Awas, ISIS Siap “Bermain” Dalam Proposal Perdamaian Palestina-Israel

0
1492
1197879719

Jakarta – Kontroversi proposal perdamaian Palestina dan Israel yang disodorkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak hanya menimbulkan penolakan dari berbagai negara, tetapi juga bisa berdampak pada perdamaian global. Pasalnya, kelompok teroris, ISIS kabarnya siap “bermain” dengan memanfaatkan momentum proposal perdamaian tersebut.

Salah satu pimpinan ISIS, Abu Hamza dalam unggahan video di media sosial, mendesak para anggota ISIS, terutama yang berada di Suriah dan Sinai, untuk menjadikan permukiman Yahudi sebagai tempat uji coba senjata mereka. Pesan audio itu adalah yang pertama dirilis ISIS kepada publik setelah pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi, tewas pada Oktober 2019 lalu.

Dalam pesan itu Abu Hamza mengatakan ISIS akan mulai menjadikan Israel sebagai target baru kelompoknya dengan sisa-sisa kekhalifahan pasca-kematian Baghdadi.

Ia menyatakan pemimpin baru ISIS, Abu Ibrahim Al-Hashimi al-Quraishi, mendorong para anggotanya untuk meluncurkan “fase baru” dan berjanji melakukan serangan besar-besaran terhadap Israel.

“Mata para prajurit kekhalifahan di mana pun mereka berada, masih tertuju pada (persoalan) Yerusalem. Dan dalam beberapa hari mendatang, kalian akan melihat apa yang membahayakan kalian dan apa yang membuat kalian melupakan kengeringan yang pernah dilihat,” ucap Abu Hamza seperti dikutip AFP via laman cnnindonesia.com.

ISIS dinilai masih memiliki pengaruh kuat terutama di daerah gurun Eufrat, Afrika, dan sebagian negara di Asia. Kelompok ini juga memiliki pasukan di Semenanjung Sinai Mesir yang berbatasan dengan Israel. Wilayah itu pernah diduduki Israel selama 15 tahun setelah Perang Enam Hari 1967.