PMII
PMII

ACT Terindikasi Pendanaan Terorisme, PMII Sarankan Kader Lebih Selektif Memilih Lembaga Filantropi

Jakarta —  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi yang diduga berkaitan dengan aktivitas terlarang, dan kepentingan pribadi yang dilakukan lembaga pengelola dana umat, Aksi Cepat Tanggap (ACT). Penemuan ini merupakan dari hasil penyelidikan yang cukup lama.

Direktur Lembaga Cegah Radikalisme dan Terorisme (LCRT) PB PMII, Kabul Doniyanto mengatakan jika penyimpangan dana umat itu terjadi, maka harus segera ditindak.

“Kalau faktanya iya, dan kemudian ditemukan bukti atas penyimpangan dana umat tersebut, pihak berwajib segera bertindak” ucap Doni di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Atas dugaan ini, PB PMII melalui LCRT PB PMII menghimbau kepada seluruh kader PMII untuk berhati-hati jika bekerjasama dengan lembaga-lembaga filantropi.

“Kami mengajak sahabat-sahabat PMII seluruhnya, untuk lebih selektif memilih lembaga filantropi, mulai dari unsur tata kelola sampai objek tujuan filantropi itu” katanya.

Doni menilai bahwa aktivitas lembaga filantropi Islam sangat menarik perhatian generasi muda. Mulai dari branding hingga konsistensi ideologi.

“Coba kita lihat dan bandingkan beberapa filantropi Islam. Kebanyakan branding mereka seperti emosional atas Palestina, anak-anak yatim, dan lain-lain. Tetapi, kita tidak melihat sisi yang tersembunyi dari mereka (lembaga filantropi). Padahal, di sekitar kita saja masih banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan.” terang Doni.

Ia juga mengapresiasi ke semua pihak, atas temuan dugaan penyelewengan dana umat yang nilainya cukup besar.

“Kita mengapresiasi para pihak yang sudah berani menemukan kezaliman di lembaga filantropi seperti ACT. Ini sebagai perhatian kita dan lembaga filantropi lainnya, bahwa dana yang seharusnya tersalurkan kepada yang membutuhkan, wajib diutamakan!” ucapnya.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  La Roiba fih, Toleransi Ajaran yang Qur'ani

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

menteri agama menag yaqut cholil qoumas memberikan pesan khusus

Menag Sepakat IPNU Sebagai Benteng Penghalau Radikalisme di Sekolah

JAKARTA – Salah satu pintu masuknya radikalisme di dunia pendidikan yaitu melalui kegiatan ekstra kulikuler …

salman rushdie diserang

Salman Rushdie Ditikam Berkali-kali Hingga Terancam Nyawa, Media Iran Puji Penikamnya: Bravo

Jakarta – Salman Rushdie penulis novel ‘The Satanic Verses’ Ayat-ayat setan telah lama mendapatkan ancaman …