Riyadh – Liga Muslim Dunia (MWL) mengundang ulama Sunni dan Syiah Irak yang tergabung dalam Forum Cendikiawan Irak dalam sebuah pertemuan di Mekah, Arab Saudi, sejak Rabu (4/8/2021). Pertemuan itu untuk membahas persatuan dan koeksistensi dua kelompok utama Islam tersebut.
“Kami menyatakan ini sebelumnya dan akan terus melakukannya, tidak ada antara Sunni dan Syiah kecuali pemahaman persaudaraan, koeksistensi, kerja sama dan integrasi,” kata Sekretaris Jenderal MWL, Dr Mohammed Al-Issa, dalam pidato pembukaan.
Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Liga Muslim Dunia (MWL) yang berbasis di Mekah. Sekitar 80 pemimpin agama dan ulama terkemuka ambil bagian dalam upaya menjembatani perpecahan sektarian.
“Acara hari ini mewakili prinsip-prinsip Islam yang sebenarnya,” ujar Al-Issa dikutip dari middleeastmonitor via laman republika.co.id, Jumat (6/8/2021).
Al-Issa menyatakan, iman peserta yang hadir mengajarkan umat Islam untuk berjuang demi perdamaian dan rekonsiliasi. Islam, menurutnya memerintahkan untuk merangkul keragaman dan menghormati perbedaan satu sama lain.
“Ini memberitahu kita untuk hidup dalam koeksistensi dan harmoni dengan semua. Dan itu mengarahkan kita untuk membangun jembatan kerja sama dan pemahaman,” ujar Al-Issa.
Al-Issa melihat, dengan pertemuan itu, para pemimpin dan cendekiawan Muslim sedang menunjukan komitmen untuk mempromosikan nilai-nilai tersebut. Pertemuan tersebut pun menetapkan terbukanya saluran dialog dan komunikasi antar ulama dalam menangani isu-isu penting dengan menekankan pentingnya menyebarkan nilai-nilai bersama dan saling menghormati sambil menolak ekstremisme serta fanatisme.
Menurut laporan The National, para peserta yang hadir di Saudi tidak dianggap dari kalangan pemimpin agama paling senior di Irak. Kondisi ini membuat mereka tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas kelompok-kelompok politik dan paramiliter.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah