Presiden Mali
Presiden Mali

Usai Salat Idul Adha, Presiden Mali Diserang Pria Didalam Masjid

Bamako – Perayaan Idul Adha seharusnya menjadi momentum untuk lebih bersikap bijak dan arief dalam bertindak serta mencontoh bagaimana Nabi Ibrahim, Nabi Isa serta Siti Hajar yang begitu ikhlas. Namun tidak demikian dengan seorang pria yang menyerang Presiden sementara Mali, Assimi Goita di dalam masjid.

Goita bersama sejumlah menteri melaksanakan ibadah salat Idul Adha di masjid Lotus Toure, Bamako, Mali. Ketika selesai salat dan imam mengarahkan jamaah untuk keluar, pria tersebut kemudian beraksi menyerang Presiden, beruntung tim keamanan sigap melindungi kepala negara.

Dilansir dari AFP dan detikcom, penyerang menghunuskan pisau ke arah Goita beberapa saat setelah Salat Idul Adha selesai pada Selasa (20/7) waktu setempat. Pelaku berlari ke arah presiden usai imam masjid mengarahkan jamaah ke luar masjid untuk melihat proses penyembelihan hewan kurban.

Namun, penyerangan itu berhasil digagalkan oleh pasukan keamanan presiden. Terlihat sejumlah bercak darah di sekitar lokasi penyerangan. Tidak jelas, darah tersebut berasal dari siapa.

Goita kemudian diamankan oleh pasukan keamanan. Setelahnya, Goita memberikan pernyataan bahwa ia dalam keadaan baik-baik saja.

“Itu (penyerangan) bagian dari (risiko) menjadi seorang pemimpin, selalu ada ketidakpuasan,” ujar Goita dilansir dari AFP, Selasa (21/7/2021).

“Ada seseorang yang sewaktu-waktu mungkin ingin mencoba hal-hal yang menyebabkan ketidakstabilan,” lanjutnya.

Kantor kepresidenan Mali kini telah melakukan investigasi terkait penyerangan tersebut.

Menteri Agama Mamadou Kone, yang berada di lokasi penyerangan, mengatakan kepada AFP bahwa pria yang berupaya menusuk Goita telah ditangkap.

Direktur masjid, Latus Toure, mengatakan penyerang tak berhasil melukai presiden namun diketahui melukai jamaah lain. Pasukan keamanan yang enggan disebut namanya mengatakan 2 orang ditangkap dari kasus penyerangan itu.

Baca Juga:  Muslim Irlandia Gelar Salat Idul Adha di Stadion Megah

Kepala Distrik Polisi Bamako, Sadio Tomoda, mengatakan kepada AFP bahwa pelaku utama penyerangan merupakan seorang ‘guru’. Namun ia tak menjelaskan lebih rinci soal ‘guru’ yang dimaksud.

Lalu, pelaku lainnya yang ditangkap adalah seorang anggota pasukan khusus bersenjatakan pistol.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

UIN Suka Akan Berikan Gelar HC Kepada Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

Jakarta –  Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta akan memberikan gelar Honoris Causa …

ibadah umrah di masa pandemi

Persiapkan Haji dan Umrah Sejak Dini, Kemenag Susun Skema Vaksin & Booster Untuk Calon Jemaah Umrah

Jakarta – Pelaksanaan ibadah haji telah dua kali ditunda akibat adanya pandemi Covid- 19. Terakhir …