Neraka
Neraka

4 Sifat Orang yang Tak Disentuh oleh Neraka Menurut Nabi SAW

Neraka adalah tempat balasan bagi orang-orang yang durhaka dan pendosa saat hidup di alam dunia. Mengingat pedihnya siksaan api neraka membuat semua orang pasti menginginkan selamat dari siksaan yang ada di dalamnya. Oleh karenannya, banyak orang yang berlomba-lomba menempuh berbagai cara untuk beribadah dan melakukan amal yang dapat menghindarkannya dari tempat yang menyeramkan tersebut.

Sebenarnya tak sulit bagi orang-orang yang ingin masuk surga (atau terhindar dari neraka). Buktinya banyak sekali pengetahuan yang sudah disampaikan mengenai kriteria-kriteria orang yang tak disentuh oleh api neraka. Baik yang ada al-Qur’an atau hadist-hadist nabi SAW. Salah satu dasar kriteria atau sifat orang-orang yang tak disentuh oleh neraka adalah hadist nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab musnadnya Juz 7 halaman 53 di bawah ini:

   حُرِّمَ عَلَى النَّارِ كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ سَهْلٍ قَرِيبٍ مِنَ النَّاسِ 

 “Diharamkan atas api neraka, setiap orang yang rendah hati, lemah lembut, mudah, serta dekat dengan manusia” (HR Ahmad).  

Uraian 4 sifat orang yang harus dilakukan

1. Hayyin/ Rendah Hati

Selain dimaknai rendah hati, hayyin juga bisa dimaknai dengan sifat tidak sombong, dan tidak meremehkan orang lain. Dalam kitab Raudlatul Uqala’ wa Nuzhatul Fudlala’, Abu Hatim mengatakan, wajib bagi orang yang berakal untuk rendah hati (tawadhu’) dan menjauhi sikap sombong terhadap orang lain.

Kewajiban memiliki sifat rendah hati ini juga bertujuan untuk meningkatkan derajat di sisi Allah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi SAW:

  وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ 

“Tidak orang yang rendah hati karena Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya” (HR Ahmad).  

Jika orang yang punya sifat rendah hati kelak tak bisa disentuh api neraka, berbanding terbalik dengan orang yang memiliki sifat sombong. Karena api neraka akan dengan mudah melumatnya di akhirat kelak. Setelah dirinya dihisab dan terbukti mempunyai secuil kesombongan pada dirinya, maka otomatis ia akan dijebloskan ke dalam neraka dan tak bisa merasakan kenikmatan surganya Allah.

Baca Juga:  Naudzubillah Min Dzalik, Inilah 4 Makanan dan Minuman Penghuni Neraka

Sebagaimana Sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim juz 1:

   لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ 

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di hatinya terdapat seberat biji kesombongan.”  

Kenapa sifat hayyin disukai oleh Allah dan sifat sombong sangat dibenci. Karena jika orang yang memiliki sifat sombong walaupun secuil, ia akan merasa memiliki daya kekuatan dan kepemilikan. Padahal sesungguhnya Allah-lah yang maha kuasa atas segala sesuatu.

2. Layyin/ Lemah Lembut

Yang dimaksud lemah lembut disini bisa dalam ucapan maupun perbuatan. Menurut Imam At-Thabari dalam kitabnya Tafsir At-Thabari juz 6, beliau mengatakan bahwa sifat lemah lembut dan kasih sayang termasuk rahmat dari Allah untuk umat manusia. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 159:

   فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ  

“Dengan rahmat dari Allah ﷻ engkau (Nabi Muhammad) lemah lembut terhadap umat, seandainya engkau kaku dan keras hati niscaya umat akan menyingkir darimu.” 

Logisnya, jika seseorang memiliki sifat lemah lembut, makai akan disenangi oleh banyak orang dan tentunya terhindar dari sifat-sifat buruk seperti egois, dengki, pemarah, kasar dan lain sebagainya. Sebaliknya, jika seseorang tak memiliki sifat layyin, maka ia akan memiliki banyak sekali musuh dan artinya ia tak mudah mendapatkan kebaikan-kebaikan dalam kesehariannnya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab Shahih Muslim juz 4 hlm 2003:

 مَنْ يُحْرَمِ الرِّفْقَ، يُحْرَمِ الْخَيْرَ  

“Barangsiapa tiada memiliki kelembutan, baginya tiada kebaikan” (HR Muslim)     

3. Sahl/ Memudahkan/meringankan

Sahl bisa diartikan orang yang mudah, tidak mempersulit, ringan baginya memberikan bantuan terhadap orang lain, baik dengan tenaga, pikiran, maupun harta. Jadi orang yang memiliki sifat Sahl, Ia akan mudah memberikan pertolongan dengan apa yang ia punyai kepada sesamanya yang membutuhkan, apalagi di waktu banyak terjadi musibah seperti akhir-akhir ini.      

Baca Juga:  Dengan Doa Ini, Hal Mustahil Menjadi Mungkin

Mengapa orang yang ringan membantu saudaranya diharamkan masuk neraka? Karena orang mau memudahkan dan membantu kesulitan orang lain, kelak ia akan dibalas oleh Allah dengan kemudahan juga, baik di dunia maupun di akhirat. Seperti kemudahan masuk surga dan terhindar dari neraka. Hal ini sesuai dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim di kitab Shahih Muslim Juz 4 halaman 2074, Nabi bersabda:

  قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ  

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan dari seorang mukmin, Allah juga akan menghilangkan kesulitannya di hari kiamat. Barangsiapa membantu seseorang dari kesulitannya, Allah akan memudahkan pula urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib orang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa melindungi hambanya selama hambanya menolong saudaranya”  (HR Muslim). 

4. Qorib

Qorib bisa dimaknai akrab, dekat, mengeluarga, pandai berkomunikasi, menyenangkan, dan murah senyum. Contoh dari orang yang memiliki sifat Qorib adalah ia selalu menebar salam jika bertemu dengan orang lain. Banyak ajaran Islam yang mengajarkan agar manusia saling akrab, dekat, dan mengeluarga. Sebagaimana Sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Kitab Shahih al-Bukhari, Juz 1 hlm 12:

 لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ  

“Tak sempurna iman dari kalian semua, sehingga kalian mencintai apa-apa bagi saudaranya seperti ia mencintai apa-apa bagi diri sendiri” (HR al-Bukhari).  

Baca Juga:  4 Kewajiban Orang Tua Kepada Anak

Membaca uraian dia atas, dapat kita simpulkan bahwa nabi SAW memberi pelajaran bagi kita mengenai 4 sifat yang harus dimiliki agar kita tak disentuh api neraka. Keempat sifat tersebut yakni selalu menjadi manusia yang rendah hati, lemah lembut, memberikan kemudahan, dan akrab dengan orang lain.

Semoga kita semua senantiasa memperoleh rahmat Allah supaya kita termasuk hambaNya yang tak tersentuh api neraka dan dimasukkan surga Allah ﷻ. Aamiin.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar