Senandung lagu “Aisya” yang pertama kali diperkenalkan oleh penyanyi berkebangsaan Mesir, Muhamed Tarek, kini menjadi viral di Indonesia. Lagu ini berisi cerita kemuliaan pribadi Sayyidah Aisyah dan kisah roman beliau dengan Nabi Muhammad SAW.

Tak ayal, viral lagu Aisyah Istri Rasulullah dan dicover oleh beberapa penyanyi. Lagu ini membuat kita terpesona dan ingin mengenal lebih dalam tentang Sang Ummul Mu’minin. Namun, siapakah Aisyah yang anggun dan mulia itu? Apakah sekedar romantis atau beliau adalah ikon muslimah yang cerdas dan berwibawa?

Pada artikel ini, penulis sarikan beberapa fakta penting tentang Sayyidah Aisyah yang tidak banyak orang ceritakan. Pasalnya, keterangan tentang sayyidah Aisyah yang banyak beredar seringkali hanya mengupas sisi pernikahan beliau dengan Nabi Muhammad SAW.

Lebih lagi, ketidaklengkapan cerita tentang pernikahan itu sering dijadikan alasan untuk memojokkan Rosululloh SAW dengan tuduhan negatif dan judgemental. Oleh karena itu, penulis merasa penting untuk mengupas sang ikon Muslimah, Sayyidah Aisyah dari berbagai sisi kehidupannya agar pembaca dapat melengkapi mozaik pengetahuan tentang beliau.

*****

Selain untuk menambah wawasan, karakteristik beliau juga menguatkan teladan mulia dan memantik motivasi positif bagi khalayak Muslimah masa kini. Berikut fakta – fakta tentang Sayyidah Aisyah yang wajib kamu ketahui :

  • Benarkah Nabi Muhammad SAW Menikahi Aisyah Saat Masih Anak-anak?

Ada perbedaan pendapat ahli sejarah Islam tentang hal ini. Cerita masyhur yang diyakini oleh kebanyakan orang adalah Nabi Muhammad menikahi Aisyah di usia 7 tahun dan tinggal bersamanya saat Aisyah memasuki usia 9 tahun.

Namun, pendapat ini tidak sejalan dengan keterangan ulama terkemuka Ibn Katsir yang memiliki argument berbeda. Beliau menyampaikan bahwa usia Aisyah 10 tahun lebih muda dari kakaknya, Asma. Adapun Asma meninggal di usia 100 tahun yakni di tahun 74H. Itu artinya, ketika hijrah di tahun 622 M, usia Asma adalah 28 tahun. Padahal, Aisyah mulai tinggal dengan Nabi Muhammad pada tahun 623 M. Artinya usia Aisyah saat menikah dengan Nabi Muhammad adalah 19 tahun.

  • Ikon Muslimah yang Dibimbing Dua orang Mulia

Dalam satu tulisannya, Dosen ilmu tafsir PTIQ, Ibu Ny. Nur Rofi’ah menyampaikan bahwa Sayyidah Aisyah adalah figur Muslimah pilihan. Sejak kecil mendapatkan privilege dididik oleh 2 tokoh utama dalam Islam.

Beliau dilahirkan di tengah keluarga sahabat Nabi pilihan yang tidak lain adalah Abu Bakar ash-Shiddiq Ra. Setelah menikah kemudian langsung belajar dari Rasulullah Saw. Kedekatannya dengan dua pria terkemuka dalam Islam ini memberi pengaruh pada pengetahuannya yang mendalam tentang ajaran Islam.

Di samping diakui dalam bidang tafsir, hadis, dan fiqh, beliau juga dikenal pula sebagai ahli sastra, nasab, dan pengobatan. Tidak mengherankan jika beliau menjadi tempat bertanya para sahabat, guru para tabi’in, dan rujukan para ulama hingga kini.

  • Istri Rasulullah yang Banyak Meriwayatkan hadist

Dalam hal periwayatan hadits, Sayyidah Aisyah adalah istri Nabi Muhammad yang meriwayatkan hadits paling banyak. Sebanyak 2210 hadits telah Aisyah riwayatkan. Tingginya intelegensi Sayyidah Aisyah telah diperkirakan sebelumnya oleh Nabi Muhammad SAW. Bahwa Sayyidah Aisyah akan menjadi sarana penyebaran pengetahuan Al-qur’an dan sunnahnya kepada generasi yang akan datang dan waktu yang lama.

Hal ini didukung oleh potensi kecerdasan yang telah muncul dalam diri Sayyidah Aisyah berupa kemudahan dalam memelajari sesuatu, kecepatan dalam menyerap informasi dan ketajaman analisa dan berfikir kritis dalam berbagai situasi dan kondisi.

  • Muslimah Cerdas dan Tempat Rujukan Ilmu Pasca Rasulullah

Sifat kritis tersebut tergambar dalam kesigapan Sayyidah Aisyah dalam mengoreksi pemahaman sahabat-sahabat nabi yang keliru. Pernah suatu kali putra Khalifah Umar bin Khattab meriwayatkan suatu hadits tentang mayat yang mengalami siksaan karena ratapan orang-orang yang ditinggalkan.

Aisyah menjelaskan bahwa Ibn Umar salah dalam memahami atau mendengar hadits tersebut. Sebab, tak seorang pun yang meninggal dunia mendapatkan siksa dosa atas apa yang dilakukan orang yang masih hidup. 

Kesalahpahaman ini berkaitan dengan riwayat tentang Rasulullah yang berkomentar tentang pemakaman seorang wanita yahudi. Beliau mengatakan bahwa keluarga wanita itu sedang meratapi kematiannya, sementara dia mengalami mengalami siksaan di dalam kubur. Demngan demikian, Ibn Umar salah memahami maksud Rosululloh dalam riwayat tersebut.

Kecerdasan, kecakapan dan kecintaan Sayyidah Aisyah terhadap ilmu, memungkinkan Sayyidah Aisyah sebagai rujukan hukum bagi para sahabat khususnya di masa-masa pasca wafatnya Rasululloh SAW. Imam Zahri, pemimpin Tabi’in (murid para sahabat), berkata, “ Aisyah adalah yang paling berpengetahuan di antara semua orang. Para sahabat terkemuka sering bertanya kepadanya.”.

Pun menurut sebagian ulama, seperempat dari ketentuan syariat Islam disandarkan pada riwayat Aisyah. Dan menurut Abu Dawud, Aisyah memiliki Salinan Al- Qur’an yang khusus.

*****

Sayyidah Aisyah menjadi contoh konkret bagi Muslimah masa kini untuk terus semangat belajar dan mengembangkan potensi diri. Melalui kecakapan, keberanian dan kekritisan Sayyidah Aisyah, kita dapat mengambil motivasi bahwa Muslimah juga bisa menjadi figur yang menonjol dan memberikan maslahat di ranah publik.

Ada beberapa fakta lain tentang Sayyidah Aisyah yang juga penting untuk kita pahami. Insya Allah dalam bagian ke dua nanti, akan kita bahas beberapa fakta tentang bagaimana beliau menemani Nabi Muhammad sebagai istri, sebagai peneduh dan keutamaan lainnya dari Sang Muslimah Panutan, Sayyidah Aisyah r.a.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.