna yang tersirat dalam kisah ini dan penting diketahui oleh umat Nabi Muhammad saw, di antaranya:

  1. Ada banyak cara dalam mengungkapkan rasa cinta kepada baginda Nabi Muhammad saw, misal dengan mengagungkan hari kelahirannya dengan cara menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat dan rajin melakukan perbuatan-perbuatan baik, sebagaimana kisah di atas. Atau dengan memperbanyak membaca shalawat, bershadaqah secara berkelompok dalam satu majlis atau individu. Ini pun tidak mengurangi kepada nilai-nilai mencintai Nabi Muhammad saw.
  2. Mencintai Nabi saw menyebabkan seseorang tersebut bersama Nabi saw di syurga. sebagaimana sabdanya:

مَنْ أَحَبَّنِيْ كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنَّةِ

Artinya: Barangsiapa yang mencitaiku maka ia kelak bersamaku di syurga (HR. Ahmad)

wallahu a’lam bisshawab

 

Bagikan Artikel ini:

About M. Jamil Chansas

Dosen Qawaidul Fiqh di Ma'had Aly Nurul Qarnain Jember dan Aggota Aswaja Center Jember

Check Also

aliran sesat

Masyarakat Harus Mengetahui Kesesatan Wahabi (4) : Hati-Hati dengan Jargon Kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah Nabi

Jargon Wahabi “Kembali kepada al Qur’an dan Sunnah Nabi” sepintas memang benar dan bagus. Karena …

aliran sesat

Masyarakat Harus Mengetahui Kesesatan Wahabi (3) : Wahabi Beraqidah Mujassimah dan Musyabbihah

Mujassimah adalah berkeyakinan bahwa Allah swt terdapat jizim (anggota tubuh) sekalipun jizim tersebut tidak sama …