tafsir al-quran

Tafsir Al-Maidah 2 : Maksud Ayat Menolong Kemaksiatan

Allah berfirman, “Dan tolong menolong lah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya” (QS. al Maidah: 2)

Dalam tafsir Al Wasith Li Thanthawi dijelaskan, makna ayat ini adalah perintah kepada orang-orang mukmin untuk bahu membahu dalam dalam kebaikan dan takwa kepada Allah. Sebaliknya, dilarang tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Sebab tolong menolong dalam hal kebaikan dan ketaatan akan mendatangkan kebahagiaan, sementara tolong-menolong dalam dosa dan kemaksiatan menjadi penyebab kesengsaraan.

Nabi bersabda, “Barang siapa yang memberi petunjuk kepada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengerjakannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (HR. Muslim)

Pertanyaannya, apakah makna sebenarnya menolong terjadinya kemaksiatan?

Muhammad Taqi bin Muhammad Syafi’ al Utsmani dalam Buhuts wa Qadhaya Fiqhiyyah Mu’ashirah menulis, memfasilitasi atau membantu terjadinya maksiat haram secara mutlak berdasar pada ayat al Qur’an. Tetapi makna hakiki menolong terjadinya kemaksiatan disini adalah perbuatan yang menyebabkan terjadinya maksiat akibat dari perbuatan itu sendiri. Dengan kata lain kemaksiatan tidak akan terjadi andai tidak ada bantuan itu dan tidak ada tujuan lain dari peran tersebut selain terjadinya kemaksiatan. Jika peran itu ada maksiat ada, tapi jika peran itu hilang maksiat pun urung dilakukan.

Bagaimana kalau membantu kemaksiatan tapi memiliki tujuan lain seperti mewujudkan kemaslahatan?

Syaikh ‘Izzuddin bin Abdissalam dalam Qawa’id al Ahkam menulis, ada kalanya membantu terjadinya dosa, permusuhan, kefasikan dan kemaksiatan itu diperbolehkan. Bukan dari aspek perbuatan tersebut membantu terjadinya kemaksiatan, tapi karena ada tujuan lain yang bisa menciptakan maslahah dan mencegah terjadinya mafsadah. Membantu kemaksiatan itu bukan dalam upaya menciptakan dan setuju terhadapnya melainkan ada tujuan lain yang lebih maslahah yang hendak dicapai.

Baca Juga:  Wawasan Seputar Al-Qur’an : Tiga Proses Tahapan Bayi dalam Rahim

Di Indonesia, tradisi menjaga gereja saat Natal yang dilakukan oleh Banser terkadang dianggap kerjaan yang memfasilitasi terjadinya kemaksiatan. Bila demikian tentu dilarang. Tetapi, peran mereka ketika menjaga gereja tidak menjadi penentu dilaksanakan atau tidak perayaan natal. Andaipun Banser tidak ikut menjaga Gereja, natal akan tetap berlangsung.

Sesuai penjelasan yang telah diuraikan, peran Banser ini tidak masuk dalam makna hakiki menolong kemaksiatan sebab ada tujuan lain yang lebih besar yang hendak dicapai. Yaitu, maslahah berupa terciptanya kerunan antar umat beragama dan mencegah terjadinya mafsadah seperti gangguan atau serangan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti terorisme.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Faizatul Ummah

Faizatul Ummah
Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo