fakir miskin
fakir miskin

Tanda Cinta Kepada Nabi selalu Menyayangi Fakir Miskin

Allah SWT Dzat yang menciptakan segala makhluknya, ada yang kaya juga ada yang kurang biaya, ada yang terhormat juga ada yang hina amat. Dari sini, Allah menguji seberapa besar keimanan dan kepedulian seseorang kepada sesama manusia agar tercipta keharmonisan yang merata.

Realita dimasyarakat, banyak orang termarjinalkan, tersisih, dikucilkan oleh yang lain karena ketiadaan harta maupun kasta sehingga malu untuk berteman, berinteraksi dengan sekitar. Padahal Nabi Muhammad sebagai seorang Rasul mengajarkan kepada kita agar mencintai kaum yang lemah baik secara materi maupun non materi. Hal ini agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam yang baik sehingga menjadi umat yang kuat dan bermartabat.

Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan kepada Nabi agar selalu bersama orang yang tekun beribadah walau mereka tak memiliki biaya atau kekurangan akan harta.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا (28)

Artinya:”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi/28).

Menurut Imam Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa ketika tokoh-tokoh terkemuka suku Quraisy berkumpul, mereka meminta kepada Nabi agar tak mengajak orang-orang fakir miskin ikut bersama Nabi. Lantas Nabi diingatkan oleh Allah agar menggauli mereka dengan baik tanpa meremehkan sedikitpun serta tak memandang rendah mereka dikarenakan kurang akan materi.

Baca Juga:  Kenapa Rasulullah Melarang Minum Berdiri? Inilah 5 Dampak Buruk Minum Sambil Berdiri

Sedangkan menurut Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan bahwa Nabi Muhammad diperintahkan untuk bergaul dengan fakir miskin karena mereka termasuk orang yang diberikan kesabaran yang tinggi dan selalu konsisten dalam beribadah serta mampu menahan hawa nafsunya dari hal terlarang.

Tiga Keistimewaan bagi Orang yang Menyayangi Fakir Miskin

Kehidupan di dunia akan terasa bermakna bila manusia saling melengkapi, mengerti dan peduli dengan lingkungan sekitar, terutama kepada orang-orang yang sangat membutuhkan pertolongan kita.

Manusia yang baik adalah yang mampu mengkombinasikan kesalehan individual dengan Tuhannya dan keshalehan sosial terhadap sesama manusia.

Ibnu Al-Mulaqqin dalam Tabaqat al-Aulia mengutip perkataan seorang Ulama yang bernama Ahmad bin Al-Khadzrawaih Al-Balkhi yang menjelaskan bahwa orang yang mau peduli dengan Fakir miskin akan mendapat tiga kemuliaan, yaitu:

Pertama, Allah akan menjadikan dirinya orang yang tawadhu'(rendah hati) tak sombong, sehingga ia menjadi orang yang diberikan kasih sayang dan ia kan diangkat derajatnya dihadapan Allah dan Makhluk-Nya.

Kedua, Akhlaknya semakin bertambah baik. Bila seseorang mau peduli dengan Fakir miskin, ia akan merasakan problematika kehidupan dengan segala kekurangan seperti yang mereka hadapi sehingga hal ini membentuk karakternya menjadi orang baik dan menjadi orang yang peduli.

Ketiga, ia akan menjadi orang yang dermawan. Ia mengetahui pentingnya berbagi kepada mereka. Ia sadar bila tak ada yang peduli akan nasib mereka akan terjadi kemerosotan mental, maka dari itu uluran tangan seberapa kecil sebagai bentuk penghargaan terhadap mereka.

Allah menciptakan manusia ada yang kaya dan miskin agar saling melengkapi. Orang kaya merasa cukup dengan hartanya, sedangkan orang fakir miskin merasa cukup tenang dengan kekuatan doanya. Keduanya saling membutuhkan, dan saling melengkapi satu dan yang lainnya.

Baca Juga:  Maulid Nabi dan Mendidik Anak Cinta Rasul

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa orang miskin diperlakukan secara baik dan mulia oleh Nabi, maka dari itu, kita sebagai umatnya harus mengikuti jejak beliau menyayangi dan peduli kepada mereka agar mendapatkan syafaat dari Nabi dan doa dari fakir miskin yang dikabulkan oleh Allah.

Bagikan Artikel ini:

About Moh Afif Sholeh

Avatar of Moh Afif Sholeh
Alumnus Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta dan Guru Bahasa Arab di SMA Islam Cikal Harapan BSD

Check Also

Lemah Lembut dalam Pergaulan

Anjuran Bersikap Lemah Lembut dalam Pergaulan

Islam menekankan pentingnya bersikap yang baik dan bijaksana dalam berhubungan dengan sesama

ulama nusantara

Siapa yang Pantas Menyandang Gelar Ulama

Ulama merupakan jama’ dari kata alim yang berarti orang yang mengetahui ilmu dan mampu mengamalkannya.