Belajar dari Amr bin Ash Mencegah Penyakit Menular

0
3539
amr bin ash

Belajar pada sahabat Amr bin Ash dalam mencegah penyakit menular seperti corona. Strategi yang diterapkannya berhasil menghilangkan total penyakit tersebut.


Pada masa Kekhalifahan Umar bin Khattab, pernah terjadi wabah yang sangat mengerikan. Wabah itu bernama pandemi tha’un. Pertama kali penyakit menular tersebut mewabah di daerah Awamas, sebuah kota sebelah barat Yerussalem, Palestina.

Muhammad Husein Haikal, di dalam buku biografi Umar bin Khattab menjelaskan, penularan wabah ganas dan mengerikan tersebut merambah sampai ke Syam (Suriah), dan Irak. Menurut ahli sejarah, peristiwa tersebut terjadi di penghujung tahun 17 Hijriah. Pandemi tha’un itu memicu kepanikan massal.

Wabah baru bisa teratasi dan terhenti ketika sahabat Amr bin Ash memimpin Syam. Dengan ijin dari Allah, dan ditopang oleh kecerdasaan beliau wabah yang sangat meresahkan itu hilang total. Beliau pun telah mengukir sejarah menyelamatkan Syam dari pandemi tha’un.

Ketika itu, Amr bin Ash berkata: “Wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api. Maka hendaklah berlindung dari penyakit ini ke bukit-bukit!”.

Seluruh masyarakat Syam kala itu mengikuti anjuran Amr bin Ash, mereka menempati dataran tinggi seperti bukit dan gunung dan bertahan hingga pandemi tha’un yang disebut Amawas hilang total.

Seperti telah maklum, hal yang sama telah terjadi pada masa Nabi. Sebagaimana dikisahkan oleh Abdurrahman bin Auf, Nabi bersabda:

“Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian kalian di dalamnya, maka janganlah kalian lari keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari & Muslim).

Dari kisah dua kisah penanggulangan penyakit menular di atas, yakni penanganan ala Rasulullah dan Amr bin Ash, umat Islam saat ini bisa mengambil teladan dalam menghadapi virus Corona. Bila ditarik kesimpulan, pelajaran yang bisa dipetik adalah:

Pertama, karantina seperti telah dicontohkan oleh Rasulullah pada hadis di atas. Mengisolasi daerah yang terkena wabah. Tindakan ini dinilai tepat sebagai langkah preventif tahap awal. Kemudian melakukan lockdown terhadap daerah yang terinfeksi, sehingga ada waktu untuk mengambil langkah penyembuhan secara bertahap.

Tahap selanjutnya adalah tindakan “social distancing”, dengan berdiam diri di rumah dan mengurangi berbagai kegiatan sementara waktu seperti apa yang dilakukan oleh Amr bin Ash. Dan terakhir, bila dirasa sangat mendesak maka  dilakukan dengan memberlakukan jam malam yang sangat ketat, untuk tidak keluar rumah. Hanya pada waktu tertentu masyarakat diperbolehkan untuk keluar rumah.