tidak takut corona
tidak takut corona

Ketika Wabah Tak Kunjung Punah, Inilah pelajaran dan Hikmah yang Harus Diambil

Beginilah seorang muslim menyikapi wabah yang tak kunjung punah, yang kerap membuat penduduk bumi panik karenanya.

  • Seorang Muslim Wajib Mengimani Dan Meyakini Di Alam Semesta Ini Hanya Ada Satu Ilah (Satu Tuhan), Yang Mengatur Alam Semesta Ini Yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

“Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”[QS. Al-Baqarah/2 : 163]

Bahwa kita wajib meyakini dan mengimani, apa-apa saja yang terjadi di langit dan di bumi dan diantara keduanya dan diseluruh alam semesta ini tidak lepas dari kehendak Allah. Adanya kehidupan, adanya kematian, penciptaan, pemberian rizki, adanya wabah penyakit, adanya gempa, banjir, peperangan, pembunuhan, apa saja yang terjadi, semua berjalan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hikmah Allah tidak bisa kita ketahui semuanya, ribuan hikmah yang dapat diambil faedah dari apa yang Allah takdirkan dan apa-apa yang Allah perbuat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Andai kata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah. Namun akal kita sangat terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit, dan ilmu semua makhluk akan sia-sia (tidak ada artinya) jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia (tidak ada artinya) di bawah sinar matahari. Dan ini pun hanya gambaran saja, yang sebenarnya tentu lebih dari sekedar gambaran ini.”

[Syifaa-ul ‘Aliilfii Masaa-ilil Qadhaa’wal Qadar wal Hikmah wat Ta’liil (hal. 452) cet. Daaru Zamzam] (Lihat Hikmah Di Balik Musibah dan Ruqyah Syar’iyyah ; Yazid bin Abdul Qadir Jawas, hlm. 15-cet. Ke-4, Pustaka Imam Syafi’i, Jakarta)

  • Ketika Terjadi Malapetaka, Bencana Atau Wabah Penyakit, Seorang Muslim Harus Melihat Kepada Diri Sendiri, Melihat Kepada Keluarga, Masyarakat, Tentang Dosa-Dosa Apa Yang Kita Dan Mereka Telah Kerjakan?? Sebab Apa Yang Terjadi Tidak Lepas Dari Perbuatan Manusia Dan Dosa-Dosa Manusia.
Baca Juga:  Takut Miskin itu Tipu Daya Setan

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ

“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tangan mu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” [QS. Asy-Syura/42 : 30]

Allah meyebutkan apa saja yang menimpa kita dan kerusakan yang ada baik di daratan maupun di lautan, disebabkan karena perbuatan manusia, sebabnya karena dosa-dosa manusia.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ﴿٤١﴾ قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”[QS. Ar-Rum/30 : 41-42]

 Di antara dosa-dosa yang dilakukan manusia seperti kesombongan, keangkuhan, kezholiman, kesyirikan dan yang lainnya, sehingga Allah menurunkan berbagai macam bencana, termasuk wabah virus Corona.

Maka hendaknya setiap kaum muslimin memperbanyak bertaubat dan kembali kepada Allah, serta memperbaiki kembali amal ibadahnya.

  • Ketika Wabah Terjadi, Ambillah Cara Bagaimana Nabi Dan Para Sahabat Menghadapi Penyakit Menular.

وَعَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْد رضي اللَّه عَنْهُ عنِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « إذَا سمِعْتُمْ الطَّاعُونَ بِأَرْضٍ ، فَلاَ تَدْخُلُوهَا ، وَإذَا وقَعَ بِأَرْضٍ ، وَأَنْتُمْ فِيهَا ، فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا » متفقٌ عليه

Dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” [Muttafaqun ‘alaihi] 

Baca Juga:  Bakti Kepada Orang Tua adalah Ibadah

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata, aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tha’un, lalu Beliau memberitahukan:

إِنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَـبْـعَـثُـهُ اللهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَـقَعُ الطَّاعُوْنُ، فَـيَمْكُثُ في بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا، يَعْلَمُ أنَّهُ لَنْ يُصِيْبَهُ إِلَّا مَا كَـتَبَ اللهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْـلُ أَجْرِ الشَّهِيْدِ» أخرجه البخاري

“Tha’un ialah adzab yang Allah turunkan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan bahwasannya Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi kaum mukminin. Tidak seorangpun yang terserang penyakit tha’un kemudian dia tetap diam di daerahnya dengan sabar dan mengharap ganjaran dari Allah, dia mengetahui bahwa tidak ada yang menimpanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan baginya, kecuali dia akan mendapat ganjaran seperti orang yang mati syahid.”

Dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

الطَّاعُونُ رِجْزٌ أَوْ عَذَابٌ أُرْسِلَ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَوْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ.

“Tha’un adalah semacam azab (siksaan) yang diturunkan Allah kepada Bani Israil atau kepada umat yang sebelum kamu. Maka apabila kamu mendengar penyakit tha’un berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu datang ke negeri itu. Dan apabila penyakit itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu untuk melarikan diri daripadanya.”[Shahih:HR. Al-Bukhari (no. 3473), Muslim (no. 2218 (92)]

Penyakit Tha’un adalah Wabah yang Menular

Apakah Corona itu sama dengan Tha’un? Sebagian ulama menyebutkan hampir sama tapi jelas tidak sama kejadiannya. Antara sebabnya dan kejadiannya tidak sama, namun tha’un juga menular.

Baca Juga:  Rahasia Senyuman Istri Kepada Suami

Kata Imam an-Nawawi : Tha’un adalah wabah dan tidak setiap wabah adalah tha’un.

Maka kita harus yakin bahwa adanya penyakit menular dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, bila Allah tidak berkehendak maka tidak akan terjadi. Kita harus meyakini, tidak akan menimpa kita sesuatu apa pun, kecuali apa yang Allah telah menetapkannya untuk kita, sehingga tidak akan menimbulkan ketakutan yang luarbiasa seperti yang terjadi sekarang ini.

Semua Allah sudah takdirkan, kita wajib usaha yang dibenarkan menurut syari’at, dan menurut dokter yang ahli dalam masalah wabah ini. Tapi serahkan semua urusan kepada Allah. Jangan takut berlebihan!!! Apa yang Allah takdirkan untuk kita, itu yang terbaik untuk kita. Dan Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman

Bagikan Artikel ini:

About Diah Nuruddiniah

Avatar of Diah Nuruddiniah
Alumni STIBA Ar-Raayah Sukabumi, Mahasiswi PTIQ Program Master Pendidikan Islam

Check Also

corona mahkluk allah

Corona adalah Makhluk Allah, Bagaimana Muslim Menyikapinya

Pada dasarnya virus corona adalah salah salah satu makhluk Allah yang diciptakan pasti dengan hikmah …

sahabat pemilik kurma

Mengenal Abu Dahdah : Sahabat Pemilik Kebun dengan Ratusan Batang Pohon Kurma

Pernah dengar nama sahabat Abu Dahdah? Namanya adalah Tsabit bin Dahdah atau Dahdahah bin Nu’aim …