bakti kepada ibu
ibu hamil

Amalan Dahsyat Itu Bernama Bakti kepada Ibu

“Seseorang datang kepada Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Rasulullahpun menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ dan Rasulullah menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Al Bukhari).

Pada hadist di atas, Rasulullah menyebut nama ibu sebanyak tiga kali kemudian barulah ayah. Dalam Islam, memang kedudukan seorang ibu lebih tinggi dari ayah. Doa seorang ibu kepada anak-anaknya tidak akan pernah putus. Seorang ibu yang menyayangi anaknya tentunya akan senantiasa mendoakan anaknya dengan perbuatan dan akhlak yang baik sehingga mampu membanggakan orang tuanya.

Dalam Islam, ada cerita yang sangat inspiratif yang masyhur tentang pemuda zaman Rasulullah yang memiliki keistimewaan dan dijamin surga. Apa amalan dahsyat pemuda Bernama Uwais Al-Qarny ini? Tidak lain karena bakti yang sangat luar biasa kepada ibunya. Cerita ini menjadi bukti betapa Islam menempatkan perempuan luar biasa, terutama ibu.

Namun sayangnya, tidak sedikit kita jumpai seorang anak menolak perintah yang diberikan kepada ibunya. Bahkan mereka tak segan menolak dengan suara yang lantang dan menghardik ibu. Ada pula berita memilukan seorang anak yang mengadukan ibunya ke meja hijau. Dan masih banyak cerita tragis yang merendahkan posisi seorang ibu.

Perilaku demikian salah satunya terpengaruh dari dampak negatif yang di hasilkan oleh kemajuan teknologi. Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, akan mampu merubah perilaku humanis seseorang jika mereka tidak dapat memilah informasi baik dan buruk.

Tapi, apapun alasannya, kemajuan teknologi seharusnya tidak dijadikan alasan untuk merubah perilaku seorang anak terhadap sosok ibunya. Dengan menyadari akan pentingnya peran ibu dalam setiap proses kehidupan kita, seharusnya mampu menjadikan seorang anak semakin berbakti kepada ibu.

Baca Juga:  3 Penyakit Berbahaya yang Merasuki Umat Manusia Melebihi Virus Corona

Ibu berjuang melindungi diri seorang anak mulai dari proses kita masih ada dalam kandungan selama Sembilan bulan lamanya. Tak sedikit ibu yang melantunkan sholawat, membaca wirid, membaca al-Quran serta solat yang di tujukan untuk keselamatan sang buah hatinya, terlebih di usia kandungan yang semakin tua tentunya semakin membuat repot dan susah Ibu kita.

Tidak berhenti sampai di situ saja, setelah kita dilahirkan kedunia ini, kita juga masih saja merepotkan ibu dengan selalu bangun tengah malam dan membangunkan ibu disaat beliau sedang beristirahat, selain itu ibu juga selalu menyusui kita di sepanjang waktu. Proses pertumbuhan dan perkembangan kita tidaklah semata-mata berjalan sendiri tetapi selalu diiringi dengan doa dari kedua orangtua, terutama dari ibu.

Karena itulah ibu merupakan salah satu orang yang wajib di prioritaskan atau diutamakan. Ridho Allah merupakan ridho ibu. Lancer atau tidaknya urusan kita tergantung baik tidaknya sikap kita dengan ibu. Bahkan banyak atau sedikitnya rejeki yang di hasilkan oleh sang anak, tergantung kepada besar atau kecilnya pengorbanan anak kepada ibu.

Adab Anak kepada Orang Tua

Karena alasan ini adab kepada ibu sangat perlu untuk di perhatikan.

Pertama, mendengar dan tidak memotong ketika orang tua berbicara.

Pentingnya seorang anak mendengar saat orang tua berbicara, terkhusus apabila orang tua membicarakan tentang nasihat untuk kita anaknya. Nasihat yang di berikan orang tua kepada kita pastilah memberikan pesan yang bermakna untuk kehidupan yang akan di jalani di hari ini atau kemudian hari. Selain itu perlu di perhatikan oleh seorang anak, tidak boleh bagi mereka menyela ketika orang tua berbicara. Hal itu merupakan cerminan rasa kurang hormat anak kepada orang tuanya. Namun apabila ada situasi yang genting, seorang anak perlu meminta ijin terlebih dahulu untuk menyela pembicraan karea ada sesuatu hal yang penting.

Baca Juga:  Sifat Hati Menurut Imam Ghazali

Kedua, mematuhi perintah.

Apabila ibu meminta tolong untuk melakukan sesuatu, maka anak wajib untuk segera melakukan apa yang diperintahkan selama apa yang di perintahkan bukanlah hal yang bertentangan dengan agama. sang anak wajib untuk memprioritaskan perintah ibu. Apabila dirasa jika perintah orang tua melebihi kemampuan anak, maka seorang anak perlu berusaha semampunya. Namun jika tetap tidak bisa melakukannya, sang anak bisa menolak dengan cara yang baik.

Ketiga, memenuhi panggilan orang tua.

Begitu anak mendengar orang tua memanggilnya, maka ia harus segera datang. Bahkan jika ia sedang melaksanakan shalat sunnah, tidak menjadi kesalahan jika membatalkan shalat tersebut untuk memenuhi panggilan orang tua.

Itulah tiga adab yang perlu diperhatikan seorang anak terhadap ibunya. Adab ini sangat perlu untuk di terapkan oleh seorang anak. Peran orang tua juga sangat di butuhkan untuk menerapkan ketiga adab ini supaya anak terbiasa dengan adab tersebut hingga ia dewasa dan orang tua sudah berusia lanjut.

Ibu memang sosok yang harus dimuliakan. Sehebat atau sesukses apa pun seseorang dalam hidupnya, pasti dilahirkan dari rahim seorang ibu. Selain itu, sebelum kita lahir, ibu mengandung kita di dalam perutnya selama lebih kurang sembilan bulan, waktu yang tidak sebentar. Saat melahirkan, ibu juga yang merasakan sakit tak terkira. Jadi, tidak ada alasan bagi seorang anak untuk mendurhakai ibu atau memutus hubungan dengannya, apa pun keadaannya.

Bagikan Artikel ini:

About Ernawati

Avatar of Ernawati

Check Also

zainab

Zainab binti Ali bin Abi Thalib : Keberanian dan Kesaksian Tragedi

Zainab binti Ali bin Abi Thalib merupakan cucu Rasulullah. Dia anak ketiga dari istri pertama …

pola makan

3 Pola Makan sebagai Tips Sehat ala Rasulullah

Pola makan menjadi hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan manusia dalam menjaga kondisi tubuh. …