wahabi
bantahan wahabi

Wahabi Haramkan Perayaan Maulid Nabi Saw karena Kesalahan Memahami Hadits

Tidak diragukan lagi, Wahabi satu-satunya kelompok dalam Islam yang mengharamkan perayaan Maulid Nabi saw. dari berdalih perbuatan bid’ah, sampai berbuat tidak jujur dengan memotong pernyataan ahli hadits untuk membenarkan pendapatnya sendiri. Dan yang banyak beredar sekarang, mereka mengharamkan Perayaan Maulid Nabi saw dengan cara memaksa pemahaman hadits sesuai aqidah mereka sendiri.

Adapun hadits yang dipaksa pemahamannya sesuati aqidahnya adalah hadits yang diriwayatkan Ibn Abbas ra dari sahabat Umar bin Khattab ra:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

Artinya: “Dari Ibnu Abbas bahwa dia mendengar Umar ra berkata di atas mimbar, “Aku mendengar Nabi saw: “Janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku (mengkultuskan) sebagaimana orang Nashrani mengkultuskan ‘Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya, maka itu katakanlah ‘abdullahu wa rasuuluh (hamba Allah dan utusan-Nya”) (HR. Bukhari)

Hadits tersebut secara jelas melarang siapapun menyanjung Nabi Muhammad saw sebagaimana kaum Nashrani menyanjung Nabi Isa As. Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw di dalamnya terdapat syiir-syiir yang menyanjung Nabi saw secara berlebihan. Misal pada ungkapan:

أَنْتَ شَمْسٌ أَنْتَ بَدْرٌ أَنْتَ نُوْرٌ فَوْقَ نُوْرٍ

Artinya: “Engkau matahari, engkau rembulan, engkau cahaya di atas cahaya”

Syiir tersebut dianggap telah berlebihan dalam menyanjung Nabi Muhammad saw. sebab cahaya di atas cahaya yang lain hanya ada pada Allah swt.  Dalam firmannya, Allah swt mengatakan:

اَللهُ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

Artinya: “Allah adalah cahaya langit dan bumi” (QS. An Nur: 35)

Dari hal ini, maka hadits tersebut tepat sekali untuk dijadikan dalil keharaman perayaan Maulid Nabi saw.

Baca Juga:  Benarkah Abu Hasan Al Asy’ari Meyakini Allah Swt Berada di Arsy ?

Ini adalah argumentasi Wahabi dalam mengharamkan perayaan Maulid Nabi saw berdasarkan hadits tersebut. Namun sebenarnya, jika kita amati tidak lah demikian. Hadits tersebut sudah banyak dikomentari oleh para pakar hadits. Seperti Ibn Hajar al Atsqalani. Dalam kitab Fathul Bari, ia berkata:

قَوْلُهُ كَمَا أَطَرَتِ النَّصَارَى بْنَ مَرْيَمَ أَيْ فِي دَعْوَاهُمْ فِيْهِ اَلْإِلَهِيَةَ وَغَيْرَ ذَلِكَ

Artinya: “Maksud perkataan “kama atharatin nasahara ibna maryama” artinya dalam menganggapnya mereka kepada Nabi Isa bin Maryam as sebagai Tuhan dan selainnya”

Imam Al Baghawi dalam Syarhus Sunan ia menjelaskan bahwa orang-orang Nasharni terlalu berlebihan dalam menyanjung Nabi Isa as hingga mereka mengatakan sebagai anak Tuhan. Dalam kitabnya Syarh Sunnah, Imam Al Baghawi menjelaskan:

قَوْلُهُ ” لَا تُطْرُوْنِيْ ” اَلْإِطْرَاءُ مُجَاوَزَةُ الْحَدِّ فِي الْمَدْحِ وَالْكَذْبُ فِيْهِ، وَذَلِكَ أَنَّ النَّصَارَى أَفْرَطُوْا فِي مَدْحِ عِيْسَى وَإِطْرَائِهِ بِالْبَاطِلِ، وَجَعَلُوْهُ وَلَداً ، فَمَنَعَهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَنْ يُطْرُوْهُ بِالْبَاطِلِ

Artinya: “Maksud perkataan “la tutruni”, al Ithro’ artinya adalah melampaui batas dalam memuji dan berdusta dengan pujian tersebut. Hal tersebut karena mereka orang Nasharni berlebihan dalam memuji Nabi Isa as dan menyanjungnya, hingga mereka manjadikan Nabi Isa as sebagai anak Tuhan. Lalu Nabi Muhammad saw melarang kepada umat Islam menyanjung dengan perbuatan yang batil tersebut”

Jadi, alasan larangan menyanjung terhadap Rasulullah saw sebagaimana menyanjungnya orang Nasharani karena mereka menganggap Nabinya sebagai Tuhan. Sebab itu, pada akhir hadits, Nabi Muhammad saw menegaskan dalam memanggilnya, cukup katakan “hamba Allah” atau “utusan Allah”. Agar sanjungan tersebut cukup sampai di sana tidak melebihi hingga menyebutnya sebagai Tuhan.

Adapun sanjungan yang sifatnya manusiawi, seperti ungkapan “cahaya di atas cahaya” sebagaimana syiir di atas. Yang mana sebenarnya adalah Nabi Muhammad saw menerangi seluruh alam yang sebelumnya gelap akibat ketidak tahuan terhadap Allah swt, adalah sanjungan wajar yang tidak bertentangan dengan hadits di atas.

Baca Juga:  Muhammadiyah Pegang Teguh Komitmen Darul Ahdi Wa Syahadah

Wallahu a’lam

Bagikan Artikel ini:

About M. Jamil Chansas

Dosen Qawaidul Fiqh di Ma'had Aly Nurul Qarnain Jember dan Aggota Aswaja Center Jember

Check Also

wanita ghamidi

Belajar Menghargai Orang Lain dari Kisah Wanita Ghamidi yang Berzina

Satu hari, ada seorang wanita hamil dari suku Ghamidiyah mendatangi Rasulullah saw. ia meminta dirajam …

syirik

Syirik menurut Aswaja dan Wahabi (3) : Gara-Gara Salah Konsep, Wahabi Kafirkan Seluruh Umat Islam

Pada Artikel sebelumnya telah disampaikan bahwa konsep syirik ala Wahabi lebih menekankan pada pengingkaran Tauhid …