Keterangan Imam Al-Ghazali ini dikuti oleh Imam An-Nawawi sebagai berikut:

فصل : قال الغزالي : فإن قيل : فما فائدة الدعاء مع أن القضاء لا مرد له ؟ فاعلم أن من جملة القضاء : رد البلاء بالدعاء ، فالدعاء سبب لرد البلاء ووجودالرحمة ، كما أن الترس سبب لدفع السلاح ، والماء سبب لخروج النبات من الأرض ، فكما أن الترس يدفع السهم فيتدافعان ، فكذلك الدعاء والبلاء ، وليس من شرط الاعتراف بالقضاء أن لا يحمل السلاح ، وقد قال الله تعالى : (وليأخذوا حذرهم وأسلحتهم) [ النساء : 102 ] فقدر الله تعالى الأمر ، وقدر سببه.

Artinya, “Fasal, Imam Al-Ghazali mengatakan, bila ada pertanyaan, ‘Apa faedah doa di saat yang sama ketentuan (qadha) Allah tak bisa ditolak?’ ketahuilah, kata Imam Al-Ghazali, tolak bala melalui doa merupakan bagian dari qadha secara global. Doa menjadi sebab tolak bala dan sebab turunnya rahmat-Nya sebagaimana perisai menjadi sebab penolak senjata dan air menjadi sebab tumbuhnya tanaman di tanah. Ilustrasinya seperti perisai yang menolak anak panah sehingga keduanya saling berlawanan sebagaimana doa dan bala. Secara sengaja mengosongkan tangan kosong tanpa senjata bukan menjadi syarat atas pengakuan qadha. Allah berfirman, ‘Hendaklah mereka waspada dan siapkan senjata,’ (An-Nisa ayat 102). Allah menentukan suatu hal dan menjadikan penyebabnya,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391H], halaman342).

Sebagai Umat Nabi Muhammad SAW hendaklah kita meneladani apa yang diajarkan oleh beliau melalui Hadist dan Sunnah-Sunnah nya. Oleh karena itu saya akan menjelaskan apa saja adab berdoa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW itu :

Pertama, berdoa hendaknya mengamati waktu-waktu yang mulia seperti Hari Arafah, Hari-Hari di bulan Ramadhan, dan Hari jumat, waktu sahur dan sebagainya.Allah berfirman:”Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan{kepada Allah}. QS. Adz-zariyat:18.

Kemudian dikuatkan pula oleh sabda Nabi SAW. “Setiap malam Allah turun ke langit duniaketika tinggal sepertiga malam terakhir. Lalu ia berfirman,” Barang siapa yang berdoa kepadaku maka aku akan mengabulkannya. Barang siapa meminta kepadaku, maka aku akan memberinya. Dan Barang siapa yang memohon ampunan kepadaku, Aku akan mengampuninya.

Kedua, mempergunakan kesempatan dalam keadaan Mulia. Abu Hurairah ra. Berkata: Sesungguhnya pintu-pintu langit dibuka ketika desakan barisan perang fi sabilillah, turunnya air hujan, dilaksanakannya salat fardh. Begitu pula ketika sujud, perlulah untuk digunakan berdo’a.

Ketiga, seyogyanya berdoa itu menghadap kiblat dan mengangkat kedua telapak tangan sampai putih-putih ketiak tampak. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya tuhanmu zat yang hidup dan pemurah.Dia malu menolak hamba-hambanya dengan tangan kosong ketika mereka mengangkat tangan dalam berdoa kepadaNYA.

Keempat, melembutkan suara, tidak terlalu lemah dan tidak terlalu keras. Rasulullah SAW Bersabda :”Wahai sekalian manusia, Sesungguhnya Dzat kamu panggil tidaklah tuli dan ghaib. Sesungguhnya Dzat yang kamu panggil itu ada diantara kamu dan tungkuk-tengkuk kendaraanmu {sangat dekat sekali}.

Kelima, tidak memaksakan diri dengan bersajak dalam berdo’a. karena berdo’a yang berlebih-lebihan itu tidaklah baik. Bukan kah Rasulullah SAW bersabda: “Akan muncul suatu kaum yang melmpaui batas dalam berdoa”.

Keenam, hendaknya merendahkan diri, khusyuk disertai perasaan harap dan takut. Allah berfirman, :”Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang cepat-cepat dalam kebaikan dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas {QS. Al-Anbiya : 90}.

Ketujuh, hendaknya mantap dalam berdoa dan yakin akan dikabulkannya doa serta membenarkan harapan-harapan. Rasulullah SAW bersabda : “Bila seorang kalian berdo’a maka hendaknya ia memperbesar harapannya, sebab tidak sesuatu pun yang bisa menyaingi keagungan Allah SWT.

Kedelapan, bersungguh-sungguh dan mengulanginya dalam 3 kali. Ibnu Mas’ud berkata; “Rasulullah ketika berdoa, maka dilakukan 3 kali, jika memohon maka dilakukan 3 kali”

Kesembilan, memulai doa dengan menyebut Allah SWT, serta shalawat atas Muhammad SAW, Rasulullah SWT, Bersabda: “Jika kalian memohon hajat kepada Allah maka mulailah dengan shalawat atasku, sebab Allah Maha Pemurah dari diminta 2 hajat, Lalu mengabulkan satu hajat dam menolak yang lain.”

Kesepuluh, perhatikan adab Batin. Ini merupakan masalah yang prinsip dalam terkabulnya doa, yakni: taubat, mengembalikan barang-barang hasil perbuatan dzolim dan seakan-akan menghadap Allah SAW. Dengan harapan yang sungguh-sungguh.

Demikian penjelasan tentang 10 Adab dalam berdo’a, semoga kita sebagai Umat nya, bisa menjalankan apa yang diajarkan oleh beliau. semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.