masjid sahaba
masjid sahaba

Al-Sahaba :Masjid Tertua yang Dibangun Muhajirin Habasyah

Ibnu Hisyam, dalam Sirah Nabawiyah menulis, di saat Nabi melihat penderitaan para sahabatnya, beliau bersabda kepada mereka, “Bagaimana kalau kalian hijrah ke negeri Habasyah, di sana rajanya adil, tidak akan membiarkan kedzaliman terjadi di tanah kekuasaannya, dan negeri itu adalah negeri yang benar sehingga menjadikannya sebagai jalan keluar bagi penderitaan kalian”.

Sebagaimana telah maklum, pada masa awal Islam sahabat-sahabat Nabi mengalami ujian luar biasa. Pembesar dan seluruh penduduk, khususnya klan Quraisy yang tidak senang dengan agama Islam melakukan serangkaian tindakan biadab terhadap kaum muslimin. Oleh sebab itu, atas anjuran Nabi seperti telah tersebut, para sahabat kemudian berangkat ke Habasyah. Inilah hijrah pertama umat Islam.

Sesampainya di Habasyah, para sahabat mendapatkan perlakuan baik dari rajanya, yakni raja Najasyi dan bebas melakukan ritual keagamaan. Oleh karena itu, langkah pertama yang dilakukan adalah membangun masjid sebagai tempat ibadah.

Masjid yang dibangun oleh kaum muslimin di Habasyah itu populer dengan sebutan Masjid al-Sahaba atau shahabah (sahabat nabi) sekaligus masjid tertua di benua Afrika, tepatnya di kota Massawa, Republik Eritria, Afrika. Masjid ini dibangun pada tahun 614 M, beberapa tahun sebelum Nabi Hijrah ke Madinah, 622 M.

Bila demikian, maka Masjid al-Sahaba telah dibangun sebelum Masjid Nabawi di Madinah. Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa Masjid al-Sahaba merupakan masjid tertua ketiga setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjidil Aqsha di Palestina.

Salah satu bukti yang memperkuat bahwa masjid ini dibangun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah adalah posisinya yang menghadap ke Yerusalem. Arah kiblat menghadap ke Masjidil Aqsha. Sedangkan perubahan arah kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram terjadi ketika Nabi berada di Madinah.

Dengan demikian, tidak diragukan lagi bahwa Masjid al-Sahaba menjadi situs sejarah penting dalam Islam sebab Merupakan masjid tertua ketiga. Kesimpulan ini merujuk pada riwayat Ummu Salamah bahwa di Habasyah kaum muslimin mendapat jaminan kebebasan dalan menjalankan ibadah. Walaupun dalam riwayat tersebut tidak disebut secara jelas masjid yang dibangun oleh para sahabat, namun sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi, di saat pertama kali menjejakkan kaki di Madinah yang pertama kali dicari adalah lokasi untuk membangun masjid.

Apa yang dilakukan Nabi tersebut kemungkinan besar juga dilakukan oleh para sahabat yang hijrah ke Habasyah. Mencari lokasi untuk membangun masjid sebagai tempat ibadah paling utama dalam Islam.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

sirah nabi

Pesan Nabi Menyambut Ramadan

Bulan Ramadan, atau di Indonesia familiar dengan sebutan Bulan Puasa, merupakan anugerah yang diberikan Allah …

imam ahmad bin hanbal

Teladan Imam Ahmad bin Hanbal; Menasehati dengan Bijak, Bukan Menginjak

Sumpah, “demi masa”, manusia berada dalam kerugian. Begitulah Allah mengingatkan dalam al Qur’an. Kecuali mereka …