doa bagi penerima zakat
doa bagi penerima zakat

Tidak Hanya Pemberi, Inilah Doa bagi Penerima Zakat

Zakat termasuk rukun Islam yang tak boleh ditinggalkan. Wajib bagi semua umat Islam, tak terkecuali bayi dan anak-anak, orang tua atau walinya bajib mengeluarkan zakat untuk mereka. Tentu saja kewajiban ini berlaku bagi umat Islam yang mampu, yang memiliki kelebihan harta.

Sementara kepada siapa zakat itu harus diberikan telah disebutkan secara jelas dalam al Qur’an (al Taubah: 60).

“Sesungguhnya zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana”.

Dalam fikih muzakki (orang yang wajib zakat) diharuskan berniat ketika akan memberikan zakatnya kepada mustahiq (penerima zakat). Berniat akan mengeluarkan zakat untuk dirinya/keluarga yang menjadi tanggungjawabnya.

Apakah penerima zakat wajib berdoa ketika menerima zakat?

Firman Allah: “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka”. (Al Taubah: 103)

Pada ayat ini ada kalimat “berdoalah untuk mereka”. Dalam tafsir al Thabari, kalimat ini bermakna, mintakan pengampunan Allah untuk mereka. Demikian juga dalam tafsir Ibnu Katsir, kalimat tersebut merupakan perintah untuk mendoakan para pemberi zakat dan memintakan ampunan kepada Allah untuk mereka.

Berarti penerima zakat wajib berdoa untuk pemberi zakat?

Pertanyaan ini dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya al Adzkar. Mengutip perkataan Imam Syafi’i, Imam Nawawi menjelaskan bahwa mustahiq zakat selayaknya berkata kepada pemberi zakat, “Semoga Allah memberi pahala terhadap apa yang telah engkau berikan, dan Allah menyucikanmu sebab pemberian (zakat) tersebut serta memberi berkah terhadap hartamu”.

Menurut Imam Nawawi, pendapat yang masyhur dalam madhab Syafi’i dan madhab yang lain doa ini sunnah diucapkan oleh penerima zakat, tidak wajib. Namun, menurut sebagian ulama madhab Syafi’i hukumnya wajib sebagaimana perkataan Imam Syafi’i yang mengatakan wajib bagi yang mewakili untuk berdoa kepada pemberi zakat.

Adapun doa penerima zakat sebagaimana ditulis oleh Imam Nawawi adalah:

أجرك الله فيما أعطيت وجعله لك طهورا وبارك لك فيما أبقيت

“Ajarakallahu fima a’thoita wa ja’alahu laka thohuron wa baraka lama fima abqoita”.

Artinya: “Semoga Allah memberi pahala terhadap apa yang telah engkau berikan, dan Allah menyucikanmu sebab pemberian (zakat) tersebut serta memberi berkah terhadap hartamu”.

 

 

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Bendahara Umum divisi Politik, Hukum dan Advokasi di PC Fatayat NU KKR

Check Also

fatwa

Fikih Politik (9): Beda Hukum Fatwa Politik dan Fatwa Politis

Tahun 2023 disebut tahun politik. Suhu politik menjadi lebih panas di tahun. Kontestasi politik meningkat …

rajab

Jawaban Bid’ah Amalan Rajab Menurut Alhafidz Ibnu Hajar al ‘Asqalani

Para ulama telah membicarakan keutamaan bulan Rajab. Ada banyak doa dan amalan yang dianjurkan dilakukan …

escortescort