Bagaimana bacaan shalawat yang diriwayatkan langsung dari Rasulullah?


Bershalawat kepada Nabi bukan sekedar tradisi masyarakat, tetapi merupakan dzikir ilahi karena Allah dan Malaikat pun bershalawat kepada Nabi. Shalawat adalah salah satu perintah Tuhan kepada umat yang beriman.

Perintah itu tertera dalam al-Qur’an yang diturunkan pada saat bulan Sya’ban.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS:al-Ahzab:56).

Karena sebagai perintah Allah, sebagaian ulama mengatakan wajib selama hidupnya umat Islam minimal satu kali mengucapkan shalawat. Sementara jumhur ulama mengatakan wajib ketika umat Islam mendengar nama beliau untuk bershalawat. 

Membaca shalawat memang beragam bentuk sebagai doa dan penghormatan kita kepada Rasulullah. Lalu, seperti apa bacaan shalawat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah.

Dalam sebuah Hadits Shahih Riwayat Ibnu Majah No 900. Menjelaskan bacaan shalawat. Rasul keluar menemui kami, lalu kami berkata: kami tahu bagaimana caranya ber-salam kepadaMu, namun bagaimana caranya kami bershalawat kepadaMu? Rasulullah bersabda: bacalah :

اللهم صل على محمد ، وعلى آل محمد ، كما صليت على إبراهيم ، إنك حميد مجيد ، اللهم بارك على محمد ، وعلى آل محمد ، كما باركت على إبراهيم ، إنك حميد مجيد

Allahumma sholli ‘ala Muhammadin wa ‘ala aali Muhammadin kama shollaita ‘ala Ibrahim innaka hamidum majid. Allahumma barik ‘ala muhammadin wa ala ali muhammadin kama barakta ‘ala Ibrahim innaka hamidum majid.

Ya allah, rahmatilah Nabi Muhammad beserta keluargaNya. Sebagaimana Engkau memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim.sesungguhnya Engkau adalah dzat yang maha Terpuji dan Luhur. Ya allah berkahilah Nabi Muhammad beserta keluarganya. Sebagaimana Engkau memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah dzat yang maha Terpuji dan Luhur (HR: Ibnu Majah: 900).