tafsir akhir tahun
tafsir

Tafsir Surat al Hasyr ayat 18 : Pentingnya Muhasabah Akhir Tahun

Introspeksi diri atau muhasabah dalam bahasa Arab adalah memikirkan dan merenungkan segala aktifitas yang telah kita lakukan. Muhasabah berarti menilai diri sendiri, melihat kekurangan dan kealfaan selama ini. Terutama dalam hal pengabdian kita kepada Allah.

Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyr: 18).

Dalam kitab Lathaiful Isyarat, kitab tafsir yang ditulis oleh Imam Abdul Karim bin Hawazin bin Abdul Malik al Qusyairi dijelaskan, kata takwa pada ayat di atas memiliki dua makna.

Pertama, takwa untuk menghindari siksaan (‘uqubah). Secara tegas, Allah memerintahkan manusia supaya bertakwa. Konsekuensi (mafhum mukhalafah) Allah akan menyiksa orang-orang yang tidak bertakwa.

Kedua, takwa yang dilandasi semangat baru. Yakni, mempersiapkan diri untuk menambah kualitas ketakwaan dan introspeksi diri terhadap segala aktifitas yang telah dilakukan untuk dipertanggungjawabkan di hari pembalasan.

Lanjut Imam Qusyairi, ada tiga indikator seseorang yang memiliki semangat baru untuk menambah kualitas ketakwaan.

Pertama, menjadikan hari-hari yang sedang dijalani dengan memperbanyak ibadah dan amaliah yang bernilai pahala. Kedua, introspeksi terhadap apa yang telah dikerjakan sebelumnya, di hari-hari yang telah dilalui, untuk diperbaiki pada hari-hari berikutnya. Ketiga, memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat serta memenuhi segala kewajiban dan tanggung jawab.

Pesan yang hendak disampaikan oleh ayat di atas adalah muhasabah atau introspeksi supaya tumbuh semangat baru untuk melangkah dan menapaki era baru. Muhasabah membaca kekurangan di masa lalu untuk masa depan yang lebih berkualitas.

Di penghujung tahun ini, pesan tersebut hendaknya terpatri kuat dalam lubuk jiwa setiap muslim. Tidak cukup hanya memperingati tahun baru dengan sekadar acara seremonial belaka. Lebih dari itu, akhir tahun menjadi momentum untuk melakukan muhasabah supaya ke depan kualitas keimanan dan ketakwaan bertambah.

Rasulullah bersabda: “Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, ia (tergolong) orang yang beruntung. Siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, ia (tergolong) orang yang merugi. Dan, siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka)”. (HR. Al Hakim).

Maka, pergantian tahun baru kali ini hendaklah menjadi pemicu bagi kita untuk merenungkan segala aktifitas yang telah dilalui. Mengoreksi setiap kekurangan dan kealfaan di tahun ini sehingga memiliki semangat baru untuk menambah kualitas ibadah dan amaliah yang lain lebih berkualitas di tahun depan. Sesuai dengan spirit ayat di atas.

Bagikan Artikel ini:

About Nurfati Maulida

Check Also

ilmu agama di internet

Viral Anak Membunuh karena Media Sosial, Inilah 4 Aturan Fikih Mendidik Kesalehan Bermedia Sosial Anak

Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh dua orang siswa sekolah menengah atas terhadap seorang bocah berumur …

Abdullah bin Abbas

Kisah Ibnu Abbas Menginsyafkan 2000 Muslim Radikal

Kisah ini diriwayatkan oleh beberapa orang perawi hadits seperti Thabrani, Baihaqi, Hakim dan Nasa’i. Satu …

escortescort