Sempat menghilang mantan tangan kanan Osama Bin Laden Amin ul Haq muncul di Afghanistan
Sempat menghilang mantan tangan kanan Osama Bin Laden Amin ul Haq muncul di Afghanistan

Amerika Pulang, Taliban Berkuasa, Tangan Kanan Osama bin Laden Muncul di Afghanistan

Jakarta – Berkuasanya Taliban memunculkan fenomena baru berupa bermunculan tokoh-tokoh teroris masa lalu di Afghanistan. 20 Agusutus lalu, tokoh teroris yang paling diburu Amerika Serikat (AS), Khalil al-Rahman Haqqani muncul dan memimpin salat Jumat di Kabul. Ia merupakan salah satu anggota Jaringan Haqqani, kelompok yang bertanggung jawab atas sejumlah aksi teror mematikan.

Terikini tangan kanan mantan bos Al Qaeda, Osama bin Laden, Amin ul-Haq muncul kembali di Afghanistan. Amin ul-Haq adalah penanggung jawab keamanan Osama bin Laden di Tora Bora. Keduanya berhubungan dekat sejak 1980-an ketika Amin ul-Haq bekerja dengan Abdullah Azzam di Maktaba Akhidmat.

Amin ul-Haq yang merupakan pemimpin senior Al-Qaeda kembali ke kampung halamannya di provinsi Nangarhar, Afghanistan pada Senin, 30 Agustus 2021. Amin ul-Haq adalah ajudan dekat mantan pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden, yang tewas dibunuh pasukan AS di Abbottabad Pakistan pada 2011.

Dalam video yang beredar di Twitter, Amin ul-Haq tampak didorong melalui pos pemeriksaan Taliban. Ia disambut sejumlah orang.

Ia terlihat menurunkan jendela mobilnya dan berjabat tangan dan berpose dengan beberapa pria. Mobil SUV yang ditumpanginya diarak sejumlah kenderaan lain termasuk beberapa mobil berbendera Taliban.

Amin ul-Haq dilaporkan membantu Osama bin Laden dan yang anggota Al Qaeda lainnya melarikan diri ke Pakistan pada Desember 2001 ketika pasukan AS memburunya setelah serangan 9/11. Amin ul-Haq melarikan diri ke Pakistan beberapa tahun kemudian ketika pasukan AS menargetkan Tora Bora pada 2007.

Setelah awalnya ditahan oleh pasukan Pakistan, Amin ul-Haq dibebaskan karena hubungannya dengan Al Qaeda tidak dapat dibuktikan. Ia kembali ke Afghanistan dua minggu setelah Taliban menguasai negara itu.

Baca Juga:  Moderasi Harus Menjadi Pengarusutamaan Melawan Radikalisme dan Terorisme

Sebagai bagian dari perjanjian Doha, Taliban telah meyakinkan Amerika Serikat bahwa tidak akan mengizinkan kelompok teroris Al Qaeda dan ISIS beroperasi di daerah-daerah yang dikuasai mereka.

Juru bicara Taliban Zabibullah Mujahid, ketika berbicara kepada NBC News pada 26 Agustus 2021 mengatakan tak akan membiarkan tanah Afghanistan untuk terorisme. Namun pada awalnya, Taliban mendelegasikan keamanan Kabul kepada anggota organisasi teroris yang ditakuti, Jaringan Haqqani, yang memiliki hubungan dekat dengan kelompok teroris Islam asing, termasuk Al-Qaeda. Kini dengan kembalinya Amin ul-Haq, pemimpin Al Qaeda yang ditakuti, membuktikan Taliban akan digunakan kembali sebagai tempat persembunyian teroris.

Menurut laporan, ibu kota Afghanistan Kabul saat ini dikuasai oleh hampir 6.000 militan Jaringan Haqqani yang dipimpin oleh Khalil al-Rahman Haqqani, saudara laki-laki Jalaluddin Haqqani, pendiri jaringan tersebut.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …