Ramadan
Ramadan

Bahkan Ramadan akan Menghapus Dosa yang akan Datang, Benarkah?

Ada hadist yang sering dikutip oleh para da’i bahwa Ramadan jika dijalani dengan penuh keimanan akan mendapatkan ampunan dosa yang terdahulu, bahkan yang akan datang. Sungguh luar biasa bulan ini diistimewakan jika yang akan datang pun diampuni.

Sebenarnya agak logis jika memahami Ramadan secara utuh tidak hanya ritual, Ramadan akan menghapus dosa yang akan datang. Bagaimana bisa? Ramadan akan mengajarkan seseorang untuk tidak melakukan dosa. Dampak ketakwaan yang dihasilkan melalui tempaan Ramadan akan menghasilkan manusia yang berkualitas.

Seberapa besar kualitas ibadah yang kita kerjakan tergantung kuatnya semangat yang mendorongnya. Semangat kuat tersebut bisa terpatri dalam hati bila mengetahui tujuan sebenarnya. Semua ibadah memiliki tujuan inti yang akan menumbuh kembangkan derajat keimanan dan takwa seseorang.

Dengan kata lain, semua amaliah bila dikerjakan dengan benar akan berbuah iman dan takwa. Sebaliknya, bila dilakukan hanya sekadar pelepas kewajiban tentu tidak akan menghasilkan buah.

Demikian pula puasa Ramadhan, secara tegas baik al Qur’an maupun hadis menyatakan puasa Ramadhan sebagai kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Namun begitu, harus dipahami bahwa puasa ini memiliki tujuan esensial untuk kemaslahatan manusia. Karena tidak mungkin Allah memberi perintah kalau hanya sekadar menyuruh menahan dahaga, lapar dan hubungan suami isteri yang begitu menyiksa.

Puasa Ramadhan sejatinya merupakan upaya mengekang dan mengikat diri untuk melakukan keinginan yang sifatnya duniawi. Berupa menahan keinginan perut dan kemaluan. Ini merupakan sarana latihan terbaik mengontrol dua sumber petaka di dunia.

Hengkangnya nilai-nilai agama penyebabnya yang paling dominan adalah perut dan kemaluan. Korupsi, mencuri, memakan hak orang lain bermula dari syahwat perut yang tak terkendali. Begitu pula praktik perzinahan, perilaku sodomi, dan pelanggaran seksual lainnya tak lain karena “syahwat farji” atau keinginan kemaluan yang tak terkontrol.

Baca Juga:  Tips agar Sahurmu Menjadi Berkah

Dalam rangka inilah puasa Ramadhan dihadirkan untuk menyucikan jiwa menuju taat terhadap perintah Allah dan menghindari larangan-Nya. Sebagai media melatih diri menuju kesempurnaan ibadah untuk meraih posisi iman yang sempurna. Jika Ramadan dilaksanakan dengan keimanan, niscaya Ramadan akan menjadi benteng pada bulan-bulan berikutnya?

Selain bermanfaat untuk kesehatan tubuh, hadirnya puasa ramadhan juga dalam rangka mengangkat derajat manusia setara dengan malaikat, bahkan lebih tinggi. Puasa mengajarkan perilaku malaikat yang tidak mempunyai nafsu makan, minum dan berhubungan. Puasa menjaga dari perilaku hewani yang mendewakan kesenangan duniawi.

Pada diri manusia ada dua unsur yang saling tarik-menarik. Unsur tanah dan unsur ruh ilahi. Bila unsur tanah yang paling dominan menguasai manusia,  ia akan terperosok pada derajat binatang. Namun bila unsur ruh ketuhanan yang lebih dominan akan mengangkatnya pada derajat para malaikat yang tak pernah berpotensi melakukan dosa.

Puasa Ramadan menjadi sarana pembentukan karakter manusia untuk menempati posisi sederajat dengan malaikat, bahkan bisa lebih. Inilah yang dimaksud dengan ungkapan Rasulullah bahwa puasa adalah benteng tidak hanya saat bulan Ramadan, tetapi juga benteng setelah Ramadan akan tidak berbuat kesalahan.  Jika menjalani Ramadan dengan kualitas keimanan yang kuat dan meraih ketakwaan, sangat wajar jika Ramadan akan menahan dosa-dosa dan keburukan yang akan dilakukan setelah Ramadan. Ramadan tidak akan mengampuni seluruh dosa manusia yang akan dikerjakan, tetapi Ramadan bisa menjadi pengontrol potensi dosa ke depan.

Puasa juga sebagai sarana latihan menuju medan jihad terbesar, yakni jihad melawan hawa nafsu. Melatih kesabaran dan mendidik manusia menjadi pribadi yang lemah lembut. Puncaknya menjadi penyabar menjalankan perintah Allah dan sabar menahan diri melakukan maksiat dan kedzaliman. Ramadan akan menghadirkan jiwa mujahid melawan nafsu pasca bulan Ramadan akan tidak terperosok dalam dosa.

Bagikan Artikel ini:

About Sefti Lutfiana

Mahasiswa universitas negeri jember Fak. Hukum

Check Also

utang puasa

Usai Ramadan Masih Ada Utang Puasa, Jangan Tunda-tunda!

Bulan Ramadan memang telah usai. Bulan di mana seorang muslim diwajibkan untuk berpuasa seharian penuh …

dakwah rasulullah

Pelajaran Ramadan dari Dakwah Rasulullah yang Selalu Memberikan Solusi

Ketika datang bulan Ramadan, Rasulullah memiliki kebiasaan berkumpul bersama jamaahnya di masjid Nabawi, kala itu, …