1

Tren Jumlah Kasus COVID Harian Arab Saudi Sentuh Angka 1000, Bagaimana Nasib Haji & Umrah?

Jakarta – Pandemi Covid- 19 memasuki tahun 2022 belum juga berakhir, meskipun tren angka penurunan terus diperlihatkan dibeberapa negara, namun dibeberapa negara lainya justeru mengalami peningkatan jumlah, seperti di Inggris dan sebagian negara eropa lainya. Tidak terkecuali di Arab Saudi tren peningkatan dalam hitungan harian juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Meningkatnya jumlah kasus Covid- 19 di Arab Saudi akan berdampak pada banyak hal salah satunya adalah rencana pelaksanaan ibadah Umrah yang sempat tertunda dan ibadah Haji tahun ini. Total kasus Covid- 19 di Arab Saudi sudah menyentuh angka di atas seribu untuk pertama kalinya semenjak Agustus 2021, hingga terkonfirmasi 1.024 kasus per Minggu (2/1/2022).

Hal ini dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi melalui laman resmi milik pemerintah setempat Saudi Press Agency dan dikutip detikEdu dan detik.com, Senin (3/1/2022).

“Kementerian Kesehatan mengumumkan, 1.024 kasus terkonfirmasi COVID-19 dan 298 kasus sembuh di Kerajaan Arab Saudi selama 24 jam terakhir,” tulis Saudi Press Agency.

Kabar kasus COVID-19 harian di Arab Saudi ini tentu mengundang tanya soal nasib pelaksanaan haji dan umrah di Masjidil Haram. Lantas, seperti apa kabar terbaru dari Masjidil Haram?

Social Distancing Kembali Diberlakukan
Hingga hari ini (3/1/2022), belum ada keterangan secara resmi dari pihak pemerintahan Arab Saudi terkait pelaksanaan haji dan umrah setelah adanya kenaikan kasus harian.

Namun, pada Kamis (30/12/2021) lalu, pemerintah setempat kembali menerapkan pengetatan di Masjidil Haram. Artinya, aturan social distancing bagi jamaah haji dan umrah kembali diberlakukan, sebagaimana diberitakan oleh Al Arabiya News dan Reuters.

Diketahui, aturan pengetatan ini dilatarbelakangi dari catatan kasus infeksi COVID-19 yang terus mengalami peningkatan selama beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:  Didoktrin Mati Syahid, Ribuan Muslim Afghanistan Tetap Salat Jamaah dan Abaikan Physical Distancing

“Arab Saudi pada hari Kamis menerapkan kembali langkah-langkah jarak sosial di Masjidil Haram di kota suci Muslim Mekah, setelah mencatat jumlah infeksi COVID-19 tertinggi dalam beberapa bulan,” tulis Al Arabiya News.

Otoritas Kerajaan Arab Saudi juga mengungkapkan, penerapan social distancing atau jaga jarak tidak hanya berlaku bagi jamaah haji dan umrah. Melainkan berlaku pula bagi peziarah di Masjidil Haram.

Tanda Lantai Kembali Dipasang
Diketahui, para pekerja di Masjidil Haram juga mulai mengembalikan tanda lantai untuk memandu jamaah dalam menerapkan social distancing. Mulanya, aturan tanda lantai ini sempat dihapus pada 17 Oktober 2021 lalu.

Namun, dalam rangka implementasi aturan pengetatan kembali di Masjidil Haram, tanda ini kembali dipasang di Tanah Suci tersebut.

Perlu diketahui, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan total kasus setelah adanya penambahan kasus terbaru hingga menyentuh angka 1.024 per hari Minggu (2/1/2022).

Angka total keseluruhan kasus infeksi di Arab Saudi meningkat hingga 558.106, sementara total untuk kasus sembuhnya sudah mencapai 542.413.

Selain itu, dilaporkan pula bahwa ada total 69 kasus kritis dari keseluruhan 6.814 kasus aktif hingga kemarin. Kasus kematian pun bertambah 1 kasus per harinya hingga menyebabkan jumlah kematian di Arab Saudi mencapai 8.879.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …