Teroris Uighur yang melakukan aksi di Indonesia
Teroris Uighur yang melakukan aksi di Indonesia

Tak Bisa Berjihad ke Suriah, 12 Orang Uighur Justru Pilih ke Poso

Jakarta – Terungkap 12 orang dari suku Uighur yang tinggal di Provinsi Xinjiang, China, yang tergabung dalam foreign terrorist fighter (FTF) masuk ke Indonesia atau tepatnya ke Poso pada 2011. Mereka memilih Poso sebagai tempat untuk berjihad, setelah mereka gagal bergabung dengan ISIS di Suriah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Densus 88 Antiteror, Irjen Pol Marthinus Hukom dalam seminar mengenai HAM dan Penanggulangan Terorisme yang diadakan Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme (PRIK KT) dan Revera Institute, Senin (27/9/2021).

Menurutnya, kelompok ini telah membawa paham separatis sejak berada di China karena persoalan tidak terpenuhinya hak-hak mereka.

“Kita lihat bahwa beberapa orang Uighur masuk ke Indonesia, kurang lebih 12, sekitar tahun 2011, saya mengatakan di sini bahwa gerakan Uighur di negaranya adalah separatis, sama seperti separatis, menuntut hak hidup, politik, supaya diberlakukan sama dengan warga lain, sampai di sini kita harus menghormati hak-hak mereka,” ujarnya.

Marthinus menyebut, FTF Uighur saat keluar dari China sudah berhubungan dengan kelompok teroris. Awalnya, mereka ingin berjihad di Suriah, namun karena tak bisa masuk, akhirnya menuju wilayah konflik terdekat di Asia Tenggara, termasuk Poso, Indonesia.

“Untuk diketahui, kelompok Uighur yang masuk ke sini tujuannya sebenarnya untuk berangkat berjihad atau berkonflik di Syria (Suriah), namun pada saat itu kesulitan masuk ke Syria, akhirnya mereka memilih konflik terdekat, terdekatnya mana? ya Poso, menurut mereka karena propaganda yang kuat sekali lalu mereka masuk,” ungkap Marthinus.

Menurutnya, ke-12 orang FTF Uighur ini adalah pihak awal yang mencoba masuk ke Indonesia. Marthinus memastikan penangkapan terhadap 12 orang ini adalah langkah Densus 88 untuk menghentikan semakin banyaknya FTF Uighur yang masuk ke Indonesia.

Baca Juga:  21 Hari Setelah Ditangkap, Terduga Teroris Farid Okbah Cs Resmi Ditahan

“Dari informasi intelijen, kita temukan 12 orang yang masuk adalah semacam watertest, kira-kira kalau dia masuk ke sini bisa enggak orang lain ikutan masuk?” terang Marthinus.

Tidak hanya 12 orang itu, ungkap Marthinus, menurut informasi dari pihak intelijen, didapat kelompok Uighur yang sudah siap masuk ke Indonesia maupun Syria itu ribuan orang yang sudah di Asia Tenggara.

Ia kemudian menceritakan kejadian bom di Bangkok, Thailand, yang menyasar kuil yang dilakukan FTF Uighur. Dengan adanya kejadian ini, Marthinus memastikan kelompok ini sudah dikategorikan sebagai teroris.

“Kita lihat contoh, setelah kita menangkap kelompok Uighur di sini atau sebelum menangkap, ada kejadian pengeboman semacam kuil di Thailand, di Bangkok, itu yang dilakukan oleh kelompok Uighur. Artinya Uighur yang masuk ke sini tidak lagi separatis tapi juga sudah teroris, dia menyerang orang-orang yang tidak bersalah,” ujarnya.

Dalam seminar ini, Marthinus juga menampilkan wajah dan identitas 12 orang FTF Uighur. Mayoritas dari mereka sudah bebas pada 2016 dan 2020.

“Kita yang memutuskan menghukum mereka sebagai teroris. Lalu menjadi masalah besar kalau kita membiarkannya mereka di sini. Saya tidak akan menjelaskan detail di sini, karena kewenangan otoritas mendeportasi mereka bukan kewenangan kami. Tapi pada prinsipnya ketika kita mengembalikan mereka ke negara mereka, maka hak-hak mereka harus dihormati,” pungkasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT di UIN Serang

Perguruan Tinggi Islam Berperan Penting Sebarkan Moderasi Beragama Kepada Mahasiswa

Serang – Perguruan Tinggi Islam berperan penting dalam menyebarkan moderasi beragama kepada para mahasiswa. Hal …

menko polhukam mahfud md memberikan keterangan kepada wartawan terkait

Buka Kongres IPNU dan IPPNU, Menko Mahfud MD: Minta Jaga Wasthiyah Islam

JAKARTA – Islam wasathiyah (moderat) menjadi salah satu jalan untuk menjaga kebersamaan setiap elemen bangsa, …