Adzan Gaya Baru yang Mengagetkan Rasulullah

0
1889
adzan bilal

Sebagaimana amalan lainnya, adzan semula juga dirasa sangat aneh oleh sebagian sahabat. Menurut riwayat, adzan baru disyariatkan pada tahun ke-1 hijriyyah. Tata cara adzan dan kalimat-kalimatnya diajarkan langsung oleh malaikat Jibril melalui mimpi seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Zaid bin Abdu Robih.

Dikutip dari salah satu riwayat, bahwa pada salah satu malam menjelang fajar, sahabat Bilal bin Rabah menuju Masjid Nabawi untuk menunaikan tugasnya mengumandangkan adzan. Suara yang lantang dan sangat merdu pada saat itu sengaja dikumandangkan untuk memberi tanda bahwa sudah mulai masuk waktu subuh. Seperti biasa, ia mulai adzan dengan dua kali takbir, dua syahadat kepada Allah, dua syahadat kepada Nabi Muhammad, dan empat kali kalimat hai’ah (hayya ‘ala as-shalah dan hayya ‘ala al-falah) masing-masing dua kali.

Setelah untaian kalimat itu dilantunkan, ternyata ia masih mendapati Rasulullah sedang tidur di rumah yang memang terletak berdampingan dengan masjid. Mengetahui hal itu, kemudian Bilal menambahkan kalimat, “Ashalatu khoirun min an-Naum, ashalatu khoirun min an-Naum” (shalat itu lebih baik daripada tidur, shalat itu lebih baik daripada tidur),” teriak Bilal dengan sekuat tenaga. Besar kemungkinan Bilal bermaksud membangunkan Rasulullah dengan cara tersebut.

Dan rupanya, kalimat yang ia ucapkan itu cukup jitu. Dan Rasulullah pun terbangun dari tidurnya lalu berkata, “Ini, wahai Bilal, jadikanlah kalimat yang engkau ucapkan tadi dalam setiap adzan subuhmu.” Entah beliau terbangun karena kaget dengan pekikan Bilal atau merasa tersindir dengan lantunan adzan yang belum pernah didengar sebelumnya.

Dalam riwayat yang lain juga dikisahkan, bahwa ketika Bilal sedang semangat melantukan adzan dengan suara yang sangat lantang dan merdu yang terdengar oleh hampir seluruh penduduk kota Madinah pada saat itu, namun tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara yang tidak pernah ia dengar sebelumnya.

“Rasulullah sedang tidur,” Ucap seseorang yang tidak diketahui namanya sewaktu Bilal mengucapkan kalimat, “Hayya ‘ala al-falah.” Dan rupanya lantunan Bilal itu belum bisa membangunkan Rasulullah, sehingga dengan sekuat tenaga ia berteriak, “Ashalatu khoirun min an-Naum,” (shalat itu lebih baik daripada tidur) sebanyak dua kali. Akhirnya Rasulullah pun terbangun dari tidurnya kemudian segera bergegas untuk mengambil wudlu.

Perlu diketahui, Bilal dikenal sebagai sahabat yang pertama kali mengumangkan adzan. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Bilal bin Rabah. Ibunya bernama Hamamah. Semula, Bilal merupakan seorang budak dari Bani Jumah sebelum akhirnya dibeli oleh Abu Bakar. Budak yang pertama kali masuk Islam ini wafat pada tahun ke 20 Hijriyyah pada saat usianya 60 tahunan.

Cerita yang hampir mirip juga pernah terjadi kepada sayyidina Umar bin Khotthob pada saat ia menjabat sebagai khalifah. Dikisahkan, pada suatu hari, ketika masuk waktu shalat yang tidak disebutkan secara jelas shalat apa yang dimaksudkan. Ada seorang muazin yang mengumandangkan adzan untuk memberi tanda bahwa waktu shalat sudah masuk. Namun sang muazin itu mendapati sang Khalifah sedang tertidur lelap.

Karena bermaksud untuk membangunkan sang Khalifah, ia pun menambahkan adzannya dengan kalimat, “Ashalatu khoirun min an-Naum, ashlatu khoirun min an-Naum” (Shalat itu lebih baik daripada tidur, shalat itu lebih baik daripada tidur). Mendengar lantunan itu, sontak saja, Umar terbangun kaget karena kalimat yang dikumandangkan pada saat itu tidak semestinya. Kemudian Umar bergegas menegurnya dan mengatakan bahwa kalimat tastwib itu seharusnya diucapkan pada saat adzan untuk shalat subuh saja sebagaimana yang ditetapkan oleh Rasulullah.

Niat hati sang muazin ingin meniru gaya Bilal pada zaman Rasulullah, hanya saja zaman sudah berbeda. Dan sang muazin justru diganjar teguran oleh Umar.

Wallahu a’lam bi ash-Showab.