sumber malapetaka
sumber malapetaka

Tiga Sifat Manusia sebagai Sumber Malapetaka

Dalam menjalani kehidupan, manusia tentu tidak bisa dilepaskan dari kesalahan dan dosa. Namun, setiap insan selalu berusaha terbaik untuk mengurangi, memperbaiki dan tidak mengulangi semua kesalahannya.

Salah satu cara memperbaiki kesalahan adalah dengan memotong sumber-sumber kesalahan. Dalam diri manusia terdapat sifat yang menjadi sumber kesalahan, dosa bahkan malapetak. Jika sifat ini terus dipupuk dan dipelihara tentu akan selalu terkubur dalam kesalahan.

Dalam kitab Muntabihat ‘alal Isti‘ddi li Yaumil Mî‘âd, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَوْحَى اللهُ تَعَالَى إِلَى مُوْسَى بْنِ عِمْرَان فِي التّوْراتِ: إِنَّ أُمَّهَاتُ اْلخَطَايَا ثَلَاثٌ: الكِبْرُ وَالْحَسَدُ وَالْحِرْصُ، فَنَشَأَ مِنْهَا سِتَّةٌ فَصِرْنَ تِسْعَةٌ: الأُوْلى مِنَ السِّتَّةِ: الشِّبَعُ وَالنَّوْمُ وَالرَّاحَةُ وَحُبُّ الْأَمْوَالِ وَحُبُّ الثَّناَءِ وَالْمَحْمَدَةِ وَحُبُّ الرِّيَاسَةِ

Artinya: “Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa ibn ‘Imran dalam kitab Taurat: ‘Sesungguhnya induk dari segala kesalahan ada tiga, yakni takabur, hasud, dan tamak. Ketiganya melahirkan enam hal, yaitu rasa kenyang, tidur, waktu senggang, cinta harta, gila pujian, dan cinta jabatan.”

Pertama, sifat takabur atau sombong yakni sifat yang selalu merasa paling besar atau paling bisa dibanding orang lain. Orang yang memiliki sifat Takabur merasa dirinya paling sempurna dibandingkan siapapun. Rasulullah menjelaskan hakikat dari kesombongan, dari Abdullah bin Mas’ud, “Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (H.R. Muslim, no. 2749)

Sikap takabbur merupakan sikap yang selain membanggakan dirinya namun juga meremehkan seseorang. Kita tahu, Iblis dikutuk masuk neraka selama-lamanya karena sifat ini. Perasaan bahwa Iblis lebih utama dan mulia dari Nabi Adam membuatnya membangkang dari perintah Allah. Ia memilih jatuh dalam kegelapan selamanya ketimbang menaruh rasa hormat kepada Nabi Adam.

Kedua, sifat hasad merupakan sifat yang dimiliki seseorang atas hilangnya nikmat dari orang lain.  Ibnu Taimiyah mengungkapkan, “Hasad adalah sekedar benci dan tidak suka terhadap kebaikan yang ada pada orang lain yang ia lihat.” Hasad merupakan sifat yang sangat tercela atas kenikmatan orang lain, sifat ini juga biasa disebut sifat iri.

Sifat ini bukan hanya akan merusak diri tetapi dapat berakibat fatal kepada orang lain. Orang selalu menginginkan orang lain dalam bencana dan tidak senang melihat orang lain bahagia. Sifat hasad akan mampu mendorong untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Ketiga, sifat tamak atau yang lebih dikenal dengan istilah rakus, merupakan sifat ingin menguasai atau mendapatkan bahagian lebih banyak daripada orang lain. Pada umumnya, sifat tamak itu berkenaan dengan perkara kepuasan dan kemewahan hidup didunia.

Nabi Isa a.s. pernah mengatakan bahwa tamaknya manusia terhadap harta benda itu tak ubah seperti orang yang sedang minum minuman yang memabukkan semakin diminum semakin berkurang rasanya dan tak puas-puas.

Karena sombong iblis bisa membantah perintah Allah. Dengan kesombongannya Iblis mampu menjadi musuh Allah dan manusia.

Karena tamak (rakus) terhadap kenikmatan yang ada di dalam surga menyebabkan Nabi Adam terusir dari surga karena melanggar larangan Allah untuk memakan buah Quldi, meskipun pada akhirnya beliau pun bertobat, dan Alloh ta’ala menerima tobat beliau.

Karena perilaku Hasad (iri dengki), terjadinya dosa pembunuhan yang pertama kali terjadi di muka bumi oleh anak Adam yakni Qabil yang membunuh Habil.

Inilah tiga macam sifat manusia yang sangat dibenci oleh Allah. Ketiganya tidak hanya mampu merusak diri seseorang tetapi bisa memberikan malapetak kepada manusia lainnya. Orang yang dihinggapi sombong akan melecehkan orang lain. Orang yang terjangkit hasad akan menginginkan orang lain sengsara. Dan orang yang tamak akan selalu merugikan orang lain.

Semoga Allah menjauhkan kita dari semua kejelekan, terutama dari dosa-dosa yang bisa membinasakan kita, di dunia maupun di akhirat nanti. Semoga kita mampu melawan ketiga sifat dalam diri ini.

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Check Also

memandikan jenazah

Saat Jenazah Tak Bisa Dimandikan, Bagaimana Islam Menyikapinya?

Kematian adalah bagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari, dan ketika seseorang meninggal dunia, kita …

uban

Uban, Tanda Kebijaksanaan dan Pesan Spiritual

Uban sering kali dianggap sebagai tanda penuaan yang tak terhindarkan, namun baik dalam pandangan Islam …