Tidur Pagi
Tidur Pagi

Solusi Tidak Shalat Karena Tertidur

Tidak shalat gegara tidur kadang dialami sebagian orang. Bisa karena sebab capek setelah bekerja sambil menunggu waktu shalat tiba dan terlelap sampai habis waktu shalat dan sebab-sebab yang lain.

Telah dimaklum, shalat harus dikerjakan dalam situasi dan kondisi apapun sesuai dengan kemampuan. Berdiri bagi yang mampu, duduk, berbaring, dengan kedipan mata dan terakhir dengan isyarat hati. Teknisnya telah diatur dalam kitab-kitab fikih. Ini membuktikan bahwa shalat tidak boleh ditinggalkan sama sekali. Kecuali wanita haid, ia mendapat dispensasi tidak perlu shalat dan tidak wajib qadha’.

Bagaimana dengan orang yang tertidur sampai meninggalkan shalat, apakah wajib qadha’ atau tidak?

Dalam catatan Imam Nawawi al Jawi al Bantani dalam karyanya Kasyifatu al Saja Syarh Syafinatu al Naja, wajib qadha’ bagi orang yang meninggalkan shalat fardhu sebab ketiduran dan sunnah mengqadha’ shalat sunnah saat terbangun atau setelah ingat bahwa ia belum shalat.

Hukum wajib qadha itu didasarkan pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim, “Siapa yang tidak shalat karena tertidur atau lupa, hendaklah mengganti pada saat ingat”. Kewajiban untuk segera menggantikan ini supaya ia cepat terbebas dari tanggungannya.

Bagaiman kalau ia lupa sampai waktu yang cukup lama atau tidak mampu (tidak ada waktu) mengqaha’? Tetap wajib qadha’ pada saat ingat dan pada saat mampu untuk mengerjakannya. Sementara senggang waktu selama ia belum ingat atau tidak mampu, tidak dihitung sebagai dosa, sebab tidak ada kewajiban apapun bagi orang yang lupa.

Imam Zuhaili menambahkan dalam kitabnya Al Fiqhu al Islami, berdosa bagi orang yang tidak segera mengganti shalat padahal ia telah ingat dan memiliki kesempatan untuk mengganti. Lebih-lebih bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat. Bila tidak segera diganti padahal ada waktu luang, ia berdosa dua kali, dosa karena meninggalkan shalat secara sengaja dan dosa sebab menunda-nunda untuk menggantinya.

Baca Juga:  Ujian Akhir Sekolah Sudah Dekat, Perbanyaklah Doa ini

Sementara menurut Imam Nawawi dalam kitabnya Syarh Muslim memilah hukum mengqaha’ shalat ini. Bila meninggalkan shalat secara sengaja (tanpa udzur), wajib untuk segera mengganti. Pendapat lain membolehkan menundanya. Namun bila meninggalkan shalat sebab udzur, maka boleh menunda qadha’.

Apakah tidurnya orang yang belum shalat itu haram?

Pertanyaan ini dijawab dalam kitab Fatawa Iman Ramli. Bila tidur sebelum masuk waktu shalat meskipun ada dugaan kuat ia tidak akan bangun hingga waktu shalat habis, tidurnya tidak haram. Namun bila ia tidur pada saat waktu shalat telah masuk hukumnya haram, kecuali ia yakin akan bangun sebelum habis waktu shalat dan sempat melakukan shalat.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Faizatul Ummah

Faizatul Ummah
Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo