bulan syawal
bulan syawal

Syawal Bulan Pembuktian : Inilah 3 Amalan yang Baik di Bulan Syawal

Bukan hanya bulan suci Ramadhan, bulan Syawal juga merupakan bulan yang istimewa dalam hal peningkatan amal ibadah umat. Bulan Syawal juga menyimpan berbagai peristiwa bersejarah yang tentunya bisa di jadikan pelajaran bagi umat muslim. 

Selain itu, bulan Syawal sebagai pengiring bulan suci Ramadan merupakan bulan pembuktian dari nilai ketaqwaan yang ditempa selama sebulan. Syawal adalah bulan yang seharusnya semua umat muslim berlomba-lomba dalam membuktikan diri sebagai umat yang mampu mempertahankan ketakwaan pasca berakhirnya bulan Ramadhan.

Karena itulah, agar tidak terlalu lepas dari nuansa Ramadan, umat Islam tetap dianjurkan dengan memperbanyak amal ibadah di bulan Syawal. Setidaknya ada tiga amalan penting yang sunnah dilaksanakan di bulan ini.

Pertama, anjuran untuk menjalankan puasa selama enam hari setelah menjalankan puasa Ramadan. Seperti diceritakan dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW berkata, ” Siapa saja yang berpuasa selama Ramadan kemudian diikuti enam hari saat Syawal maka seperti berpuasa seumur hidup.”  (HR. Ibnu Majah). 

Biasanya, amalan puasa ini dilakukan pada hari kedua Bulan Syawal hingga hari berikutnya selama 6 hari. Puasa 6 hari bulan Syawal menjadi pelengkap dan penyempurna puasa Ramadhan. Puasa 6 hari ini juga dapat dilakukan pada minggu ke-2 Bulan Syawal. 

Kedua, selain berpuasa ada pula bersilaturahmi yang juga termasuk dalam amalan sunah di bulan Syawal. Banyak yang tidak menyadari bahwa, tradisi silaturahmi juga tergolong sebagai ibadah sunah yang memiliki keberkahan yang cukup besar di bulan Syawal ini. 

Silaturahmi merupakan kegiatan yang dilakukan dengan cara saling memaafkan baik sesama anggota keluarga, rekan kerja maupun teman. Itulah mengapa bulan Syawal ini menjadi bulan yang penuh berkah. Namun karena sekarang kita masi berada di masa pandemi, banyak orang yang melakukan silaturahmi dengan cara virtual. 

Baca Juga:  Imam Besar Masjid Istiqlal Ajak Umat Islam Lakukan Sesuatu Untuk Alquran di Bulan Ramadan

Ketiga, sunah terakhir ialah menikah. Bukan hanya merupakan wujud ibadah dan penyempurna separuh agama, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendiri di antara kalian, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya kalian yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS: An Nur:32).

Lalu, kenapa harus bulan Syawal? Siapa sangka, ternyata menikah di bulan Syawal merupakan suatu kebaikan yang dianjurkan. Dalam hadits yang yang diriwayatkan Imam Muslim dari Aisyah, “Rasulullah SAW menikahiku saat Bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di Bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?” 

Hadis di atas menjelaskan bahwa Rasulullah menikahi Aisyah untuk membantah keyakinan yang salah bagi sebagian masyarakat jahiliyah, yakni tidak suka menikah di antara dua Ied (bulan Syawal termasuk di antara Idulfitri dan Iduladha). Mereka berfikir menikah di bulan Syawal akan menimbulkan adanya perceraian. 

Dahulu kaum jahiliyah mernah melihat unta betina yang sedang mengangkat ekornya (syaalat bidzanabiha) pada bulan Syawal. Peristiwa ini dijadikan alasan sebagai tanda bahwa unta betina tidak mau untuk menikah, sebagai tanda juga menolak unta jantan yang mendekat. Karena alasan inilah para kaum jahiliyah juga menolak untuk dinikahi, selain itu para wali pun enggan menikahkan putri mereka di bulan Syawal.

Demikian, tiga amalan yang baik dilaksanakan di bulan Syawal. Tentu saja masih banyak amalan lain yang harus diperbanyak oleh umat Islam sebagai pembuktian telah lulus dari Ramadan. Usainya Ramadan bukan usainya ibadah, tetapi momen untuk membuktikan diri selalu bisa merawat nuansa dan kegigihan beribadah seperti di bulan Ramadan.

Bagikan Artikel

About Ernawati