tasyahud akhir
tasyahud akhir

Sunnah Membaca Doa ini Setelah Selesai Bacaan Tasyahud Akhir

Tahyat akhir beserta bacaannya termasuk rukun shalat. Rukun shalat baik rukun fi’li (gerakan) maupun rukun qauli (bacaan) adalah sesuatu yang wajib dikerjakan. Apabila ditinggalkan berkonsekuensi batalnya shalat.

Salah satu rukun shalat, seperti dijelaskan oleh Syaikh Nawawi al Bantani dalam kitabnya Nihayatuz Zain adalah tahyat akhir dan salam pertama setelahnya. Bukan hanya Imam Nawawi al Bantani yang mengatakan hal ini, tapi semua ulama sepakat bahwa tahyat akhir adalah rukun shalat.

Pada biasanya seseorang langsung salam setelah tasyahud akhir beserta bacaannya selesai. Namun, sebagian orang tidak langsung salam, tetapi membaca doa dulu kemudian salam.

Apakah ada anjuran berdoa setelah tasyahud akhir sebelum salam?

Syaikh Zainuddin al Malibari dalam kitabnya Fathul Mu’in menjelaskan, disunnahkan untuk berdoa setelah selesai bacaan tasyahud akhir sebelum salam. Akan tetapi pada tasyahud pertama hukumnya makruh, kecuali kalau imam belum selesai membaca bacaan tasyahud, makmum boleh berdoa.

Apakah ada anjuran dari Nabi?

Pada biasanya ulama fikih memang tidak mencantumkan dasar pengambilan hukum mereka, baik Al Qur’an maupun hadist. Tetapi, bukan berarti pendapat ulama empat madhab adalah pendapat yang tidak memiliki landasan hujjah yang kuat. Hal ini semata karena untuk mempersingkat saja sehingga yang ditampilkan hukum yang telah jadi.

Seperti pendapat Syaikh Zainuddin al Malibari tentang kesunnahan membaca doa setelah selesai membaca bacaan tasyahud akhir, ternyata memang ada anjuran dari Nabi.

Sesungguhnya Abu Bakar berkata kepada Rasulullah: “Ajarkan aku sebuah doa yang bisa aku baca di saat shalat”. Rasulullah menjawab, bacalah: “Ya Allah sesungguhnya aku telah banyak berbuat dzalim pada diriku sendiri, dan tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau. Maka ampunilah dosaku dan sayangilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:  Terjebak Macet, Bolehkah Menjamak Shalat?

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda: “Jika kalian duduk tasyahud, maka mintalah perlindungan kepada Allah (setelah bacaan tasyahud akhir yang telah maklum) dengan mengucapkan, “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam, siksa kubur dan kerusakan disaat hidup dan mati, dan aku berlindung dari kerusakan bertemu Dajjal”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dua hadits ini sama-sama mengajarkan doa setelah tasyahud akhir. Boleh membaca salah satunya, boleh juga menggabungkan. Tidak ada komentar para ulama doa yang mana yang lebih utama didahulan, boleh yang mana saja untuk didahulukan.

Apabila digabungkan doa tersebut adalah berikut ini:

اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي  مغفرة من عندك وارحمني إنك أنت الغفور الرحيم  اللهم إني أعوذ بك من عذاب جهنم  ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن شر فتنة المسيح الدجال

“Allahumma inni dzalamtu nafsii dzulman katsira, wa la yaghfirud dunuba Illa anta, faghfir lii maghfirotan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafurur rohim. Allahumma inni a’udzubika min ‘adabi jahannama wa min ‘adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati wa min syarri fitnatil masihid Dajjal”.

“Ya Allah sesungguhnya aku telah banyak berbuat dzalim pada diriku sendiri, dan tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau. Maka ampunilah dosaku dan sayangilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam, siksa kubur dan kerusakan disaat hidup dan mati, dan aku berlindung dari kerusakan bertemu Dajjal”

Inilah doa yang dianjurkan dibaca setelah tasyahud akhir sebelum salam. Penting untuk membaca doa ini, karena selain dianjurkan oleh Rasulullah saat shalat merupakan waktu mustajab.

Bagikan Artikel ini:

About Nurfati Maulida

Avatar of Nurfati Maulida

Check Also

qorun

Kisah Qarun: Simbol Oligarki Finansial dalam Al Qur’an

Terlalu sederhana, hanya menceritakan Qarun sebagai pengusaha tamak sampai lupa perintah zakat. Hampir tidak ada …

haman

Haman: Kisah Politikus Rakus pada Zaman Fir’aun yang Diceritakan Al-Quran

Sebuah bangsa dibangun dengan hati penyair, namun hancur di tangan politikus Dr. Muhammad Iqbal Haman …