Suami Ditahan, Perempuan Muslim Uighur Diminta ‘Berbagi Ranjang” Oleh Pemerintah China

Jakarta Perempuan Muslim Uighur yang sudah menikah dilaporkan dipaksa berbagi ranjang yang sama dengan petugas pria China Han yang dikirim oleh pemerintah untuk memantau mereka ketika suami mereka sedang diindoktrinasi di kamp kamp konsentrasi Kabar itu dikutip dari The Independent via aboutislam net Seperti diketahui Sejak 2017 keluarga Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang diinstruksikan untuk mengundang pejabat ke rumah mereka dan memberi mereka informasi tentang kehidupan dan pandangan politik mereka Program Berpasangan dan Menjadi Keluarga adalah salah satu dari beberapa kebijakan represif yang menargetkan warga Uighur di wilayah tersebut Baru baru ini seorang kader Partai Komunis di provinsi Yengisar Yingjisha prefektur Kashgar dalam bahasa China Kashi mengatakan bahwa 70 hingga 80 keluarga yang ia awasi memiliki kerabat China kebanyakan laki laki yang tinggal hingga enam hari di setiap rumah tangga Mereka datang mengunjungi kami di sini setiap dua bulan Mereka tinggal bersama kerabat berpasangan mereka siang dan malam katanya sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya tersebut Mereka membantu keluarga dengan ideologi mereka membawa ide ide baru dan berbicara kepada mereka tentang kehidupan di mana selama itu mereka mengembangkan perasaan satu sama lain Baca Juga Amerika dan Lebih Dari 30 Negara Kecam Perlakukan China Terhadap Muslim UighurSelama minggu ini para pejabat itu bekerja dan makan bersama dengan tuan rumah Uighur Pejabat bahkan tidur di ranjang yang sama sebagai anggota keluarga Biasanya satu atau dua orang tidur di satu tempat tidur dan jika cuaca dingin tiga orang tidur bersama katanya Menurut Human Rights Watch HRW yang berbasis di New York pada bulan Desember 2017 pihak berwenang memperluas dorongan Berpasangan dan Menjadi Keluarga sejak Oktober 2016 Mereka menyebarkan lebih dari satu juta petugas menghabiskan seminggu tinggal di rumah Muslim Uighur terutama di daerah pedesaan Program itu diperpanjang pada awal 2018 dan para petugas itu sekarang menghabiskan setidaknya lima hari setiap dua bulan di rumah keluarga HRW menambahkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa para keluarga Muslim Uighur dapat menolak kunjungan semacam itu Baca Juga Wanita Uighur Mengaku Disuntik Steril Selama Ditahan di KampHRW menyebut Berpasangan dan Menjadi Keluarga sebagai contoh praktik asimilasi paksa yang sangat invasif Cara itu juga dinilai tidak hanya melanggar hak hak dasar Muslim Uighur tetapi juga cenderung mendorong dan memperdalam kebencian di wilayah tersebut Dolkun Isa presiden kelompok pengasingan Kongres Uighur Sedunia yang berbasis di Munich mengatakan kampanye Berpasangan dan Menjadi Keluarga merupakan penghancuran total keselamatan keamanan dan kesejahteraan anggota keluarga Muslim Uighur Program tersebut juga telah mengubah rumah orang Uighur menjadi penjara dimana mereka tidak dapat melarikan diri

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Menlu AS Bertemu Muslim Uighur Secara Virtual

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …