umrah
umrah

Arab Saudi Beri Lampu Hijau Umrah, Masih Pandemi Umat Islam Indonesia Diminta Tak Pasakan Diri

Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melalui kanal Youtube Kemlu menyampaikan bahwa pemerintah Arab Saudi tengah melakukan persiapan untuk menerima jamaah umrah Indonesia. Kabar itu langsung disambut gembira umat Islam Indonesia, terutama para pelaku bisnis perjalanan haji dan umrah.

Namun bila pintu umrah itu sudah benar-benar dibuka, umat Islam Indonesia diminta untuk tidak terlalu memaksakan diri. Pasalnya, pandemi Covid-19 masih terjadi dimana-mana sehingga faktor kesehatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama umrah.

“Saya menyambut baik, tetapi ada sejumlah hal yang perlu menjadi pertimbangan bagi sebagian Muslim,” kata Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dikutip dari Republika.co.id, Sabtu (9/10/2021).

Menurut Kiai Cholil, calon jamaah umrah perlu mempertimbangkan risiko kesehatan maupun besaran biaya tambahan yang harus dikeluarkan terkait aturan karantina. Ia menjelaskan, pelaksanaan umrah di masa pandemi tidak lepas dari kerawanan-kerawan dalam perjalanan.

Selain itu, menyesuaikan aturan protokol kesehatan selama perjalanan juga dapat menyebabkan orang kelelahan. Hal itu dapat membuat ketahanan tubuh berkurang.

“Menurut saya, meskipun dibuka, sebaiknya ditunda dulu untuk melaksanakan umrah, karena pertama tidak efektif melaksanakan umrah sebab di sini di karantina, di sana karantina,” katanya.

Menurutnya, di tengah situasi saat ini, terlalu mahal jika mengejar pahala sunnah sampai harus mengeluarkan uang sebesar Rp 50 juta hingga Rp 70 juta. Padahal, ada ibadah sunnah setelah subuh yang pahalanya sama dengan ibadah umrah dan haji, bahkan ada jaminan diterima.

Andaikan masih membahayakan dan ketentuan karantina juga merepotkan, Kiai Cholil merekomendasikan untuk menunda berangkat beribadah ke Tanah Suci. Ia mengingatkan, banyak ibadah sunnah lainnya yang bisa dikejar umat.

“Uang yang dipakai kenapa nggak diberikan sebagai bantuan kepada orang yang nggak mampu, yang sekarang terkena pandemi ini, mereka kan lebih membutuhkan. Jadi, jangan sampai kita menjadi egois dalam beribadah,” katanya.

Menurutnya, umat Islam semestinya tidak pergi jauh-jauh dengan biaya tinggi ke Arab Saudi untuk umrah sementara tetangga ada yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi Covid-19. Ia menyebut, membantu sesama dapat menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ibadah yang baik itu adalah ibadah yang mempunyai efek kepada orang lain jadi tunda saja niat melaksanakan umrah, mungkin uangnya lebih baik untuk membantu yang berkekurangan di Tanah Air,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dr Moch Syarif Hidayatullah

Klaim Bencana Akibat Tak Terapkan Khilafah Itu Ngawur dan Cocokologi

Jakarta – Musibah seperti bencana alam merupakan bagian dari takdir Allah SWT. Artinya terkait dengan …

Kepala BNPT di Ponpes Al Ishlah Subang

Jihad Sering Disalahartikan Kelompok Radikal Terorisme Untuk Pecah Belah Persatuan Bangsa

Subang – Jihad sering disalahartikan oleh kelompok radikal terorisme yang sengaja ingin memecah belah persatuan …