Surah Al Ikhlas
Surah Al Ikhlas

Surah Pendek yang Memiliki Keutamaan Luar Biasa

Surah al-Ikhlas merupakan salah satu surat pendek yang mudah dihafal oleh anak kecil dan banyak dibaca setiap shalat oleh umat Islam. Surah ini memang cukup pendek tetapi memiliki keuatamaan yang luar biasa. Inilah surah yang satu-satunya membicarakan hanya tentang Dzat Allah tidak ada bahasan lainnya. Surat ini adalah surat al-ikhlas.

Konon ada salah satu sahabat Nabi yang setiap shalatnya hanya membaca surat ini setelah al-fatihah baik rakaat pertama maupun rakaat berikutnya. Suatu saat salah satu sahabat menegornya. Namun, ia mengatakan kesukaannya terhadap surah ini yang hanya berbicara tentang Allah dan tidak ada yang lain. Nabi Pun mengafirmasi dan membolehkan bacaan surat yang berulang dalam satu shalat.

Meskipun hanya 4 ayat, surah ini sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya: “Katakanlah (Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (Surah Al-Ikhlas:1-4)

Dinamakan surat al-Ikhlas karena mengandung tauhid atau pengkhususan ibadah kepada Allah semata. Orang yang membaca dan merenungkannya berarti telah mengikhlaskan agamanya untuk Allah semata. Surah ini merupakan penegasan keesaan Allah Ta’ala dan menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya.

Konteks turunnya ayat ini sebagaimana dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud menjelaskan bahwa ada sekelompok Bani Quraisy pernah meminta Nabi Muhammad untuk menjelaskan leluhur Allah. Kemudian turunlah surah ini menegaskan keesaan Allah.

Adapun beberapa keutamaannya.

Pertama, al-Ikhlas sebanding dengan sepertiga al-Quran

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ، أَنَّ رَجُلًا سَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا، فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ، وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ القُرْآنِ»

Baca Juga:  Jangan Sepelekan Kebaikan Kecil

Artinya: “Dari Abi Said al-Hudry, dia menceritakan bahwa ada seseorang yang mendengar orang lain membaca ‘Qul Huwallah ahad’ berulang-ulang. Ketika pagi hari, dia mendatangai Rasulullah SAW seraya menceritakan kejadian tersebut. Kemudian Rasulullah saw menjelaskan; ‘Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamanya, Surat Ikhlas sebanding dengan sepertinga al-Qur`an.” (HR Bukhari)

Sahabat Anas bin malik menceritakan bahwa ada seseorang yang menyatakan kepada Rasulullah bahwa dirinya mengidolakan surat al-Ikhlas. Sehingga iapun sangat sering membacanya berulang-ulang. Maka Rasulullahpu menyatakan bahwa “kecintaanmu kepada al-Ikhlas akan memasukkanmu ke dalam Surga”.

Kedua, mendapat panggilan khusus di hari kiamat.

Saat semua makhluk Allah akan di bangkitkan dari kuburnya secara bersamaan. Hanya umat Allah yang senantiasa mengistiqomahkan membaca surat al-Ikhlas minimal lima puluh kali sehari akan diistimewakan secara khusus dengan dipanggil Sang Pemuji agar segara bergegas menuju syurga. Seperti tertulis dalam sebuah hadist,

عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسِينَ مَرَّةً نُودِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ قَبْرِهِ: قُمْ يا مادح الله فَادْخُلِ الْجَنَّةَ»

Artinya: “Dari Jabir berkata bahwa Rasulullah saw bersabda; barang siapa membaca Qul huwallah ahad lima puluh kali setiap harinya, maka di akan dipanggil dari kuburnta di hari Qiyamat; “Bangunlan wahai pemuji Allah, masuklah ke dalam syurga’.” (HR Thabrani. Hadis ke 9446)

Ketiga, penjaga ketika tidur.

Tidur merupakan bentuk mati kecil bagi manusia. Oleh karenanya saat tidur sering kali setan masuk ke dalam mimpi seseorang, sehingga mereka mampu melihat hal-hal yang menakutkan. Selain itu terkadang setan juga menganggunya dengan membawa ruh antara dua alam.

Maka dianjurkan membaca surat al Ikhlas, al-falaq dan an-nas sebelum tidur, meniupkan ke tangan dan mengusapkanya ke tubuh.

Baca Juga:  Belajar dari Kasus Pembubaran Midodareni : Sikap Intoleran Melahirkan Tindakan Ekstrem

عَنْ عَائِشَةَ: ” أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ “

Artinya: “Diceritakan dari Aisyah, bahwa ketika rasulullah SAW hendak beranjak ke tempat tidur, beliau menengadahkan kedua telapak tangan dan meniupnya sambil membaca ‘Qulhuwallh ahad, qul `audzu bi rabbil falaq, qul `audz birabbinnas’, kemudian mengusapkan sekadarnya ke seluruh bagian tubuh, dimulai dari kepala dan wajah, dilanjutkan ke tubuhnya sebanyak tiga kali.” (HR Bukhari).

Bagikan Artikel

About Imam Santoso

Avatar